Zonafaktualnews.com – Damai Hari Lubis menepis kabar yang beredar terkait kedatangannya di kediaman Jokowi bersama Eggi Sudjana.
Damai menegaskan, kedatangan mereka bukan untuk memohon maaf atau mencari pengampunan atas kasus hukum yang menjeratnya.
Damai menjelaskan bahwa kehadiran dirinya dan Eggi Sudjana pada Kamis (8/1/2026) dilakukan untuk mendampingi Eggi dalam agenda Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) yang sempat tertunda pada 16 April 2025, bukan karena tekanan hukum.
“Eggi meminta saya mendampingi karena saat agenda TPUA di Solo, ia tidak hadir akibat sakit. Saya hadir untuk mendukung dan menemani Eggi,” ujar Damai Hari Lubis kepada wartawan, Minggu (11/1/2026).
Pertemuan tersebut kata Damai Hari Lubis dimaksudkan untuk meredam upaya pecah belah kekompakan TPUA oleh pihak eksternal, meski ia tak menyebut secara rinci siapa pihak tersebut.
Damai menekankan bahwa isu permohonan maaf adalah salah tafsir publik, dan ia tidak ingin terlalu memusingkan rumor tersebut.
Eggi Sudjana selaku Ketua TPUA dijadwalkan memberikan klarifikasi secara resmi pada Jumat (16/1/2026) untuk meluruskan spekulasi yang berkembang.
Pertemuan tertutup itu turut dihadiri kuasa hukum Eggi, Elida Netty, serta Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO) Darmizal dan Sekretaris Jenderal ReJO Rakhmad.
Diberitakan sebelumnya, Pertemuan tertutup Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo (Jokowi) memicu reaksi keras dari kubu Roy Suryo.
Keduanya merupakan tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik terkait isu ijazah Jokowi.
Kuasa hukum Roy Suryo, Ahmad Khozinudin, secara terbuka menyindir langkah Eggi dan Damai dengan perumpamaan tajam.
“Ibarat kendaraan yang membawa muatan, pengkhianat itu tidak menambah manfaat, kecuali hanya menjadi beban. Ketika dia keluar, kendaraan justru lebih ringan dan bisa melaju lebih cepat sampai tujuan,” kata Khozinudin dalam keterangan tertulis, Sabtu, 10 Januari 2026.
Meski bernada keras, Khozinudin menyebut keputusan Eggi dan Damai merupakan dinamika biasa dalam sebuah perjuangan.
“Tak perlu menganggap itu sesuatu yang anomali. Ada yang lurus, ada yang bengkok. Ada yang tegak, ada yang loyo. Ada pemberani, ada pengecut. Ada pejuang, ada pecundang,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar perjuangan tidak dijalani demi kepentingan pribadi.
“Jangan berjuang mencari pamrih materi, baik pujian, harta, kedudukan, atau ingin dianggap pahlawan,” tegasnya.
Sementara itu, Roy Suryo mengaku sama sekali tidak mengetahui rencana pertemuan Eggi dan Damai dengan Jokowi.
Roy mengatakan baru mengetahui kabar itu secara tidak langsung.
“Tadi siang Eggi Sudjana menelpon salah seorang teman yang kebetulan berada dekat saya. Saya dengar dan direkam,” ujar Roy Suryo di kanal YouTube KompasTV, Jumat, 9 Januari 2026.
Roy juga membantah adanya pembicaraan permintaan maaf dalam percakapan tersebut.
“Pengakuan Eggi, tidak ada sama sekali kata permintaan maaf,” katanya.
Roy menyebut Eggi berjanji akan membuka seluruh cerita ke publik pekan depan.
“Minggu depan, hari Jumat, dia berjanji akan menceritakan semuanya,” ungkap Roy.
Di internal tim Roy, pertemuan itu justru ditanggapi dengan sinisme.
“Kami dari tim kuasa hukum, advokasi, dan akademisi malah tertawa. Oh, cuma segitu toh akhirnya kalian berdua,” ucap Roy.
Ia bahkan menyebut langkah tersebut tidak mencerminkan sikap seorang pejuang.
“Itu bukan pejuang namanya, tapi pecundang,” tegasnya.
Roy juga membantah isu pecah kongsi, dengan menegaskan bahwa sejak awal dirinya tidak berada dalam satu tim hukum dengan Eggi Sudjana. Namun ia menekankan ada hal yang jauh lebih serius dari sekadar pertemuan itu.
“Yang paling penting, Eggi harus jujur menyebutkan siapa orang lain yang ada di dalam pertemuan itu,” kata Roy.
Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok





















