Pertemuan Mega dan Prabowo Jadi Bayang-bayang Suram Jokowi

Kamis, 10 April 2025 - 11:44 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Pertemuan Mega dan Prabowo Jadi Bayang-bayang Suram Jokowi

Foto ilustrasi – Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri disertai bayang-bayang Jokowi

Zonafaktualnews.com – Di balik meja-meja perjamuan dan jabat tangan politik yang hangat antara Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, terselip sesuatu yang lebih dari sekadar silaturahmi elitis.

Pertemuan itu seperti belati dingin yang pelan-pelan mengiris ruang batin Joko Widodo atau Jokowi—mantan presiden yang kini mulai merasa asing di panggung yang pernah ia kuasai.

Meski statusnya mantan, ambisi dan kecemasan Jokowi tak serta-merta ikut pensiun. Sebab dalam dunia politik, masa lalu tak pernah benar-benar pergi—ia bisa menjelma menjadi bayang-bayang suram yang terus mengikuti langkah.

“Batin Jokowi sangat terganggu melihat keharmonisan Prabowo dan Megawati,” kata Tom Pasaribu, Direktur Eksekutif KP3I, Kamis (10/4/2025).

BACA JUGA :  Viral! Isu Penahanan Jokowi Mengguncang, Ring 1 Istana Khawatir Presiden Dipenjara

Tom tak berbasa-basi. Ia menilai, kecemasan Jokowi bukan tanpa alasan. Ia tahu, sejarah tak selalu berpihak pada para mantan.

Soekarno dilengserkan, Soeharto dilupakan, Gus Dur disingkirkan, bahkan SBY pun sempat dicibir.

Jokowi belajar dari semua itu. Dan ia sadar: jabatan presiden hanyalah sewa lima tahunan. Setelahnya, siapa pun bisa menjadi sasaran.

Maka muncullah strategi. Politik dompleng cucu. Politik sundul anak. Gibran didorong ke panggung.

Tapi politik bukan soal darah semata. Ia tentang siapa yang memegang pintu kekuasaan, dan siapa yang menjaga kuncinya.

BACA JUGA :  Ucapan Netralitas Jokowi Tak Bisa Dipercaya, Netizen : Pendusta

Kini, Prabowo memegang kunci itu. Dan Megawati, yang selama ini menjaga jarak, justru mulai mendekat. Terlalu dekat untuk membuat Jokowi merasa tenang.

“Yang dilakukan Jokowi saat ini adalah politik sapu jagat. Ia ingin menyelamatkan diri, keluarga, dan kroni,” ujar Tom.

Kunjungan-kunjungan Jokowi pasca Pilpres, sorotan terhadap proyek IKN, hingga upaya mengontrol partai, semuanya menurut Tom adalah pertanda: Jokowi belum selesai. Tapi waktu tak pernah menunggu. Dan kekuasaan, seperti cahaya senja, semakin temaram di ufuknya.

Pertemuan Mega dan Prabowo telah memberi sinyal baru. Sinyal bahwa koalisi besar tengah terbentuk, dan mantan presiden yang dulu dielu-elukan, kini mulai kehilangan panggung.

BACA JUGA :  Jokowi Geram dengan Kasus Korupsi Proyek Jalur KA di Makassar

Jokowi, yang pernah menjadi matahari di langit kekuasaan, kini bayang-bayangnya sendiri mulai mengejarnya.

Seperti matahari sore yang ditelan malam, ia mulai kehilangan cahaya. Dan dalam gelap itu, yang tersisa hanyalah siluet—dari kejayaan yang perlahan menjauh.

Bayang-bayang suram itu kini kian panjang. Mengintai dari belakang. Dan jika tak waspada, bisa menjadi gelombang gelap yang menenggelamkannya.

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

BGN Bekukan SPPG Watubangga Kendari Pasca 57 Pelajar Keracunan MBG
Diduga Bunuh Diri, Napi Lapas Takalar Ditemukan Tewas Terlilit Kain Sarung
Anak Pejabat Legislatif di Bone Tak Berkutik Dicokok Polisi Usai Nikmati Sabu
Publik Menanti KPK Sikat Nusron Wahid Terkait Dugaan Suap Summarecon
Jejak WNI di Luar Negeri Didalami Polisi Terkait Kasus Dolar Singapura Rp4,7 Miliar
Setahun Buron, Pemuda di Bantaeng yang Ancam Polisi Pakai Badik Dicokok
Tak Terima Diserang Hoaks di Medsos, Istri Aiptu Darius Bakal Polisikan Mantan
Pendekar Hukum Indonesia Desak Wali Kota Makassar Evaluasi Total Kadisdik

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:28 WITA

BGN Bekukan SPPG Watubangga Kendari Pasca 57 Pelajar Keracunan MBG

Rabu, 23 September 2026 - 02:20 WITA

Diduga Bunuh Diri, Napi Lapas Takalar Ditemukan Tewas Terlilit Kain Sarung

Selasa, 22 September 2026 - 19:58 WITA

Anak Pejabat Legislatif di Bone Tak Berkutik Dicokok Polisi Usai Nikmati Sabu

Selasa, 22 September 2026 - 14:39 WITA

Publik Menanti KPK Sikat Nusron Wahid Terkait Dugaan Suap Summarecon

Senin, 21 September 2026 - 19:15 WITA

Jejak WNI di Luar Negeri Didalami Polisi Terkait Kasus Dolar Singapura Rp4,7 Miliar

Berita Terbaru