Dulu Berjaya, Kini Gulung Tikar: Sritex Resmi Tutup, 8.475 Pekerja Ter-PHK

Minggu, 2 Maret 2025 - 16:07 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Dulu Berjaya, Kini Gulung Tikar: Sritex Resmi Tutup, 8.475 Pekerja Ter-PHK

Pemilik PT Sritex duduk bersama ribuan karyawannya sebagai salam perpisahan terakhir (Foto Facebook Sritex)

Zonafaktualnews.com – Masa kejayaan PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Tbk resmi berakhir. Perusahaan tekstil yang pernah berjaya di industri nasional ini menutup operasionalnya secara permanen pada 1 Maret 2025.

Akibatnya, sebanyak 8.475 pekerja kehilangan pekerjaan dan harus meninggalkan pabrik tempat mereka mengabdi selama bertahun-tahun.

Dari pantauan awak media di lokasi, ribuan pekerja mulai meninggalkan area pabrik Sritex dengan wajah lesu.

Sebagian dari mereka tampak mengabadikan momen terakhir dengan berfoto di depan patung pendiri PT Sritex, HM Lukminto.

Beberapa lainnya merekam video sebagai kenangan sebelum resmi berpisah dengan tempat mereka bekerja.

Keputusan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal ini merupakan dampak dari proses kepailitan Sritex.

BACA JUGA :  Politik Campur 'Attu', Janji Manis Gibran-Noel Berujung Sritex Bangkrut, Buruh Menjerit

Tim kurator yang menangani perkara ini telah bertemu dengan manajemen Sritex dan menyepakati langkah penghentian operasional.

Hak Pekerja Masih Menunggu Kejelasan

Sekretaris Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Sritex, Andreas Sugiyono, menegaskan bahwa para pekerja masih menunggu kepastian terkait hak-hak mereka, termasuk pesangon dan uang jasa.

“Kalau memang terjadi PHK, hak-hak pekerja harus dipenuhi. Seperti pesangon, uang jasa, dan hak lainnya. Namun, karena masih ada sidang di Semarang, kami diminta menunggu hasilnya terlebih dahulu,” ujarnya, Jumat (28/2/2025).

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo, Sumarno, menyebut bahwa para pekerja telah mengisi surat pernyataan penerimaan PHK.

BACA JUGA :  Peredaran Rokok Ilegal Merajalela, Sampoerna Resah, Gudang Garam Digilas Isu PHK?

Surat ini menjadi syarat pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Sebagai bentuk perlindungan bagi para pekerja terdampak, mereka juga mendapatkan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang memberikan uang tunai sebesar 60 persen dari upah selama maksimal enam bulan. Namun, bantuan ini hanya berlaku jika mereka aktif mencari pekerjaan baru.

Dampak Ekonomi dan Keprihatinan Industri Tekstil

Penutupan Sritex tidak hanya berdampak pada ribuan pekerjanya, tetapi juga pada sektor ekonomi di sekitar pabrik.

Banyak usaha kecil yang bergantung pada keberadaan pekerja Sritex kini menghadapi ketidakpastian.

Selain itu, kebangkrutan Sritex menjadi pukulan bagi industri tekstil nasional yang semakin terhimpit oleh persaingan global dan lonjakan impor produk tekstil dari luar negeri.

BACA JUGA :  Ekonomi Rontok, Dampak Kebijakan Jokowi-Prabowo Kian Terasa

Para pengamat industri menilai bahwa kondisi ini harus menjadi peringatan bagi pemerintah untuk memperkuat daya saing industri tekstil dalam negeri.

Dengan tutupnya Sritex, ribuan pekerja kini harus menghadapi realitas baru: mencari pekerjaan di tengah ketidakpastian.

Sementara itu, proses hukum terkait kepailitan perusahaan masih terus berjalan, dan nasib hak-hak pekerja bergantung pada keputusan tim kurator.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

DPO Bantaeng Tewas Ditembak, Dirnarkoba Polda Sulsel Diminta Dicopot
Kejagung Jebloskan Kolonel Budi Utomo ke Sel Tahanan Kasus Korupsi MBG
Husniah Masih Jabat Bupati Gowa Meski Tersangka, F-KRB :Sudahlah, Kasih DM Saja
Terjerat Utang Misterius PNM Mekaar, Warga Takalar Ngaku Dirugikan
Owner Asaf Skincare Diciduk Polisi, Korban Desak Proses Hukum Dipercepat
Dua Kali Gagal P-21, H. Suradi Desak Kejati Sulsel Sikat Mafia Rincik Siluman
Tawuran Pecah di Kandea III Makassar, Rafli Tewas Diduga Kena Tembakan
Janji Nikah Ternyata Prank, Gadis 14 Tahun di Gowa Diperkosa Pemuda 3 Kali

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 03:50 WITA

DPO Bantaeng Tewas Ditembak, Dirnarkoba Polda Sulsel Diminta Dicopot

Rabu, 30 September 2026 - 01:30 WITA

Kejagung Jebloskan Kolonel Budi Utomo ke Sel Tahanan Kasus Korupsi MBG

Selasa, 29 September 2026 - 20:50 WITA

Husniah Masih Jabat Bupati Gowa Meski Tersangka, F-KRB :Sudahlah, Kasih DM Saja

Selasa, 29 September 2026 - 03:52 WITA

Terjerat Utang Misterius PNM Mekaar, Warga Takalar Ngaku Dirugikan

Senin, 28 September 2026 - 21:54 WITA

Owner Asaf Skincare Diciduk Polisi, Korban Desak Proses Hukum Dipercepat

Berita Terbaru