Rel KA Tertimbun Longsor, BPKA Sulsel Lempar Bola ke PT Celebes Railway Indonesia

Minggu, 29 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kereta Api Trans-Sulawesi (Ist)

Kereta Api Trans-Sulawesi (Ist)

Zonafaktualnews.com – Tingginya curah hujan di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) mengakibatkan longsor di sejumlah titik, salah satunya menimbun rel kereta api di Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep.

Peristiwa ini berdampak langsung pada operasional kereta api menuju Barru, membuat banyak penumpang terpaksa mencari moda transportasi alternatif.

Janna, salah satu calon penumpang dari Stasiun Maros, mengungkapkan kekecewaannya saat mengetahui jalur rel ke Barru tertutup longsor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mau beli tiket kereta api menuju Barru. Namun dapat info katanya jalur rel arah menuju Barru tertimbun longsor,” ujar Janna, mengutip matajurnalisnews.com pada Sabtu (28/12/2024).

BACA JUGA :  Dua Nyawa Jadi “Tumbal”, BPKA Sulsel Dianggap Lalai Lindungi Warga

Akibatnya, Janna harus menyewa mobil sebagai alternatif. “Semoga tumpukan longsor bisa segera diangkut agar bisa kembali beroperasi seperti biasanya,” harapnya.

BPKA: Itu Tugas PT Celebes Railway Indonesia (CRI)

Kepala Divisi Humas Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulsel, Ryan Agastiaguna, membenarkan adanya gangguan operasional akibat longsor di jalur kereta api Mandalle. Namun, Ryan menegaskan bahwa penanganan longsor bukanlah tanggung jawab BPKA.

“Sebenarnya wewenang kami di BPKA hanya urusan operasional KA saja. Untuk masalah teknis terkait adanya rel kereta api yang tertimbun longsor merupakan kewenangan pihak PT Celebes Railway Indonesia (CRI),” ujar Ryan.

BACA JUGA :  Dua Nyawa Jadi “Tumbal”, BPKA Sulsel Dianggap Lalai Lindungi Warga

Ryan juga menyebutkan bahwa operasional kereta api menuju Stasiun Pekkae dan Garongkong di Barru sudah terhenti selama lima hari terakhir. Sosialisasi mengenai gangguan tersebut telah disampaikan melalui media sosial.

“Saat ini, pembenahan terus berlangsung oleh pihak CRI. Longsor ini murni disebabkan faktor alam, bukan karena kesalahan teknis operasional,” jelasnya.

Progres Penanganan Longsor Belum Jelas

Saat ditanya mengenai progres penanganan longsor, Ryan mengaku belum menerima laporan terkini dari PT CRI.

BACA JUGA :  Dua Nyawa Jadi “Tumbal”, BPKA Sulsel Dianggap Lalai Lindungi Warga

Ia juga meminta wartawan untuk langsung mengonfirmasi ke pihak CRI mengenai perkembangan teknis pekerjaan tersebut.

“Sebab mitra kami, CRI, yang bertanggung jawab atas Pelayanan Pengoperasian dan Perawatan Prasarana Perkeretaapian di Sulsel,” ujarnya.

“Apabila membutuhkan data detail tentang progres pekerjaan, nanti dibantu koordinasi dengan pihak CRI,” pungkas Ryan.

Hingga kini, jalur kereta api ke Barru masih belum bisa dioperasikan. Warga dan calon penumpang berharap agar penanganan longsor dapat segera diselesaikan demi kelancaran transportasi di wilayah tersebut.

 

(MJN/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi
CCW Desak Kejati Sulsel Usut Dugaan Manipulasi Anggaran Bansos di Dinkes Gowa
Kasus Pungli PTSL di Maros Masih Mengendap, Penegakan Hukum Melempem
SPBU 74.922.47 di Takalar Diduga Jadi Sarang Penyelundupan Solar Subsidi
Kasus Proyek UMKM Galesong Mangkrak, Kejari Takalar Dituding ‘Parkir’ Dana Rakyat
Diduga Langgar Spesifikasi, Proyek SMPN 19 Sinjai Akan Dilaporkan ke KPK
Oknum Pegawai PLN Takalar Diduga Lakukan Pencurian Listrik dari Pos Ronda
Hutan Lindung di Malino Gundul, Puluhan Hektare Diduga Dikuasai Mafia Kayu

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:40 WITA

Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi

Jumat, 9 Januari 2026 - 04:00 WITA

CCW Desak Kejati Sulsel Usut Dugaan Manipulasi Anggaran Bansos di Dinkes Gowa

Kamis, 8 Januari 2026 - 09:21 WITA

Kasus Pungli PTSL di Maros Masih Mengendap, Penegakan Hukum Melempem

Minggu, 28 Desember 2025 - 00:51 WITA

SPBU 74.922.47 di Takalar Diduga Jadi Sarang Penyelundupan Solar Subsidi

Rabu, 24 Desember 2025 - 13:36 WITA

Kasus Proyek UMKM Galesong Mangkrak, Kejari Takalar Dituding ‘Parkir’ Dana Rakyat

Berita Terbaru