Susi Pudjiastuti Geram, Japri Seskab Usai Hasan Nasbi Sepelekan Teror Kepala Babi

Minggu, 23 Maret 2025 - 02:28 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Susi Pudjiastuti Geram, Japri Seskab Usai Hasan Nasbi Sepelekan Teror Kepala Babi

Foto Kolase : Susi Pudjiastuti dan Hasan Nasbi

Zonafaktualnews.com – Susi Pudjiastuti tak bisa menahan amarah. Komentar Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi soal teror kepala babi di kantor Tempo membuatnya berang.

Tak sekadar mengungkapkan kekesalan di media sosial, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu langsung bergerak. Ia menghubungi Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya secara pribadi.

“Ketidaktahuan! Dia harus berhenti mewakili pemerintah berbicara di depan umum,” tulis Susi di platform X, menyindir pernyataan Hasan yang terkesan meremehkan. Sabtu (22/3/2025).

BACA JUGA :  Firdaus Oiwobo Ngamuk dengan Pengacara, Netizen: Umur Segini Lagi Lucu-lucunya

Sebelumnya, Tempo mendapat kiriman paket kepala babi tanpa telinga, langsung ditujukan kepada jurnalis Francisca Christy Rosana alias Cica. Insiden ini dikecam luas sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan pers.

Namun, alih-alih menyikapi dengan serius, Hasan Nasbi justru melontarkan pernyataan santai yang bikin geram.

“Sudah dimasak saja,” katanya, seolah menganggap teror itu bukan hal besar.

Ketika ditegaskan bahwa kepala babi tersebut bagian dari ancaman, Hasan tetap pada pendiriannya. Ia berdalih bahwa Cica sendiri tak merasa terancam.

BACA JUGA :  Link Video Diduga Hilda Pricillya Persit Ramai di Media Sosial, Hati-hati Klik

“Saya lihat dari media sosialnya, dia malah bercanda minta dikirim daging babi. Artinya dia nggak terancam, kan?” ucapnya.

Bagi Susi, respons seperti itu tak bisa ditoleransi. Ia pun mengabarkan tindakannya kepada publik.

“Done,” tulisnya singkat, mengisyaratkan bahwa langkah konkret sudah diambil.

Pernyataan Hasan memicu polemik. Ia kemudian mencoba memberi klarifikasi bahwa ucapannya merujuk pada reaksi Cica sendiri.

“Tidak ada maksud merendahkan pers. Justru kalau diteror seperti itu, meresponsnya dengan santai adalah cara terbaik melemahkan peneror,” dalihnya.

BACA JUGA :  Heboh, Kepsek dan Guru SD Pekalongan Terciduk "Adu Kelamin" di Ruang Kelas

Namun, bagi Susi Pudjiastuti dan banyak pihak, komentar tersebut tetap tak bisa diterima. Mereka menuntut tanggung jawab lebih dari seorang pejabat yang berbicara atas nama negara.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Jambret Sial, Niat Rampas HP Malah Tumbang Ditendang Wanita Silat di Mamuju
Pembalut Wanita “Dipalak” PPN 11 Persen, Pemerintah Diminta Kaji Ulang
Binance Kena Hack Rp114 Triliun, Laptop Karyawan Jadi Celah Masuk Hacker
Kebijakan Tidak Jalan! Gerindra Sebut Tiga Menteri Layak Diberi “Rapor Merah”
Digeruduk Loyalis Usai Fitnah Anggota DPR RI, Kadispar Sultra Minta Maaf
Tawuran Pecah di Makassar, Konvoi Motor Diserang Pakai Busur dan Batu
Makam Tebing Toraja Utara Dilahap Karhutla, 270 Jenazah Berakhir Jadi Abu
Houthi Gempur Habis-habisan Arab Saudi, Kilang Minyak Ras Tanura Terbakar