PMII Gowa Tolak Kenaikan PPN 12 Persen, Soroti Kebijakan yang Dinilai Tidak Berkeadilan

Selasa, 31 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi PMII Gowa di Bawah Rintik Hujan Menyuarakan Aspirasi dan Menolak Kenaikan PPN 12 Persen

Aksi PMII Gowa di Bawah Rintik Hujan Menyuarakan Aspirasi dan Menolak Kenaikan PPN 12 Persen

Zonafaktualnews.com – Puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Gowa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Gowa, Selasa (31/12/2024).

PMII Gowa dengan lantang menyuarakan penolakan terhadap kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen, yang dianggap memberatkan masyarakat kecil.

Dalam orasinya, para mahasiswa menuding kebijakan tersebut lebih berpihak pada kelompok elit daripada kesejahteraan rakyat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Banyak kelas penguasa mengalihkan fungsi kekuasaan untuk akumulasi keuntungan tanpa memikirkan kondisi sosial masyarakat. Kebijakan kenaikan PPN ini sangat regresif terhadap daya beli masyarakat, terutama kelompok ekonomi bawah,” ujar salah satu orator aksi.

BACA JUGA :  Tuntutan Menggema, Mahasiswa Geruduk Mabes Polri Minta Kapolda Sulsel Dicopot

PMII juga mengkritik strategi fiskal pemerintah yang mereka anggap belum inklusif dan tidak berkeadilan. Mereka menyerukan agar pemerintah mencari solusi lain untuk meningkatkan pendapatan negara tanpa membebani rakyat kecil.

“Kenaikan PPN tidak boleh menjadi satu-satunya cara. Pemerintah harus mengoptimalkan pajak penghasilan progresif, meningkatkan kepatuhan pajak dari individu dan korporasi besar, serta mengurangi ketergantungan pada pajak tidak langsung,” tambahnya.

Tuntutan PMII Kabupaten Gowa

Dalam aksi tersebut, mahasiswa PMII menyampaikan beberapa tuntutan, di antaranya:

  1. Mendesak pemerintah untuk mengkaji ulang kebijakan kenaikan PPN.
  2. Mendorong komunikasi aktif antara pemerintah dan masyarakat dalam penyusunan kebijakan fiskal.
  3. Memperbaiki instrumen pajak agar lebih adil dan inklusif.
  4. Menguatkan kebijakan sosial untuk mengimbangi dampak kenaikan PPN.
  5. Mendesak Presiden RI mengeluarkan peraturan presiden (perpres) yang membatalkan kenaikan PPN 12%.
  6. Meminta DPR Kabupaten Gowa mengeluarkan rekomendasi penolakan terhadap kebijakan tersebut.
  7. Mendesak Presiden RI mundur jika tidak dapat membatalkan kebijakan tersebut.
BACA JUGA :  Aksi di Ditlantas Polda Sulsel, Mahasiswa Minta Kapolda dan Dirlantas Dicopot

Mahasiswa juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran negara. Mereka berharap kebijakan pemerintah lebih memperhatikan dampak sosial terhadap masyarakat kecil, terutama di tengah tantangan ekonomi saat ini.

Tidak Hadirnya Aparat Kepolisian

Aksi yang berlangsung damai ini juga diwarnai oleh absennya aparat kepolisian, baik dari Polsek maupun Polres Gowa.

BACA JUGA :  Tokoh Militer hingga Eks Menteri Turun Aksi, KPK Didesak Bongkar Bunker Jokowi

Ketidakhadiran aparat membuat pengunjuk rasa leluasa melakukan pembakaran ban di tengah jalan, yang sempat menyebabkan kemacetan dan memaksa pengendara memutar balik.

Meski demikian, aksi berjalan lancar hingga selesai tanpa insiden.

“Kami menutup aksi ini dengan menyerukan pentingnya dialog inklusif antara pemerintah dan masyarakat agar kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan prinsip keadilan sosial,” ujar koordinator aksi sebelum membubarkan diri.

 

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi
CCW Desak Kejati Sulsel Usut Dugaan Manipulasi Anggaran Bansos di Dinkes Gowa
Kasus Pungli PTSL di Maros Masih Mengendap, Penegakan Hukum Melempem
SPBU 74.922.47 di Takalar Diduga Jadi Sarang Penyelundupan Solar Subsidi
Kasus Proyek UMKM Galesong Mangkrak, Kejari Takalar Dituding ‘Parkir’ Dana Rakyat
Diduga Langgar Spesifikasi, Proyek SMPN 19 Sinjai Akan Dilaporkan ke KPK
Oknum Pegawai PLN Takalar Diduga Lakukan Pencurian Listrik dari Pos Ronda
Hutan Lindung di Malino Gundul, Puluhan Hektare Diduga Dikuasai Mafia Kayu

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:40 WITA

Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi

Jumat, 9 Januari 2026 - 04:00 WITA

CCW Desak Kejati Sulsel Usut Dugaan Manipulasi Anggaran Bansos di Dinkes Gowa

Kamis, 8 Januari 2026 - 09:21 WITA

Kasus Pungli PTSL di Maros Masih Mengendap, Penegakan Hukum Melempem

Minggu, 28 Desember 2025 - 00:51 WITA

SPBU 74.922.47 di Takalar Diduga Jadi Sarang Penyelundupan Solar Subsidi

Rabu, 24 Desember 2025 - 13:36 WITA

Kasus Proyek UMKM Galesong Mangkrak, Kejari Takalar Dituding ‘Parkir’ Dana Rakyat

Berita Terbaru