From Chinatown With Love, Oliver Wihardja Bawa Warisan Pecinan ke Panggung Art Jakarta

Selasa, 7 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oliver Wiharja (Ollie) berfoto bersama Veronica Tan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia serta  Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif yang berkunjung ke booth pameran Oliver di Art Jakarta (Foto : Kir/Kak Toto/Lasman)

Oliver Wiharja (Ollie) berfoto bersama Veronica Tan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia serta Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif yang berkunjung ke booth pameran Oliver di Art Jakarta (Foto : Kir/Kak Toto/Lasman)

Zonafaktualnews.com – Dalam pameran tunggalnya yang ke-4, From Chinatown With Love berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, sejak  tanggal 3 Oktober (Jumat) sampai dengan 5 Oktober 2025 (Minggu).

Seniman muda berusia 23 tahun Oliver Wihardja (akrab disapa Ollie-ref), mengajak kita menyelami hati dan jiwa kawasan Pecinan lewat rangkaian lukisan.

“Semua ini terinspirasi dari Jakarta, Semarang, dan Singapura,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

From Chinatown With Love lahir dari pengalaman pribadi Oliver dan akarnya pada tradisi keluarga.

Tumbuh besar dalam keluarga Tionghoa, ia akrab dengan perayaan Imlek, membuat shui jiao menikmati sarapan dim sum,menyantap kue bulan, hingga berkunjung ke kerabat di Semarang.

Kedekatannya dengan Pecinan Semarang—tempat pamannya, Harjanto Halim memimpin Perkumpulan Sosial Boen Hian Tong—menjadi sumber inspirasi penting dalam koleksi ini.

Pameran ini merekam ritme beragam Pecinan di Asia Tenggara: dari pesona Semarang yang teduh dengan sembilan kelenteng bersejarahnya, hiruk pikuk Telok Ayer dan Pagoda Street di Singapura.

Hingga semaraknya Glodok di Jakarta dengan pasar, kuliner, dan rumah ibadah yang telah berusia ratusan tahun.

Lewat setiap karyanya, Oliver tak hanya menampilkan ruang fisik, tetapi juga kehidupan yang berdenyut di dalamnya—anak-anak bermain di gang, tukang cukur yang akrab dengan pelanggannya, hingga para perajin yang melestarikan tradisi turun-temurun.

Bagian Dari Terapi

Didiagnosis autisme pada usia 3,5 tahun, Oliver mulai melukis sejak umur 6 tahun sebagai bagian dari terapi.

Apa yang awalnya sekadar sarana ekspresi diri, berkembang menjadi hasrat sekaligus panggilan hidupnya.

Tahun 2017 pada usia 16 tahun, ia meraih pengakuan internasional dengan memenangkan hadiah pertama di ANCA World Autism Festival, Vancouver sebuah tonggak awal dalam perjalanan artistiknya.

Sejak pameran tunggal perdananya, Walk With Me (2022), Oliver telah menerima berbagai komisi dari UNIQLO Indonesia Gereja Blessed Sacrament, hingga Mount Alvernia Hospital Singapura.

Karya-karyanya kini menjadi bagian dari koleksi institusi seperti Rumah Sakit Mayapada Surabaya dan Gereja St. Maria Perawan Ratu, serta berbagai koleksi pribadi.

From Chinatown With Love menjadi penampilannya yang ke-2 di Art Jakarta, menegaskan posisinya sebagai salah satu seniman muda dengan sapuan artistik yang unik.

Menariknya, karya-karya Oliver dalam pameran ini turut mendapat apresiasi dari berbagai tokoh penting. Dua di antaranya adalah Veronica Tan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta  Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif yang berkunjung langsung ke booth pameran Oliver di Art Jakarta.

Kedua tokoh tersebut memberikan dukungan dan apresiasi atas semangat, ketekunan, serta kontribusi Oliver dalam membawa inklusivitas dan keberagaman budaya melalui seni rupa.

Kehadiran mereka menjadi bentuk nyata pengakuan terhadap potensi luar biasa seniman muda autistik Indonesia di panggung seni nasional.

Di luar dunia seni, Oliver juga menaruh perhatian besar pada kegiatan sosial. Selaras dengan semangat berbagi, sebagian hasil pameran ini akan didonasikan kepada Perkumpulan Sosial Boen Hian Tong, yang berperan dalam melestarikan sejarah serta warisan budaya Pecinan Semarang.

Melalui sapuan kuasnya, Oliver mengundang pengunjung untuk merasakan warna, tekstur, denyut nadi, dan tradisi Pecinan—sekaligus merayakan ketangguhan, keberlanjutan, dan kehangatannya.

Sebuah persembahan tulus untuk warisan, komunitas, dan ruang-ruang yang terus menjaga identitas tetap hidup.

Kontributor : Lasman Simanjuntak
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Begini Rincian 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun yang Diluncurkan Prabowo
Dulu Gagah Berseragam, Kini Didik–Malaungi Berbaju Oranye Terjerat TPPU Narkoba
Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang
Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara
Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang
Kurniawan Nahkodai HMI KOMDAK Gowa, Tekankan Soliditas dan Amanah
Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
7 Penumpang Tewas, Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Diduga Berawal dari Taksi

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 13:52 WITA

Begini Rincian 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun yang Diluncurkan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 - 12:49 WITA

Dulu Gagah Berseragam, Kini Didik–Malaungi Berbaju Oranye Terjerat TPPU Narkoba

Rabu, 29 April 2026 - 09:20 WITA

Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang

Rabu, 29 April 2026 - 08:23 WITA

Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara

Selasa, 28 April 2026 - 21:15 WITA

Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang

Berita Terbaru