Gerah Diseret Isu Ijazah Palsu Jokowi, SBY–Megawati Pertimbangkan Langkah Hukum

Kamis, 1 Januari 2026 - 20:21 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Gerah Diseret Isu Ijazah Palsu Jokowi, SBY–Megawati Pertimbangkan Langkah Hukum

Foto Kolase – SBY, Jokowi dan Megawati

Zonafaktualnews.com – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mempertimbangkan langkah hukum usai nama mereka dikaitkan dengan isu tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Jokowi.

Kubu SBY menegaskan tudingan tersebut tidak benar dan telah membuat SBY merasa terganggu.

Politikus Partai Demokrat, Andi Arief, menyebut SBY sama sekali tidak berada di balik isu ijazah Jokowi yang kembali mencuat.

“Saya bertemu dengan Pak SBY beberapa hari lalu. Pak SBY cukup terganggu dengan isu ini karena tidak benar disebut-sebut beliau berada di balik isu ijazah palsu Pak Jokowi,” kata Andi Arief dalam video yang diunggah di akun X pribadinya dikutip pada Kamis (1/1/2026).

Andi menyebut, bahkan berkembang tuduhan yang mengaitkan SBY dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam menggulirkan isu tersebut. Ia menegaskan klaim itu tidak berdasar dan menyesatkan.

BACA JUGA :  Rocky Gerung Sebut Kasus Hasto Adalah Cara Jokowi Balas Dendam ke Megawati

“Bahkan ada yang menyebut Pak SBY berkolaborasi dengan Bu Megawati. Itu sama sekali tidak benar. Hubungan Pak SBY dan Pak Jokowi selama ini juga baik,” ujarnya.

Menurut Andi, apabila fitnah tersebut terus disebarkan, SBY mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum. Opsi somasi hingga proses hukum terbuka disebut sebagai kemungkinan yang tengah dikaji.

“Kalau ini tidak dihentikan, ada kemungkinan Pak SBY akan mengambil langkah hukum, dimulai dengan somasi kepada pihak-pihak yang membuat fitnah tersebut,” tuturnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa SBY masih aktif dalam manuver politik. Menurut Andi, saat ini urusan politik Partai Demokrat telah dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

BACA JUGA :  Ahok Minta JPU Periksa Erick Thohir dan Jokowi Soal Kasus Minyak Mentah Pertamina

“Hari-hari politik kan sudah dipimpin oleh Mas AHY. Pak SBY sekarang lebih banyak melukis dan mengurus klub voli LavAni,” katanya.

Sikap serupa disampaikan kubu PDIP. Politikus PDIP, Guntur Romli, mengatakan pihaknya juga tengah mempertimbangkan langkah hukum karena Megawati dan partai merasa dirugikan akibat tudingan yang beredar.

“Kami mendukung apabila Pak SBY akan menempuh jalur hukum. Fitnah tersebut memang tidak bisa dibiarkan,” kata Guntur Romli, Kamis (1/1/2026).

Guntur menegaskan, wacana upaya hukum tersebut bukan merupakan perintah langsung dari Megawati. Namun, ia menyebut langkah itu lahir dari kesadaran kader untuk menjaga kehormatan ketua umum.

“Tidak ada perintah dari Ibu Megawati. Membela kehormatan ketua umum sudah otomatis bagi kader,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Jokowi mengungkap keyakinannya bahwa ada agenda besar di balik isu ijazah palsu yang telah bergulir selama bertahun-tahun.

BACA JUGA :  Putusan MA Soal Syarat Usia Calon Kepala Daerah Untungkan Dinasti Jokowi

Jokowi menyatakan siap jika tudingan tersebut diuji melalui proses hukum.

“Saya dituduh ijazah saya palsu. Artinya yang menuduh itu yang harus membuktikan,” kata Jokowi dalam wawancara eksklusif yang tayang di salah satu TV nasional, Selasa (9/12/2025).

Jokowi menilai isu tersebut sengaja dipelihara untuk menurunkan reputasinya dan menduga adanya kepentingan politik di balik tudingan tersebut.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Bisnis Tambang Ilegal di Bontonompo Gowa Berjalan Mulus, Siapa yang Beri Restu?
Kejati Sulsel Diduga Kangkangi SE JamPIDUM, Suradi Siapkan Aduan ke Jamwas
Tak Jelas Usut Dugaan Korupsi KONI Rp15 M, Kejari Makassar Diseret ke Jamwas
Spill Tipis-tipis Isu Selingkuh Bupati-Ketua DPRD, Admin Lambe Turah Dipolisikan
KPK Siap Terbitkan Surat Jemput Paksa Nusron Wahid yang Masih Ngumpet
GRH Sulsel Minta Polri Jangan Cuma Tangkap Kurir, Sikat dan Miskinkan Bandar Sabu
KPK Tolak “Bisikan” Luhut ke Prabowo Soal Penghapusan Kerugian Negara
AHY Berpeluang Besar Menggantikan Wapres Gibran Bila Tergeser dari Istana