Damai Hari Lubis Tepis Isu Permohonan Maaf Datangi Jokowi Bersama Eggi Sudjana

Minggu, 11 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Damai Hari Lubis (Ist)

Damai Hari Lubis (Ist)

Zonafaktualnews.com – Damai Hari Lubis menepis kabar yang beredar terkait kedatangannya di kediaman Jokowi bersama Eggi Sudjana.

Damai menegaskan, kedatangan mereka bukan untuk memohon maaf atau mencari pengampunan atas kasus hukum yang menjeratnya.

Damai menjelaskan bahwa kehadiran dirinya dan Eggi Sudjana pada Kamis (8/1/2026) dilakukan untuk mendampingi Eggi dalam agenda Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) yang sempat tertunda pada 16 April 2025, bukan karena tekanan hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Eggi meminta saya mendampingi karena saat agenda TPUA di Solo, ia tidak hadir akibat sakit. Saya hadir untuk mendukung dan menemani Eggi,” ujar Damai Hari Lubis kepada wartawan, Minggu (11/1/2026).

Pertemuan tersebut kata Damai Hari Lubis dimaksudkan untuk meredam upaya pecah belah kekompakan TPUA oleh pihak eksternal, meski ia tak menyebut secara rinci siapa pihak tersebut.

Damai menekankan bahwa isu permohonan maaf adalah salah tafsir publik, dan ia tidak ingin terlalu memusingkan rumor tersebut.

BACA JUGA :  PDIP Sebut Tanpa Reformasi Anak Tukang Kayu Tidak Bisa Jadi Presiden

Eggi Sudjana selaku Ketua TPUA dijadwalkan memberikan klarifikasi secara resmi pada Jumat (16/1/2026) untuk meluruskan spekulasi yang berkembang.

Pertemuan tertutup itu turut dihadiri kuasa hukum Eggi, Elida Netty, serta Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO) Darmizal dan Sekretaris Jenderal ReJO Rakhmad.

Diberitakan sebelumnya, Pertemuan tertutup Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo (Jokowi) memicu reaksi keras dari kubu Roy Suryo.

Keduanya merupakan tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik terkait isu ijazah Jokowi.

Kuasa hukum Roy Suryo, Ahmad Khozinudin, secara terbuka menyindir langkah Eggi dan Damai dengan perumpamaan tajam.

“Ibarat kendaraan yang membawa muatan, pengkhianat itu tidak menambah manfaat, kecuali hanya menjadi beban. Ketika dia keluar, kendaraan justru lebih ringan dan bisa melaju lebih cepat sampai tujuan,” kata Khozinudin dalam keterangan tertulis, Sabtu, 10 Januari 2026.

BACA JUGA :  Jokowi Tunjuk Ma'ruf Amin Plt Presiden, Netizen Sebut Siasat Hindari Demo

Meski bernada keras, Khozinudin menyebut keputusan Eggi dan Damai merupakan dinamika biasa dalam sebuah perjuangan.

“Tak perlu menganggap itu sesuatu yang anomali. Ada yang lurus, ada yang bengkok. Ada yang tegak, ada yang loyo. Ada pemberani, ada pengecut. Ada pejuang, ada pecundang,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar perjuangan tidak dijalani demi kepentingan pribadi.

“Jangan berjuang mencari pamrih materi, baik pujian, harta, kedudukan, atau ingin dianggap pahlawan,” tegasnya.

Sementara itu, Roy Suryo mengaku sama sekali tidak mengetahui rencana pertemuan Eggi dan Damai dengan Jokowi.

Roy mengatakan baru mengetahui kabar itu secara tidak langsung.

“Tadi siang Eggi Sudjana menelpon salah seorang teman yang kebetulan berada dekat saya. Saya dengar dan direkam,” ujar Roy Suryo di kanal YouTube KompasTV, Jumat, 9 Januari 2026.

Roy juga membantah adanya pembicaraan permintaan maaf dalam percakapan tersebut.

“Pengakuan Eggi, tidak ada sama sekali kata permintaan maaf,” katanya.

BACA JUGA :  Suara PSI Meroket, Denny Siregar: Ayo Ngebut, Mumpung Masih Ada Bapak

Roy menyebut Eggi berjanji akan membuka seluruh cerita ke publik pekan depan.

“Minggu depan, hari Jumat, dia berjanji akan menceritakan semuanya,” ungkap Roy.

Di internal tim Roy, pertemuan itu justru ditanggapi dengan sinisme.

“Kami dari tim kuasa hukum, advokasi, dan akademisi malah tertawa. Oh, cuma segitu toh akhirnya kalian berdua,” ucap Roy.

Ia bahkan menyebut langkah tersebut tidak mencerminkan sikap seorang pejuang.

“Itu bukan pejuang namanya, tapi pecundang,” tegasnya.

Roy juga membantah isu pecah kongsi, dengan menegaskan bahwa sejak awal dirinya tidak berada dalam satu tim hukum dengan Eggi Sudjana. Namun ia menekankan ada hal yang jauh lebih serius dari sekadar pertemuan itu.

“Yang paling penting, Eggi harus jujur menyebutkan siapa orang lain yang ada di dalam pertemuan itu,” kata Roy.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

DJP Serahkan Tersangka Sindikat Faktur Fiktif, Negara Dirugikan Rp170 Miliar
Trump Gulingkan Maduro Demi Minyak, Lalu Klaim Diri Presiden Venezuela
Kacau, 5 Tahun Mengendap, Kasus Penipuan di Polres Sidrap Baru Jalan Usai Viral Dulu
Puluhan Ibu Hamil, Anak Sekolah hingga Balita di Majene Diduga Keracunan MBG
Mencekam, Warga AS Diminta Tinggalkan Iran, Trump Keluarkan Ancaman Militer
Lima Tahun Mengendap, Dua Laporan di Polres Sidrap Diduga ‘Di-86-kan’
Demo Pemekaran Luwu Tengah Ricuh, 7 Orang Luka dan Pagar Kantor Gubernur Rusak
Polisi Amankan 4 Brimob Pelaku Penembakan di Tambang Ilegal Bombana

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 01:16 WITA

DJP Serahkan Tersangka Sindikat Faktur Fiktif, Negara Dirugikan Rp170 Miliar

Kamis, 15 Januari 2026 - 00:54 WITA

Trump Gulingkan Maduro Demi Minyak, Lalu Klaim Diri Presiden Venezuela

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:30 WITA

Kacau, 5 Tahun Mengendap, Kasus Penipuan di Polres Sidrap Baru Jalan Usai Viral Dulu

Rabu, 14 Januari 2026 - 02:11 WITA

Puluhan Ibu Hamil, Anak Sekolah hingga Balita di Majene Diduga Keracunan MBG

Rabu, 14 Januari 2026 - 00:00 WITA

Mencekam, Warga AS Diminta Tinggalkan Iran, Trump Keluarkan Ancaman Militer

Berita Terbaru