Banjir dan Longsor Landa Sulsel, Jeneponto, Bantaeng, Sinjai, hingga Bone Lumpuh

Sabtu, 5 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto kolase - Jeneponto, Bantaeng, Sinjai hingga Bone Dilanda Banjir dan Longsor

Foto kolase - Jeneponto, Bantaeng, Sinjai hingga Bone Dilanda Banjir dan Longsor

Zonafaktualnews.com – Sejumlah wilayah di bagian Sulawesi Selatan (Sulsel) lumpuh akibat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi serentak pada Sabtu, 5 Juli 2025.

Intensitas hujan tinggi yang mengguyur sejak Jumat malam menyebabkan sungai-sungai meluap dan infrastruktur vital rusak parah.

Jeneponto: Warga Terjebak di Atap, Rumah Panggung Runtuh

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabupaten Jeneponto menjadi salah satu daerah paling terdampak.

Di Desa Bonto Tiro, Kecamatan Rumbia, lima warga dari satu keluarga dilaporkan terjebak di atas atap rumah mereka saat banjir tiba-tiba merendam pemukiman sekitar pukul 07.00 WITA.

Air meluap sangat cepat akibat hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan sepanjang malam.

“Air naik dalam hitungan menit, kami tak sempat menyelamatkan diri,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Video yang beredar menunjukkan warga panik, salah satunya terdengar berteriak, “Tolong selamatkan nenekku!”

BACA JUGA :  Papua Nugini Dilanda Bencana Longsor Dahsyat, 300 Orang Tewas

Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di Dusun Sampeang, Desa Bontotro. Sejumlah rumah panggung tumbang dan nyaris hanyut akibat tertimpa pohon besar yang ikut roboh bersama longsoran tanah.

Bantaeng: Empat Kecamatan Dilanda Banjir Bandang

Di Kabupaten Bantaeng, banjir bandang melanda empat kecamatan sekaligus: Bantaeng, Bissappu, Eremerasa, dan Uluere.

Luapan air menghancurkan berbagai fasilitas umum, termasuk tanggul, jembatan, dan ruas jalan.

Laporan dari BPBD Sulsel mencatat sejumlah kerusakan, di antaranya:

  • Tanggul Sungai Biangloe (Kelurahan Lamalaka)
  • Tanggul Sungai Maricayya (Kelurahan Pallantikang)
  • Jalan poros depan Resarea (Kelurahan Bonto Sunggu)
  • Jalan desa di Bontolojong
  • Lahan pertanian di Ulugalung
  • Perahu nelayan milik warga yang hanyut terbawa arus

Kerusakan ini membuat akses warga lumpuh, dan aktivitas ekonomi ikut terhenti.

Sinjai: Jembatan Gantung Putus, Warga Terisolasi

BACA JUGA :  7 Orang Tewas Akibat Longsor dan Banjir Bandang di Luwu

Bencana juga melanda Kabupaten Sinjai. Hujan lebat yang mengguyur sejak malam mengakibatkan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Biroro dan Desa Sukamaju, Kecamatan Tellulimpoe, putus diterjang arus sungai yang meluap pada Sabtu pagi.

“Air naik sejak malam, lalu subuh tiang penyangga ambruk,” kata Tahar, warga setempat.

Jembatan yang dibangun secara swadaya bersama TNI tahun 2018 itu merupakan akses vital bagi warga untuk menyeberang dan mengangkut hasil kebun.

Putusnya jembatan ini membuat ratusan warga kini terisolasi, dan aktivitas ekonomi lumpuh total.

Bone: Sawah Terendam, Jalan Poros Tergenang

Di Kabupaten Bone, banjir melanda wilayah Tonra dan Libureng, yang berada di sepanjang jalan poros Bone–Sinjai.

Hujan deras menyebabkan saluran irigasi dan sungai kecil meluap, merendam rumah-rumah warga dan lahan pertanian.

Air dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa membuat kendaraan sulit melintas. Sejumlah pengendara terpaksa memutar balik karena genangan terlalu dalam.

BACA JUGA :  Maros Kembali Dikepung Banjir, Turikale dan Maros Baru Terparah

“Air naik sekitar subuh, kami tak sempat selamatkan barang-barang,” ujar seorang warga Tonra yang rumahnya ikut terdampak.

Petani setempat khawatir gagal panen karena sawah mereka telah terendam sejak pagi. Aktivitas warga pun terganggu total.

Pemerintah Turun Tangan

BPBD bersama TNI/Polri, SAR, dan relawan masih terus melakukan evakuasi, pendataan kerusakan, dan penanganan darurat.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan daerah perbukitan.

Bencana kali ini menjadi pukulan telak bagi masyarakat di selatan Sulsel, yang kini harus menghadapi kerugian besar secara ekonomi, sosial, dan infrastruktur.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Janda “Londo Ireng”
Tujuh Tahun Pimpin Bank Indonesia, Perry Warjiyo Pilih Mundur Lebih Awal
Prabowo Didesak Minta Maaf, 6 Organisasi Pers Kecam Sebutan “Londo Ireng”
Atas Kerudung, Bawah Warung
Bentrok Sengketa Lahan di Panakkukang Makassar, Tiga Kubu Saling Serang
Iran Gempur Gudang Amunisi dan Menara Pengawas Armada Kelima AS
Korban Pengeroyokan Jadi Tersangka, Polsek Tallo Diduga Kriminalisasi Warga
Tak Terima Dituding Aniaya Staf, Ketua DPRD Bone Bakal Lapor Balik

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 14:16 WITA

Janda “Londo Ireng”

Senin, 27 Juli 2026 - 13:19 WITA

Tujuh Tahun Pimpin Bank Indonesia, Perry Warjiyo Pilih Mundur Lebih Awal

Senin, 27 Juli 2026 - 01:20 WITA

Prabowo Didesak Minta Maaf, 6 Organisasi Pers Kecam Sebutan “Londo Ireng”

Senin, 27 Juli 2026 - 00:22 WITA

Atas Kerudung, Bawah Warung

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:47 WITA

Bentrok Sengketa Lahan di Panakkukang Makassar, Tiga Kubu Saling Serang

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Janda “Londo Ireng”

Senin, 27 Jul 2026 - 14:16 WITA

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Atas Kerudung, Bawah Warung

Senin, 27 Jul 2026 - 00:22 WITA