Pernyataan Mahfud MD Soal Mafia Saham Menggema di Tengah Kisruh Blue Bird

Senin, 4 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahfud MD (Foto Facebook)

Mahfud MD (Foto Facebook)

Zonafaktualnews.com – Pernyataan mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, kembali menjadi sorotan di tengah mencuatnya kisruh internal PT Blue Bird Taxi.

Kisruh ini menyeret nama dokter jiwa sekaligus mantan direksi, Mintarsih A. Latief, yang mengaku menjadi korban perampokan saham hingga aksi kekerasan fisik terhadap para pemegang saham.

Dalam sebuah kesempatan, Mahfud MD mengungkap fakta mencengangkan bahwa praktik perampokan saham di Indonesia memang benar-benar terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, aksi kotor ini sering melibatkan oknum pejabat, aparat, dan notaris yang bekerja sama untuk merekayasa dokumen kepemilikan.

“Ada juga pencurian saham, yang paling banyak misalnya pencurian saham perusahaan,” ujar Mahfud MD.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menambahkan, modus yang digunakan sangat licik.

BACA JUGA :  Mahfud MD Serukan Pergantian Total Komisioner KPU

“Dibuat perusahaan atas nama Bapak itu (Mahfud MD menunjuk pembawa acara) bisa berubah atas nama saya,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut kini dinilai relevan dengan apa yang dialami Mintarsih.

Mintarsih mengaku kehilangan saham Blue Bird yang jika dirupiahkan nilainya mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

Kasus ini tidak hanya soal saham, tetapi juga melibatkan aksi penganiayaan terhadap pemegang saham lain, percobaan pembunuhan, hingga kriminalisasi dengan tuduhan yang dinilai mengada-ada.

Mintarsih menceritakan bagaimana dirinya pernah dituduh akan meracuni ratusan peserta perayaan HUT perusahaan.

Tuduhan tersebut muncul hanya dari pengakuan beberapa anak buah yang memberikan keterangan berbeda-beda.

Polisi pun menemukan banyak kejanggalan dan tidak memproses laporan karena minim bukti.

BACA JUGA :  Mahfud MD Sebut Polisi Tak Boleh Sok Putuskan Ijazah Jokowi Asli, Itu Wewenang Hakim

“Bagaimana caranya saya membawa dan menebarkan racunnya, sedangkan penjagaan terhadap saya sangat ketat,” tegas Mintarsih, Senin (3/8/2025).

Tidak berhenti di situ, Mintarsih mengungkap bahwa pemegang saham lain di PT Blue Bird juga menjadi korban.

Ada yang dipukuli, dianiaya, bahkan hampir kehilangan nyawa. Ia sendiri mengaku nyaris menjadi korban penyerangan yang diduga dilakukan oleh Purnomo Prawiro, Noni Purnomo, dan anggota keluarga lainnya. Beruntung, ia berhasil menyelamatkan diri.

Perselisihan ini berlanjut ke ranah hukum. Purnomo menggugat Mintarsih untuk mengembalikan gaji, tunjangan hari raya, dan honor yang diterima selama puluhan tahun bekerja, dengan nilai total mencapai Rp 140 miliar.

Gugatan ini dinilai janggal karena menurut UU Perseroan Terbatas, hak direksi dan komisaris ditetapkan melalui RUPS, bukan oleh direktur secara sepihak.

BACA JUGA :  Wow, Transaksi "Gelap" Rp 300 T Paling Banyak di Pajak Bea Cukai

Putusan Mahkamah Agung dalam perkara 2601K/Pdt/2601 jo 313/Pdt.G/2013/PN.Jaksel pun menuai sorotan.

Mintarsih, yang didampingi kuasa hukumnya, menyebut banyak kejanggalan pada bukti yang digunakan, termasuk sertifikat deposito pribadinya yang justru dijadikan barang bukti pelanggaran hukum.

Di tengah semua konflik ini, saham Blue Bird (BIRD) mengalami penurunan tajam, bahkan melebihi jatuhnya Indeks Saham Gabungan (IHSG).

Kondisi ini semakin memperkuat pandangan publik bahwa mafia saham dan praktik manipulasi di dalam korporasi besar adalah masalah nyata, persis seperti yang pernah diungkapkan Mahfud MD.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

DJP Serahkan Tersangka Sindikat Faktur Fiktif, Negara Dirugikan Rp170 Miliar
Trump Gulingkan Maduro Demi Minyak, Lalu Klaim Diri Presiden Venezuela
Kacau, 5 Tahun Mengendap, Kasus Penipuan di Polres Sidrap Baru Jalan Usai Viral Dulu
Puluhan Ibu Hamil, Anak Sekolah hingga Balita di Majene Diduga Keracunan MBG
Mencekam, Warga AS Diminta Tinggalkan Iran, Trump Keluarkan Ancaman Militer
Lima Tahun Mengendap, Dua Laporan di Polres Sidrap Diduga ‘Di-86-kan’
Demo Pemekaran Luwu Tengah Ricuh, 7 Orang Luka dan Pagar Kantor Gubernur Rusak
Polisi Amankan 4 Brimob Pelaku Penembakan di Tambang Ilegal Bombana

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 01:16 WITA

DJP Serahkan Tersangka Sindikat Faktur Fiktif, Negara Dirugikan Rp170 Miliar

Kamis, 15 Januari 2026 - 00:54 WITA

Trump Gulingkan Maduro Demi Minyak, Lalu Klaim Diri Presiden Venezuela

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:30 WITA

Kacau, 5 Tahun Mengendap, Kasus Penipuan di Polres Sidrap Baru Jalan Usai Viral Dulu

Rabu, 14 Januari 2026 - 02:11 WITA

Puluhan Ibu Hamil, Anak Sekolah hingga Balita di Majene Diduga Keracunan MBG

Rabu, 14 Januari 2026 - 00:00 WITA

Mencekam, Warga AS Diminta Tinggalkan Iran, Trump Keluarkan Ancaman Militer

Berita Terbaru