Ringkasan
Rokok ilegal merek Konser dilaporkan beredar luas di Sulawesi Selatan dengan dugaan manipulasi pita cukai. Kemasan yang tercantum berisi 12 batang disebut dijual berisi 20 batang, sehingga dinilai melanggar aturan cukai dan merugikan penerimaan negara serta pelaku usaha rokok legal.
Forum Koalisi Rakyat Bersatu mendesak Bea Cukai Sulbagsel dan kepolisian bertindak tegas, melakukan investigasi, dan menindak pelaku serta pemasoknya. Hingga berita ini ditulis, Bea Cukai Sulbagsel belum memberi tanggapan resmi.
Zonafaktualnews.com – Rokok ilegal merek Konser kini merajai pasar di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan modus pelanggaran pita cukai yang dimanipulasi.
Pasalnnya, rokok ini berisi 12 batang per bungkus, namun kenyataannya dijual dengan 20 batang dalam kemasan yang sama.
Praktik ini jelas-jelas melanggar ketentuan cukai yang berlaku dan merugikan negara dalam penerimaan pajak yang seharusnya.
Ironisnya, meskipun sudah menjadi konsumsi umum di kalangan masyarakat dan pedagang, rokok ilegal ini terus bebas beredar tanpa ada upaya signifikan dari Bea Cukai Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulbagsel) untuk menindak pelanggaran tersebut.
“Setiap hari rokok Konser ini ada di pasaran, tapi tidak ada tindakan dari Bea Cukai. Seolah-olah mereka tidak peduli dengan pelanggaran ini,” ungkap Muhammad Darwis, Ketua Forum Koalisi Rakyat Bersatu (F-KRB) dalam keterangannya, Sabtu (19/10/2024).
- Tak Puas Langkah Sekolah, Ortu Siswi Korban Bully di Takalar Lapor Polisi
- Diduga Genjot Bright Gas, Pertamina Dituding Mainkan Krisis LPG di Sulsel, Benarkah?
- Influencer Tajir Tewas Usai Jalani Suntik “Burung” di Thailand
- LPG 3 Kg Langka, Polda Sulsel Didesak Sikat Penimbun hingga Kios Nakal
- Gara-gara Abu Vulkanik, Pak RT Salah Masuk Rumah Janda
Rokok ilegal merek Konser yang bebas beredar ini tidak hanya merugikan negara dari segi penerimaan cukai yang hilang, tetapi juga merusak daya saing produk rokok legal yang sudah memenuhi semua regulasi.
Keberadaan rokok ilegal yang murah dan tidak terdaftar mempengaruhi pelaku usaha rokok yang sah, yang harus mematuhi aturan dan membayar cukai secara benar.
Darwis pun mempertanyakan ketegasan dan pengawasan yang dilakukan oleh Bea Cukai Sulbagsel.
“Apakah ada indikasi pembiaran terhadap praktik pelanggaran ini, ataukah pengawasan yang lemah?” ungkapnya.
F-KRB menilai bahwa kondisi ini sudah menjadi darurat rokok ilegal yang harus segera ditangani.
“Kami mendesak Bea Cukai Sulbagsel dan pihak kepolisian untuk tidak tidur. Darurat rokok ilegal di Sulsel kini menghantui masyarakat. Kami yakin mereka tahu tapi seolah pura-pura tidak tahu,” tegas Darwis.
F-KRB juga mendesak agar Bea Cukai dan aparat kepolisian segera melakukan langkah-langkah tegas untuk memberantas peredaran rokok ilegal.
“Kami mendesak agar Bea Cukai Sulbagsel dan kepolisian melakukan investigasi terhadap setiap temuan yang ada dari masyarakat dan media. Pelaku dan pemasok rokok ilegal harus ditangkap dan diberikan sanksi tegas,” tambahnya.
Hingga berita ini ditulis, pihak Bea Cukai Sulbagsel belum memberikan tanggapan resmi terkait peredaran rokok ilegal merek Konser ini.
Sementara itu, rokok ilegal merek Konser terus merajalela di pasar, merugikan berbagai pihak, dan menciptakan ketidakadilan bagi pelaku usaha rokok yang sah.
Masyarakat pun berharap agar pihak berwenang segera turun tangan untuk mengatasi permasalahan ini sebelum semakin meresahkan dan merugikan ekonomi negara.
(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok




















