Berebut “Tempat Basah”, Pengemis Serang Penjual Tisu

Minggu, 29 Januari 2023 - 07:44 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Berebut “Tempat Basah”, Pengemis Serang Penjual Tisu

Foto Kolase : Pengemis VS Penjual Tisu

Zonafaktualnews.com – Tak hanya tukang parkir yang berebut lahan. Sekelompok pengemis dan penjual tisu berebut “tempat basah” di traffic light Kota Kendari

Kedua kelompok pun akhirnya bertikai, penjual tisu keliling diserang kelompok pengemis. Akibatnya, satu orang terluka.

Peristiwa itu terjadi di traffic light perempatan Pasar Baru Jalan M.T Haryono, Kelurahan Wowawanggu, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (28/1/2023) malam.

Dari informasi yang dihimpun, salah seorang penjual tisu Nurhayani mengatakan, kejadian berawal saat para penjual tisu meminta kepada para pengemis

BACA JUGA :  Perwira Polisi di Kendari Digerebek Istri Bersama Wanita Lain di Homestay

Permintaan itu kata Nurhayati agar para pengemis tidak beraktivitas meminta-minta dengan modus sumbangan di lokasi kejadian, di waktu bersamaan.

Sebab, kata Nurhayati, pihaknya (penjual tisu) juga sedang menjajakan daganganya.

Sekolompok pengemis yang mendengar itu tak terima, sebab kata Nurhayati, mereka yang lebih dulu menempati lokasi itu

Akhirnya kata Nurhayati sekelompok pengemis tersebut menyerang hingga seorang penjual tisu mengalami luka.

“Saya disiram lombok, padahal ada anak kecilku di belakangku saya lindungi. Dia serang saya di tempat duduk,” katanya

BACA JUGA :  Gempar, Wanita di Kendari Pamer Payudara Bergilir Saat Live Instagram

Dia mengaku bahwa ada dua orang yang menyerangnya saat dia sedang duduk di lampu merah.

“Ibu-ibu yang dua. Satu kali dia serang saya, dia tarik saya punya jilbab, dia pukuli saya itu ibu. Saya luka di mata lebam,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kendari AKP Fitrayadi mengatakan, pertikaian antar dua kelompok ini disebabkan karena adanya perebutan lahan di lampu merah

“Mereka meminta sumbangan di lampu merah. Pertikaian dua pihak ini intinya adalah semacam perebutan lahan” ujarnya

BACA JUGA :  Terjerat LGBT, Bripda AN Ditangkap dan Terancam Dipecat

Fitrayadi menambahkan, kelompok satu melarang kelompok lainnya untuk meminta sumbangan di situ

“Sehingga terjadi perkelahian sampai terjadinya tindak pidana penganiayaan antara dua kelompok ini,” katanya.

Atas kejadian itu, kedua kelompok yang bertikai ini telah diamankan di Polsek Baruga untuk dimintai keterangan.

 

Editor : Isal

Berita Terkait

Kejati Sulsel Diduga Kangkangi SE JamPIDUM, Suradi Siapkan Aduan ke Jamwas
Tak Jelas Usut Dugaan Korupsi KONI Rp15 M, Kejari Makassar Diseret ke Jamwas
GRH Sulsel Minta Polri Jangan Cuma Tangkap Kurir, Sikat dan Miskinkan Bandar Sabu
Kecam Pungutan Listrik SDN Mangkura 1, GMMPH Desak Kepsek Dicopot
GRH Sulsel Tantang Prabowo-Gibran Bertanggung Jawab atas 21 Inpres Perampasan DPR
Perang Kelompok Rajawali vs Kokolojia di Makassar Pecah, 1 Pemuda Tewas
Perang Kelompok di Ablam Makassar Telan Korban, Pria Cari Cucu Malah Tewas
Sengkarut Tim Pemenangan DPR RI Berujung Sidang, Istri Eks Ketua Tim Didakwa