Buntut Tambang Nikel, Said Didu Sentil “Drama” Bantahan Bahlil

Minggu, 15 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Said Didu (Ist)

Said Didu (Ist)

Zonafaktualnews.com – Polemik tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, memicu respons keras dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu.

Said menyindir keras Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang sebelumnya membantah adanya keterlibatan Presiden Joko Widodo dalam proyek tambang kontroversial tersebut.

Dalam tayangan podcast Abraham Samad SPEAK UP di kanal YouTube eks Ketua KPK Abraham Samad, Sabtu (14/6/2025), Said menyebut bantahan Bahlil tak ubahnya sebagai pertunjukan dramatis yang menyepelekan nalar publik.

“Pak Bahlil, tolong berhenti memperlakukan masyarakat seolah tidak mengerti. Kami tahu proses tambang itu berjenjang—ada izin prinsip, eksplorasi, dan eksploitasi. Jangan dibodohi,” kata Said Didu dengan nada geram.

Ia menyentil keras cara Bahlil membela pemerintah dan menyamakan hal itu dengan tindakan manipulatif, bahkan menyinggung masa lalu Bahlil soal urusan pendidikan.

“Jangan samakan dengan cara Anda mencoba kelabui dosen-dosen UI,” ujarnya menyindir.

BACA JUGA :  Greenpeace Sebut Ada Tiga Menteri yang Jadi Biang Kerok Banjir Bandang Sumatera

Menurut Said, jika saat ini ada aktivitas penambangan yang berjalan, maka itu sudah pasti berada di bawah persetujuan dan pengawasan pemerintah yang sedang berkuasa.

“Kalau ada tambang beroperasi hari ini, izinnya pasti aktif di masa pemerintahan sekarang. Jangan lempar ke masa lalu dan buat drama seolah tak tahu-menahu,” tegasnya.

Sebelumnya, Bahlil menepis semua tudingan dan menyatakan bahwa PT GAG, satu-satunya perusahaan tambang yang masih beroperasi di wilayah itu, telah memiliki kontrak karya sejak 1972—jauh sebelum Jokowi menjadi presiden.

BACA JUGA :  Greenpeace Sebut Ada Tiga Menteri yang Jadi Biang Kerok Banjir Bandang Sumatera

“Enggak ada kaitannya dengan pemerintahan sekarang. Itu kontrak lama. PT GAG sudah punya kontrak sejak zaman Orde Baru,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Negara, Selasa (10/6/2025).

Pernyataan tersebut justru dianggap Said Didu sebagai upaya pengalihan isu, yang menurutnya tidak jujur pada konteks izin beroperasi yang aktif hari ini.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang
Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara
Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang
Kurniawan Nahkodai HMI KOMDAK Gowa, Tekankan Soliditas dan Amanah
Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
7 Penumpang Tewas, Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Diduga Berawal dari Taksi
Harga Minyakita Dibayangi Sinyal Kenaikan, Zulhas Jadi Bulan-bulanan Warganet
Narkoba Bukan Sekadar Kejahatan, tapi Neo-Kolonialisme Hancurkan Generasi

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 09:20 WITA

Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang

Rabu, 29 April 2026 - 08:23 WITA

Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara

Selasa, 28 April 2026 - 21:15 WITA

Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang

Selasa, 28 April 2026 - 20:33 WITA

Kurniawan Nahkodai HMI KOMDAK Gowa, Tekankan Soliditas dan Amanah

Selasa, 28 April 2026 - 09:52 WITA

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Berita Terbaru