21 Negara Islam Kecam Serangan Israel ke Iran, Desak Penghentian Provokasi Militer

Selasa, 24 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bendera Negara Islam

Ilustrasi bendera Negara Islam

Zonafaktualnews.com – Sebanyak 21 negara Arab dan Muslim mengecam keras serangan udara Israel ke wilayah Iran dalam pernyataan bersama yang dibacakan pada Sabtu (22/6/2025) dalam pertemuan luar biasa di Kairo, Mesir.

Forum ini diinisiasi oleh Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab, dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Mesir yang baru dilantik, Badr Abdelatty.

Abdelatty menyebut serangan tersebut sebagai tindakan sepihak yang mencederai kedaulatan Iran dan melanggar hukum internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan hanya pelanggaran terhadap Piagam PBB, tapi juga terhadap prinsip dasar hubungan antarnegara,” tegasnya, seperti dikutip dari Al Jazeera Arabic.

BACA JUGA :  Iran Murka! Serangan Israel Buat Negosiasi Nuklir dengan AS Jadi Omong Kosong

Pernyataan sikap itu ditandatangani negara-negara kunci, antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Qatar, Irak, Aljazair, Tunisia, Maroko, Palestina, Turki, Pakistan, hingga Indonesia dan Malaysia. Mereka menyatakan kekhawatiran serius atas memburuknya stabilitas di kawasan Teluk.

“Alih-alih berdialog, Israel memilih kekerasan yang justru memperuncing ketegangan,” bunyi dokumen resmi yang dirilis seusai forum tiga jam itu, dikutip dari Middle East Eye.

Negara-negara Muslim juga menyuarakan kecaman atas dukungan terang-terangan Amerika Serikat terhadap Israel.

Dukungan tersebut dinilai hanya memperburuk konflik dan menambah risiko instabilitas jangka panjang di Timur Tengah.

BACA JUGA :  Iran Murka! Serangan Israel Buat Negosiasi Nuklir dengan AS Jadi Omong Kosong

Turki dan Pakistan bahkan menyebut serangan ke Iran sebagai ancaman terhadap dunia Islam secara keseluruhan.

“Setiap bentuk agresi terhadap negara Muslim adalah ancaman kolektif,” kata Menlu Turki, Hakan Fidan, dikutip TRT World.

Iran menyambut hangat solidaritas negara-negara Muslim. Jubir Kemenlu Iran, Nasser Kanaani, menyebut dukungan itu sebagai simbol bahwa keadilan dan hukum internasional masih hidup.

“Kami mengapresiasi suara kebersamaan dunia Islam,” ujarnya kepada Tasnim News.

Pengamat politik Timur Tengah, Dr. Layla Hamed dari Universitas Kairo, menyebut pernyataan ini sebagai momentum penting yang bisa mengubah dinamika hubungan Arab-Iran.

BACA JUGA :  Iran Murka! Serangan Israel Buat Negosiasi Nuklir dengan AS Jadi Omong Kosong

“Untuk pertama kalinya, mereka bersatu di bawah satu suara menghadapi agresi eksternal,” katanya kepada BBC Arabic.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Israel maupun Amerika Serikat atas pernyataan kolektif ini. Namun analis menilai, tekanan internasional yang dipelopori oleh dunia Islam dapat memperberat posisi diplomatik Israel di forum global.

“Serangan terhadap Iran adalah pelanggaran berat yang tidak bisa dibenarkan dengan dalih apa pun,” tegas Abdelatty menutup forum darurat, dikutip dari Al-Ahram Daily.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh
PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul
Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius
Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan
Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor
2 Lurah di Kendari Terciduk Pesta Miras dan Open BO, Kantor Dijadikan Lokalisasi
Usai Jadi Tersangka MBG, Sony Sonjaya Sebut Nanik S Deyang Pemain Utama
Viral, Tangis Ibu Lansia di RS Balai Paru : “Rita, Sakit’ka Nak, Tidak Ada yang Lihat’ka”

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:23 WITA

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:29 WITA

PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:33 WITA

Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:51 WITA

Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan

Senin, 15 Juni 2026 - 16:38 WITA

Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor

Berita Terbaru