Bersyukur dalam Kesulitan

Sabtu, 22 Maret 2025 - 18:42 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Foto Ilustrasi : rasa syukur, dan ketahanan diri dalam perjalanan hidup.

Foto Ilustrasi : rasa syukur, dan ketahanan diri dalam perjalanan hidup.

Hidup tidak selalu berjalan mulus. Ada saat di mana kita merasa terguris oleh keadaan, terhempas oleh kenyataan yang tak sesuai harapan. Namun, di titik itulah kita dihadapkan pada pilihan: mengeluh atau bersyukur?

Sayangnya, banyak dari kita tanpa sadar memilih yang pertama—mengeluh, meratap, dan mempertanyakan takdir. Padahal, mengeluh tak pernah memberi solusi, justru menambah beban di hati.

Pernahkah kita berpikir, mengapa begitu mudah mempertahankan keluhan dibanding mempertahankan rasa syukur?

Sebab, mengeluh adalah jalan pintas bagi perasaan kita untuk menumpahkan ketidakpuasan, sementara bersyukur butuh kesadaran, usaha, dan kebesaran hati.

BACA JUGA :  Jangan Biarkan Kata-kata Orang Lain Merusak Dirimu

Ketika kita sibuk merawat keluhan, kita sebenarnya sedang membiarkan luka itu semakin dalam. Seperti bara dalam sekam, semakin ditiup keluhan, semakin membara rasa kecewa dan ketidakpuasan.

Tapi jika kita memilih bersyukur, meski sulit, itu ibarat meneteskan embun pada api. Perlahan tapi pasti, kesejukan akan menggantikan panasnya keresahan.

Jangan salah, bersyukur bukan berarti pasrah. Bersyukur adalah cara kita meneguhkan hati, menguatkan langkah, dan menemukan makna dalam setiap ujian.

BACA JUGA :  Jangan Biarkan Kata-kata Orang Lain Merusak Dirimu

Dengan bersyukur, kita tidak sedang menyangkal kenyataan, melainkan mengolahnya menjadi pijakan untuk bangkit. Setiap luka yang kita alami bukan untuk diratapi, tetapi untuk dipelajari—agar kita tumbuh lebih kuat, lebih tangguh.

Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dengan keluhan. Jika ada kesempatan untuk bersyukur, mengapa memilih mengeluh? Jika ada ruang untuk berbenah, mengapa berdiam dalam resah?

Kunci dari ketenangan bukan pada seberapa besar kita menghindari masalah, tetapi pada seberapa luas hati kita menerima dan mensyukuri setiap proses kehidupan.

BACA JUGA :  Jangan Biarkan Kata-kata Orang Lain Merusak Dirimu

Maka, mari latih diri kita untuk lebih banyak menciptakan rasa syukur. Karena dalam syukur, ada kelegaan. Dalam syukur, ada kekuatan. Dan dalam syukur, ada kebahagiaan yang tak bisa direnggut oleh keadaan apa pun.

Penulis : Ibhe Ananda
Ketua Umum Serikat Wartawan Media Online Republik Indonesia.
Pakar Hypnotherapy dan Coach Master
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Warga Makassar Siap-siap “Puasa” Air! Bili-Bili Direhab 3 Hari, Cepat Isi Tandon
Bongkar Modus Mobil Tangki, Polres Toraja Utara Sikat Mafia BBM Subsidi
Tower 2 RS HAH Dibangun Rp6 Miliar, Benarkah Masih Pakai AMDAL Lama?
Pria Lansia Tewas di Kanal Batua Raya, Eceng Gondok Jadi Biang Kerok Pencarian
Kasus Pengancaman Dosen UIN Alauddin Makassar, LKBHMI Ambil Sikap Tegas
Owner Arashi Cosmetindo Bagi-bagi Coffee Gratis di Antrean BBM Makassar
Aturan Pemprov Sulsel-Pertamina Diinjak-injak, Sopir Truk Tetap Isi BBM Siang
Rumor Aksi September Hitam Diprediksi Akan Ricuh Tanggal 24 Mendatang

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:21 WITA

Warga Makassar Siap-siap “Puasa” Air! Bili-Bili Direhab 3 Hari, Cepat Isi Tandon

Selasa, 15 September 2026 - 16:09 WITA

Bongkar Modus Mobil Tangki, Polres Toraja Utara Sikat Mafia BBM Subsidi

Selasa, 15 September 2026 - 01:28 WITA

Tower 2 RS HAH Dibangun Rp6 Miliar, Benarkah Masih Pakai AMDAL Lama?

Selasa, 15 September 2026 - 01:06 WITA

Pria Lansia Tewas di Kanal Batua Raya, Eceng Gondok Jadi Biang Kerok Pencarian

Selasa, 15 September 2026 - 00:12 WITA

Kasus Pengancaman Dosen UIN Alauddin Makassar, LKBHMI Ambil Sikap Tegas

Berita Terbaru