Bermodal Air PDAM, Pabrik MineralQu di Gowa Diduga Ilegal

Jumat, 22 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Kolase : Aktvitas pekerja di Pabrik Air Minum bermerk MineralQu di Kawasan Tamarunang, Gowa.

Foto Kolase : Aktvitas pekerja di Pabrik Air Minum bermerk MineralQu di Kawasan Tamarunang, Gowa.

Zonafaktualnews.com – Sebuah pabrik air minum bermerk MineralQu di kawasan Tamarunang, Somba Opu, Gowa, diduga beroperasi tanpa kelengkapan izin usaha dan izin produksi resmi.

Pabrik ini telah menjalankan operasinya selama beberapa bulan terakhir, namun keberadaannya menuai banyak pertanyaan di kalangan masyarakat setempat terkait legalitasnya.

Salah seorang warga setempat mengungkapkan kecurigaannya terhadap legalitas pabrik tersebut. Ia menyoroti tidak adanya papan nama perusahaan yang biasanya mencantumkan nomor izin resmi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya menduga pabrik air MineralQu belum ada legal izinnya karena tidak ada papan nama perusahaan yang bernomor seperti pada umumnya perusahaan air minum mineral yang resmi,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya, Kamis (21/11/2024).

Ketika tim media mengunjungi lokasi pabrik yang berada di salah satu ruko di Jalan Poros Tamarunang, tampilan luar pabrik terlihat seperti bangunan rumah toko biasa.

BACA JUGA :  Telat Tanggap! Pabrik Air Mineral Tak Berizin di Gowa Baru Diselidiki

Tampak beberapa tumpukan kardus berlabel MineralQu, beberapa pekerja yang berlalu-lalang, serta satu unit mobil boks terparkir di depan ruko tersebut.

Saat awak media mencoba masuk untuk mendokumentasikan kegiatan produksi, pintu pabrik terkunci rapat, dan upaya pengambilan gambar dilarang.

Penanggung jawab produksi pabrik, dalam konfirmasi beberapa waktu lalu, mengklaim bahwa proses perizinan sedang berjalan.

Ia juga menyebutkan bahwa izin produksi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah diperoleh.

“Proses perizinan sudah berjalan, tapi kami sudah dapat izin produksi dari BPOM,” ujarnya.

Meski demikian, ia tidak menunjukkan dokumen resmi sebagai bukti atas klaim tersebut.

Sementara itu, Abbas, salah satu karyawan pabrik, memberikan penjelasan lebih rinci.

BACA JUGA :  Diskominfo Gowa Tolak Ungkap Anggaran Media dengan Dalih “Belum Dikuasai”

Ia menyebutkan bahwa pabrik telah beroperasi selama setahun dengan mempekerjakan 15 karyawan yang digaji sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK).

“Kalo karyawan ada 15 orang, dan masalah gaji kami pak ada dan sesuai UMK, serta sudah ada juga fasilitas BPJS kesehatan,” jelas Abbas.

Menurut Abbas, produksi air minum MineralQu menggunakan air bersih yang bersumber dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Namun, tidak ada penjelasan lebih lanjut apakah air tersebut telah melalui pengujian kualitas sesuai standar kesehatan.

“Air PDAM pak yang dipakai untuk memproduksi,” tambahnya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, setiap usaha industri wajib memiliki izin usaha.

Selain itu, Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 mewajibkan produk makanan dan minuman memiliki izin edar resmi.

BACA JUGA :  Sontoloyo, Tengah Malam "Si Kucluk" Merayap Pasang Fiber Optik

Pelanggaran terhadap aturan ini dapat dikenakan sanksi administratif hingga pidana, dengan ancaman penjara maksimal lima tahun atau denda Rp5 miliar sesuai Pasal 120 UU Perindustrian.

Masyarakat setempat mendesak pemerintah untuk segera menyelidiki legalitas pabrik tersebut guna memastikan keamanan produk yang beredar di pasaran.

Mereka berharap tindakan tegas diambil apabila terbukti ada pelanggaran hukum.

Adapun kantor pusat PT. Mata Air Malino, perusahaan yang memproduksi MineralQu, diketahui berlokasi di BTN Minasaupa, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan ilegalitas pabrik MineralQu.

 

(Mirwan)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Ratusan Juta Sudah Habis, Dampak Program Kemiskinan Gowa Belum Tampak
Lima Tahun Mengendap, Dua Laporan di Polres Sidrap Diduga ‘Di-86-kan’
Pengawasan Bobrok, Napi “Spanyol” Bebas Pakai HP, Pimpinan Lapas Bollangi Lalai
Aspal Baru Retak, Proyek APBN Rp7,6 M Jalan Pekkae–Soppeng Diduga Dikorupsi
Oknum LSM-Wartawan ‘Lindungi’ SPBU Panaikang di Takalar, Jerigen Solar Menumpuk
Proyek Rehabilitasi RTLH di Takalar Diduga Dikorupsi, Kayu Berkualitas Rendah Digunakan
Owner Mafia Skincare Masih Jual Produk SW Glow’s Hijau Meski Sudah Di-warning BPOM
PT GOGO OIL, Ronal Jaya dan Bintang Terang 89 Diduga Selundupkan Solar Subsidi

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 23:02 WITA

Ratusan Juta Sudah Habis, Dampak Program Kemiskinan Gowa Belum Tampak

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:03 WITA

Lima Tahun Mengendap, Dua Laporan di Polres Sidrap Diduga ‘Di-86-kan’

Minggu, 11 Januari 2026 - 02:12 WITA

Pengawasan Bobrok, Napi “Spanyol” Bebas Pakai HP, Pimpinan Lapas Bollangi Lalai

Rabu, 7 Januari 2026 - 02:06 WITA

Aspal Baru Retak, Proyek APBN Rp7,6 M Jalan Pekkae–Soppeng Diduga Dikorupsi

Selasa, 6 Januari 2026 - 01:38 WITA

Oknum LSM-Wartawan ‘Lindungi’ SPBU Panaikang di Takalar, Jerigen Solar Menumpuk

Berita Terbaru