Kapolri Tegaskan Lebih Baik Dicopot daripada Polri di Bawah Kemendagri

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Ist)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Ist)

Zonafaktualnews.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas menolak wacana penempatan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Menurutnya, perubahan struktur tersebut justru berpotensi melemahkan sistem ketatanegaraan.

Penegasan itu disampaikan Listyo Sigit saat rapat kerja bersama Komisi III DPR RI pada Senin (26/1/2026), sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube TV Parlemen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam forum tersebut, Kapolri menilai posisi Polri yang langsung berada di bawah Presiden merupakan amanat reformasi sekaligus konstitusi yang tidak boleh diubah sembarangan.

BACA JUGA :  Kapolri Tegaskan Preman Berkedok Ormas Akan Dibasmi

Sigit menekankan bahwa menarik Polri ke bawah kementerian sama artinya dengan mereduksi independensi institusi kepolisian.

Dampaknya, kata dia, bukan hanya dirasakan oleh Polri, tetapi juga berimbas pada stabilitas negara dan kepemimpinan nasional.

“Jika Polri ditempatkan di bawah kementerian, itu berarti melemahkan institusi, melemahkan negara, dan pada akhirnya melemahkan Presiden,” tegas Listyo Sigit di hadapan anggota dewan.

Kapolri bahkan menyatakan lebih memilih dicopot dari jabatannya daripada harus menjalankan struktur baru yang menurutnya bertentangan dengan semangat reformasi.

Sigit menolak keras gagasan pembentukan menteri kepolisian maupun penempatan Polri di bawah Mendagri.

BACA JUGA :  Memanas, Mahfud MD Sebut DPR Makelar Kasus

“Kalau harus memilih, saya lebih baik tidak menjabat. Bahkan kalau diminta menjadi menteri kepolisian, saya pilih jadi petani,” ujarnya disambut reaksi peserta rapat.

Lebih lanjut, Sigit menegaskan kesiapannya menerima segala konsekuensi jabatan apabila wacana tersebut benar-benar diberlakukan.

Baginya, menjaga marwah dan independensi Polri jauh lebih penting daripada mempertahankan posisi.

Pernyataan tegas Kapolri itu mendapat respons positif dari sejumlah anggota Komisi III DPR.

Ketua Komisi III Habiburokhman bahkan memberikan apresiasi terbuka dengan menyebut sikap Listyo Sigit sebagai bentuk keberanian dalam menjaga institusi.

BACA JUGA :  Tongkat Komando Polda Sulsel Beralih, Djuhandhani Gantikan Irjen Rusdi

“Saya bilang menyala Kapolri, menyala,” ucap Habiburokhman yang disambut tepuk tangan peserta rapat.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Rikwanto, menegaskan bahwa partainya mendukung Polri tetap berdiri secara independen.

Rikwanto berharap institusi kepolisian terus memperkuat profesionalisme agar kepercayaan publik semakin meningkat.

Menurut Rikwanto, Polri harus menunjukkan kepada masyarakat bahwa lembaga tersebut mampu berdiri kokoh tanpa intervensi struktural yang berpotensi melemahkan perannya sebagai penegak hukum.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Begini Rincian 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun yang Diluncurkan Prabowo
Dulu Gagah Berseragam, Kini Didik–Malaungi Berbaju Oranye Terjerat TPPU Narkoba
Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang
Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara
Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang
Kurniawan Nahkodai HMI KOMDAK Gowa, Tekankan Soliditas dan Amanah
Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
7 Penumpang Tewas, Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Diduga Berawal dari Taksi

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 13:52 WITA

Begini Rincian 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun yang Diluncurkan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 - 12:49 WITA

Dulu Gagah Berseragam, Kini Didik–Malaungi Berbaju Oranye Terjerat TPPU Narkoba

Rabu, 29 April 2026 - 09:20 WITA

Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang

Rabu, 29 April 2026 - 08:23 WITA

Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara

Selasa, 28 April 2026 - 21:15 WITA

Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang

Berita Terbaru