Wapres Era Megawati, Hamzah Haz, Berpulang

Rabu, 24 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hamzah Haz (Ist)

Hamzah Haz (Ist)

Zonafaktualnews.com – Wakil Presiden (Wapres) ke-9 RI Hamzah Haz, meninggal dunia.

Hamzah Haz, meninggal dunia pada Rabu (24/7/2024) pagi di usia 84 tahun.

“Innalillahi wainna ilaihi roji’uuun. Telah wafat DR. KH. Hamzah Haz pada jam 09.30 di Klinik Tegalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini Almarhum sedang diproses dimandikan utk kemudian disholatkan di Mesjid milik Beliau, Jl Nenas, Bogor,” demikian bunyi pesan yang beredar di group-group WhatsApp Wartawan.

Dari informasi yang dihimpun, Wapres era Megawati Soekarnoputri ini meninggal dunia bukan karena sakit tapi faktor usia.

Hal tersebut disampaikan  oleh anggota Komisi VIII DPR dari fraksi PPP Syaifullah Tamliha

Syaifullah mengatakan Hamzah Haz sudah sering berobat ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.

Secara riwayat kesehatan kata Syaifullah ia sama sekali tidak mengidap penyakit serius.

“Selama keluar masuk RSPAD, tidak ada penyakit serius,” ujarnya.

Kendati demikian, jenazah Hamzah Haz akan dimakamkan di samping masjid Al-Ikhlas di sebelah makam sang Istri.

BACA JUGA :  Kejam, Paspampres Jokowi Seret Kakek Berjubah hingga Meninggal

“Beliau dimakamkan di samping Masjid Al-Ikhlas, di mana beliau mendirikan masjid ini.

Pak Hamzah Haz dimakamkan di samping istrinya,” demikian salah satu pengurus yayasan yang didirikan Hamzah Haz

Perjalanan Hidup : Dari Guru dan Wartawan Hingga Wapres

Lahir di Ketapang, Kalimantan Barat pada 15 Februari 1940, Hamzah Haz meniti karier dari berbagai bidang sebelum akhirnya menjabat sebagai Wakil Presiden RI ke-9 pada tahun 2001.

Beliau menjabat bersamaan dengan naiknya Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden.

Dalam dunia politik, Hamzah Haz pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Pada Pemilu 2004, Hamzah Haz dicalonkan sebagai calon presiden oleh PPP berpasangan dengan Agum Gumelar sebagai calon wakil presiden.

Sejak SMP, Hamzah sudah aktif berorganisasi. Lulus dari Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) di Pontianak pada 1961, ia menjadi wartawan surat kabar Pontianak, Bebas.

Aktif berorganisasi sejak SMP, Hamzah mendirikan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia saat kuliah dan terpilih menjadi ketua.

BACA JUGA :  Tujuh Jemaah Haji Asal Indonesia Dilaporkan Meninggal Dunia di Arafah

Pada tahun 1965, Hamzah kembali ke Pontianak dan melanjutkan studinya di Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura dengan jurusan ekonomi perusahaan.

Di luar kampus, ia menjadi Ketua Presidium KAMI Konsulat Pontianak dan mewakili Angkatan 66 di DPRD Kalimantan Barat.

Hamzah juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPW Nahdlatul Ulama (NU) Kalimantan Barat dan mewakili NU di Gedung DPR/MPR Senayan pada tahun 1971.

Setelah NU bergabung dalam Partai Persatuan Pembangunan, Hamzah terpilih menjadi anggota DPR mewakili PPP.

Beliau juga menjadi salah seorang ketua DPP PPP sebelum akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum DPP PPP pada akhir 1998.

Pada tahun 1998, Hamzah Haz menjabat sebagai Menteri Negara Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di kabinet Presiden B.J. Habibie.

Setelah Pemilu 1999, ia diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (Menko Kesra dan Taskin) dalam kabinet pimpinan Presiden Abdurrahman Wahid.

BACA JUGA :  Kepsek yang Tewas Dianiaya Kekasih Tak Ada Keluarga di Bantaeng

Kemudian pada tanggal 26 Juli 2001, Hamzah terpilih sebagai Wakil Presiden Indonesia yang ke sembilan, menjabat hingga tahun 2004.

Riwayat Karir Hamzah Haz

  • Guru SM Ketapang (1960-1962)
  • Wartawan surat kabar Bebas, Pontianak, Kalimantan Barat (1960-1961)
  • Pimpinan Umum Harian Berita Pawau, Kalimantan Barat
  • Ketua PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) (1962)
  • Ketua Badan Pemeriksa Induk Koperasi Kopra Indonesia (1965-1970)
  • Ketua Presidium KAMI Konsulat Pontianak (1968-1971)
  • Asisten Dosen di Universitas Tanjungpura Pontianak (1968-1971)
  • Anggota DPRD Tingkat I Kalimantan Barat (1968-1971)
  • Anggota DPR RI (1971-2001)
  • Menteri Negara Investasi/Kepala BKPM (1998-1999)
  • Wakil Ketua DPR (1999-2001)
  • Menko Kesra dan Taskin (1999)
  • Wakil Presiden RI (26 Juli 2001-2004)

Jabatan Dalam Kabinet

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan dalam kabinet Persatuan Nasional masa kerja 26 Oktober 1999 – 9 Agustus 2001

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai
Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”
Komisi III DPR RI Desak Kejaksaan Bongkar Aktor di Balik Kerusakan Banjir Aceh
Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Dicap Pecundang Usai Diam-diam Temui Jokowi
Eks Menag Yaqut Ditetapkan Tersangka Skandal Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun
Saling Serang Berakhir Pidana, Richard Lee dan Doktif Sama-sama Jadi Tersangka
Banjir Sumut dan Dugaan Jejak Kekuasaan, Aparat Didesak Periksa Luhut
KUHP Pidana Perzinahan Sah, Pelakor, Pebinor, dan Pasangan Kumpul Kebo Bisa Dipenjara

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:40 WITA

Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai

Jumat, 23 Januari 2026 - 02:45 WITA

Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”

Sabtu, 10 Januari 2026 - 14:50 WITA

Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Dicap Pecundang Usai Diam-diam Temui Jokowi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 01:40 WITA

Eks Menag Yaqut Ditetapkan Tersangka Skandal Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun

Selasa, 6 Januari 2026 - 17:57 WITA

Saling Serang Berakhir Pidana, Richard Lee dan Doktif Sama-sama Jadi Tersangka

Berita Terbaru