Rocky Tegaskan Pemakzulan Gibran Bisa Dilakukan Asal Didukung DPR dan MK

Kamis, 8 Mei 2025 - 00:23 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Rocky Tegaskan Pemakzulan Gibran Bisa Dilakukan Asal Didukung DPR dan MK

Pengamat politik Rocky Gerung (Net)

Zonafaktualnews.com – Pengamat politik Rocky Gerung menilai pemakzulan terhadap Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka bukanlah hal yang mustahil.

Menurutnya, peluang itu secara hukum terbuka, asalkan mendapat dukungan politik yang cukup di parlemen dan diuji di Mahkamah Konstitusi.

“Secara normatif, pemakzulan bukan barang haram. Itu sah menurut konstitusi, tinggal apakah DPR mau memprosesnya dan MK menilainya masuk akal,” ujar Rocky dalam perbincangan di kanal YouTube-nya bersama jurnalis Hersubeno Arief, Rabu (7/5/2025).

Rocky menegaskan bahwa mekanisme impeachment di Indonesia sudah jelas, lengkap dengan syarat-syarat berat seperti pengkhianatan terhadap negara, korupsi besar, atau pelanggaran hukum berat lainnya. Namun, tantangan terbesar justru bukan di hukum, melainkan di realitas politik.

BACA JUGA :  Viral Bagan Pemakzulan Gibran Vs Bubarkan DPR Versi Diaspora Bocor, Skenario Siapa?

Menurutnya, dengan mayoritas kursi DPR saat ini dikuasai oleh partai-partai pendukung pasangan Prabowo-Gibran, upaya mendorong pemakzulan sangat sulit direalisasikan tanpa dinamika politik besar.

“Kalau kekuatan mayoritas DPR tidak goyah, ya tidak akan jalan. Ini bukan soal benar atau salah secara hukum, tapi siapa yang pegang kendali politik,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa tahapan pemakzulan tidak bisa asal dijalankan. Setelah ada inisiasi dari DPR, proses selanjutnya harus mendapat persetujuan Mahkamah Konstitusi yang akan menilai apakah dalil-dalil pemakzulan memang kuat secara hukum.

BACA JUGA :  Polisi Mulai Selidiki Dugaan Penyebaran Hoax Rocky Gerung

Jika lolos di MK, barulah MPR bisa mengambil keputusan akhir.

“Jadi DPR itu pintu pertama, MK itu penyaring, dan MPR jadi pemutus. Tanpa dukungan kuat dari ketiganya, itu cuma wacana yang tak sampai meja sidang,” jelas Rocky.

Ia juga menyinggung pernyataan Presiden terpilih Prabowo Subianto yang pernah menyebut dirinya sebagai murid dari para jenderal senior seperti Wiranto, Try Sutrisno, hingga Hendropriyono.

Menurut Rocky, ini mencerminkan bahwa di balik soliditas formal, bisa saja muncul perbedaan sikap di kalangan elite senior.

“Kalau Prabowo saja menyebut dirinya masih tunduk pada pandangan senior, artinya ruang perbedaan pendapat itu ada. Dan politik bisa berubah kapan saja,” ucapnya.

BACA JUGA :  Rocky Gerung Sentil Bagi-bagi Jabatan PSI di Kemenhut Sebut Efisiensi Hanya Omon-omon

Rocky menutup dengan menyatakan bahwa wacana pemakzulan terhadap Gibran kemungkinan besar masih akan terus muncul, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kondisi politik yang berkembang.

“Secara hukum jalan itu ada, tapi siapa yang berani menapakinya duluan, itu yang masih jadi pertanyaan,” pungkasnya.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Pembalut Wanita “Dipalak” PPN 11 Persen, Pemerintah Diminta Kaji Ulang
Binance Kena Hack Rp114 Triliun, Laptop Karyawan Jadi Celah Masuk Hacker
Kebijakan Tidak Jalan! Gerindra Sebut Tiga Menteri Layak Diberi “Rapor Merah”
Digeruduk Loyalis Usai Fitnah Anggota DPR RI, Kadispar Sultra Minta Maaf
Tawuran Pecah di Makassar, Konvoi Motor Diserang Pakai Busur dan Batu
Makam Tebing Toraja Utara Dilahap Karhutla, 270 Jenazah Berakhir Jadi Abu
Houthi Gempur Habis-habisan Arab Saudi, Kilang Minyak Ras Tanura Terbakar
Diduga Istimewakan Penipu, Polresta Gowa Diminta Cabut Penangguhan AHA