Usai Dikecam Publik, Lurah Maricaya Baru Minta Maaf atas Kasus Nenek Sakit Ambil Raskin

Kamis, 18 Desember 2025 - 09:57 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Usai Dikecam Publik, Lurah Maricaya Baru Minta Maaf atas Kasus Nenek Sakit Ambil Raskin

Lurah Maricaya Baru, Budianto (tengah) saat mengunjungi rumah nenek Wahbah di Jalan Monginsidi Baru, Makassar. (Ist)

Zonafaktualnews.com – Setelah menuai kecaman luas dari publik, Lurah Maricaya Baru, Budianto, akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Wahbah (85), lansia yang sempat viral karena harus digotong warga untuk mengambil bantuan beras di kantor kelurahan.

Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung saat Budianto mengunjungi kediaman Wahbah di Jalan Monginsidi Baru, Rabu (19/12/2025) pagi.

Budianto datang bersama sejumlah staf kelurahan serta perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) sebagai bentuk tanggung jawab moral atas polemik yang terjadi.

“Kami datang untuk menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelayanan kemarin terdapat kekurangan,” ujar Budianto di hadapan keluarga Wahbah.

Budianto menegaskan, persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Ia menyebut pihak keluarga Wahbah telah menerima permohonan maaf dan tidak ingin memperpanjang persoalan yang sempat menyedot perhatian publik itu.

“Kami sudah berkunjung langsung dan keluarga juga sudah memaafkan. Kami anggap masalah ini selesai,” katanya.

Meski demikian, Budianto berharap agar rekaman video yang telanjur beredar luas di media sosial tidak lagi dipolemikkan.

BACA JUGA :  Fenny Frans Nangis dan Minta Maaf di Podcast dr. Richard, dr. Oky: Jangan ke Saya

Menurutnya, situasi di lapangan telah diluruskan dan tidak ada niat dari pihak kelurahan untuk mempersulit warga.

Budianto juga mengungkapkan bahwa pihak kelurahan sempat menyarankan agar Wahbah kembali mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Namun, keluarga memilih merawat Wahbah di rumah mengingat kondisi usia yang sudah sangat lanjut.

Nenek sakit ambil raskin Makassar
Seorang nenek renta berusia 85 tahun, Wahbah, yang masih dalam kondisi sakit dan baru keluar dari rumah sakit, terpaksa digotong tetangga hanya demi mengambil bantuan beras miskin. (Ist)

Sebelumnya, pemandangan memilukan terjadi di Kota Makassar. Seorang nenek renta berusia 85 tahun, Wahbah, yang masih dalam kondisi sakit dan baru keluar dari rumah sakit, terpaksa digotong tetangga hanya demi mengambil bantuan beras miskin (raskin).

Peristiwa tersebut menyita perhatian publik usai video penggotongan Wahbah viral di media sosial, Rabu (17/12/2025).

Nenek tersebut disebut dipaksa hadir langsung ke kantor Kelurahan Maricaya Baru, Kecamatan Makassar, lantaran pihak kelurahan menolak penyaluran bantuan jika diwakilkan oleh keluarga.

Menantu Wahbah, Emmi (65), mengungkapkan bahwa persoalan bermula ketika pihak keluarga mencoba mengambil bantuan sembako atas nama Wahbah.

BACA JUGA :  Keterlaluan! Kelurahan Maricaya Baru ‘Paksa’ Nenek yang Sakit Datang Ambil Raskin

Sayangnya, upaya itu kandas karena petugas kelurahan bersikeras bahwa penerima bantuan harus datang sendiri.

“Sudah kami jelaskan kalau mama ini sakit, tidak bisa jalan, baru keluar rumah sakit. Tapi tetap dibilang tidak bisa, harus orangnya langsung,” kata Emmi kepada wartawan, Rabu (17/12/2025).

Emmi menyebut pihak kelurahan sempat meminta KTP Wahbah sebagai syarat pengambilan. Meski KTP tersebut dibawa, permohonan keluarga tetap ditolak.

Bahkan ketika Emmi datang sendiri ke kantor kelurahan untuk menjelaskan kondisi mertuanya, jawaban yang diterima tidak berubah.

Menurut Emmi, sikap tersebut membuat keluarganya merasa dipermainkan dan tidak diperlakukan secara manusiawi.

Emmi menyayangkan pelayanan pemerintah yang dinilai tidak memperhatikan kondisi kesehatan warga lanjut usia.

“Adik saya bolak-balik, capek, cuma mau ambil dua karung beras. Rasanya seperti kami tidak dihargai sama sekali,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Karena bantuan tak kunjung diberikan, keluarga akhirnya mengambil langkah ekstrem.

BACA JUGA :  Nusron Wahid Dirujak Netizen Usai Klaim Semua Tanah Milik Negara

Wahbah yang lemah dan tak mampu berjalan digotong keluar rumah oleh kerabat dan tetangga.

Warga kemudian membantu menaikkan tubuh lansia itu ke atas bentor untuk dibawa langsung ke kantor kelurahan.

“Masyarakat yang gotong mama, dibawa pakai bentor ke kantor lurah,” tutur Emmi.

Setibanya di lokasi, Lurah Maricaya Baru, Budianto, disebut sempat meminta agar Wahbah tidak turun dari bentor.

Budianto berdalih akan mengantarkan bantuan langsung ke rumah Wahbah. Sayangnya, keluarga menilai respons tersebut terlambat dan baru muncul setelah kejadian menjadi sorotan warga.

“Kalau tidak dibawa begini, mungkin tidak dipercaya kalau mama benar-benar sakit,” ujar Emmi dengan nada kesal.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Bongkar Dugaan Korupsi Rp2,3 Miliar, Ketua GRH Laporkan Dispora Makassar
Jaringan BSS VinFast di Gowa-Maros Hanya Omon-omon, Konsumen Kecewa
2 Pelangsir Disikat, Operator-SPBU ‘Dilindungi’, Polres Parepare Tebang Pilih?
Diduga Rugikan Negara, Dana Hibah KORMI Makassar 1,5 M Dilapor ke Kejati
Praktisi Hukum Desak Evaluasi Total K3 Usai Lima Jurnalis Gugur di Krakatau
Kayu Ilegal di Luwu Utara Digagalkan, Sopir dan Truk Diamankan Petugas
Jalan Beton Parepare Diduga Ubah Ready Mix, Mutu K250 Diminta Diuji Core Drill
Kejari Kantongi LHP BPK, Kasus Korupsi Jalan Beton Parepare Segera Diekspose

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 01:47 WITA

Bongkar Dugaan Korupsi Rp2,3 Miliar, Ketua GRH Laporkan Dispora Makassar

Sabtu, 19 September 2026 - 01:02 WITA

Jaringan BSS VinFast di Gowa-Maros Hanya Omon-omon, Konsumen Kecewa

Jumat, 18 September 2026 - 18:08 WITA

2 Pelangsir Disikat, Operator-SPBU ‘Dilindungi’, Polres Parepare Tebang Pilih?

Jumat, 18 September 2026 - 17:07 WITA

Diduga Rugikan Negara, Dana Hibah KORMI Makassar 1,5 M Dilapor ke Kejati

Jumat, 18 September 2026 - 08:49 WITA

Praktisi Hukum Desak Evaluasi Total K3 Usai Lima Jurnalis Gugur di Krakatau

Berita Terbaru