Fenomena Langka, Ramadan 2030 Diprediksi Terjadi Dua Kali dalam Satu Tahun

Senin, 31 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi yang menggambarkan fenomena langka Ramadan terjadi dua kali dalam satu tahun pada 2030.

Ilustrasi yang menggambarkan fenomena langka Ramadan terjadi dua kali dalam satu tahun pada 2030.

Zonafaktualnews.com – Umat Islam di seluruh dunia akan menyaksikan fenomena langka pada tahun 2030, di mana bulan Ramadan diprediksi akan terjadi dua kali dalam satu tahun kalender Masehi.

Peristiwa ini terakhir kali terjadi pada tahun 1997 dan baru akan terulang kembali setelah lebih dari tiga dekade.

Berdasarkan perhitungan astronomi, Ramadan pertama di tahun 2030 akan dimulai pada 6 Januari, sedangkan Ramadan kedua akan jatuh pada 26 Desember.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini terjadi akibat perbedaan sistem kalender Hijriah yang berbasis lunar (354-355 hari) dengan kalender Masehi yang berbasis solar (365-366 hari).

Perbedaan sekitar 10–11 hari per tahun menyebabkan Ramadan terus bergeser maju dalam kalender Masehi, sehingga dalam siklus sekitar 30–33 tahun sekali, bulan suci ini dapat terjadi dua kali dalam satu tahun Masehi.

Bukan Tanda Kiamat, Melainkan Siklus Alamiah

Fenomena ini sempat menimbulkan spekulasi di kalangan masyarakat, terutama terkait dengan tanda-tanda kiamat.

Namun, para ulama dan ahli astronomi menegaskan bahwa peristiwa ini bukanlah pertanda akhir zaman, melainkan murni konsekuensi dari sistem penanggalan yang berbeda.

“Ramadan dua kali dalam satu tahun Masehi bukan sesuatu yang luar biasa dalam konteks astronomi. Ini hanyalah perbedaan antara kalender lunar dan solar yang menyebabkan pergeseran tersebut,” ujar ahli falak dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Dr. Ahmad Fauzi.

Dalam Islam, tanda-tanda kiamat telah dijelaskan dalam berbagai hadis, namun tidak ada satupun yang menyebutkan tentang Ramadan yang terjadi dua kali dalam satu tahun sebagai salah satu pertanda tersebut.

Peluang untuk Lebih Banyak Ibadah

Bagi umat Islam, fenomena ini bisa menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan ibadah.

Dengan dua kali Ramadan dalam satu tahun Masehi, umat Muslim mendapatkan dua kesempatan untuk menjalankan puasa sebulan penuh, memperbanyak amal ibadah, dan meningkatkan ketakwaan.

“Ini adalah momen istimewa yang jarang terjadi dalam satu generasi. Kesempatan ini sebaiknya dimanfaatkan untuk memperbanyak amal, memperbaiki diri, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah,” kata Ustaz Abdul Malik, seorang dai nasional.

Selain itu, peristiwa ini juga dapat menjadi refleksi bagi umat Islam untuk lebih memahami sistem penanggalan Hijriah dan bagaimana Islam menggunakan perhitungan bulan dalam menentukan waktu-waktu ibadah.

Dengan demikian, fenomena Ramadan dua kali dalam setahun ini bukan hanya sebuah kejadian astronomi yang langka, tetapi juga menjadi momen berharga bagi umat Muslim untuk semakin memperkuat keimanan dan spiritualitas mereka.

Kapan Fenomena Ini Terjadi Lagi?

Setelah tahun 2030, fenomena Ramadan dua kali dalam satu tahun Masehi diperkirakan akan terjadi kembali sekitar tahun 2063.

Oleh karena itu, bagi yang berkesempatan mengalami peristiwa ini, diharapkan dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

Editor : Id Amor
(Sumber: LAPAN, BMKG, Ahli Astronomi)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh
PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul
Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius
Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan
Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor
2 Lurah di Kendari Terciduk Pesta Miras dan Open BO, Kantor Dijadikan Lokalisasi
Usai Jadi Tersangka MBG, Sony Sonjaya Sebut Nanik S Deyang Pemain Utama
Viral, Tangis Ibu Lansia di RS Balai Paru : “Rita, Sakit’ka Nak, Tidak Ada yang Lihat’ka”

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:23 WITA

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:29 WITA

PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:33 WITA

Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:51 WITA

Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan

Senin, 15 Juni 2026 - 16:38 WITA

Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor

Berita Terbaru