PERMAHI Aceh Nilai Wacana Copot Sekda Tak Sejalan Visi Mualem

Senin, 2 Februari 2026 - 13:39 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Ketua PERMAHI DPC Aceh, Rifqi Maulana (kanan, depan).

Ketua PERMAHI DPC Aceh, Rifqi Maulana (kanan, depan).

Zonafaktualnews.com – Ketua Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) DPC Aceh, Rifqi Maulana, menilai pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Zulfadhli alias Abang Samalanga, yang berulang kali mewacanakan pencopotan Sekda Aceh, tidak mencerminkan semangat kolaborasi dalam pemerintahan.

Wacana tersebut bahkan dinilai berpotensi bertentangan dengan visi dan misi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem).

Rifqi menegaskan, kritik terhadap kebijakan anggaran merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi.

Ancaman pencopotan jabatan Sekda Aceh yang disampaikan Ketua DPRA dinilainya tidak disertai argumentasi kebijakan yang utuh dan cenderung mengarah pada serangan personal terhadap pejabat eksekutif yang tengah menjalankan roda pemerintahan.

“Pernyataan Ketua DPRA yang meminta Sekda Aceh dicopot tidak berdiri di atas kerangka visi–misi Mualem dalam membangun Aceh. Justru yang terlihat adalah serangan berulang terhadap orang-orang yang sedang bekerja untuk pemerintahan Mualem,” ujar Rifqi dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Senin (2/2/2026).

BACA JUGA :  Permahi Aceh Ingatkan Asas Praduga Tak Bersalah dalam Polemik Sekda

Menurut Rifqi, Sekda Aceh selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) memiliki kewajiban menyesuaikan APBA 2026 dengan kondisi fiskal daerah serta hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri.

Penyesuaian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN, sebagaimana disinggung Ketua DPRA, kata Rifqi, tidak dapat dilepaskan dari kemampuan keuangan Aceh yang saat ini dinilai belum stabil akibat kebutuhan penanganan bencana dan pemulihan ekonomi.

“Pertanyaannya sederhana, apakah kemarahan Ketua DPRA muncul karena tidak semua kebutuhan anggaran dapat dipenuhi? Apakah karena keterbatasan fiskal dan bagi hasil, lalu Sekda dianggap tidak sejalan, kemudian diminta dicopot?” kata Rifqi.

BACA JUGA :  Data Korban Banjir di Bireuen Kacau, DPRA Tuntut Audit dan Publikasi Terbuka

PERMAHI Aceh menilai sikap tersebut tidak mencerminkan asas keadilan dan objektivitas.

Rifqi menyebut, kritik DPR seharusnya diarahkan pada kebijakan, bukan melalui tekanan politik berupa ancaman pencopotan jabatan, terlebih tanpa membuka secara transparan duduk persoalan anggaran kepada publik.

Rifqi bahkan menilai, apabila pola komunikasi politik seperti ini terus dipertontonkan ke ruang publik, maka justru Ketua DPRA yang patut dievaluasi.

“Ketika Ketua DPRA lebih sibuk menyerang Sekda dan orang-orang Mualem yang sedang bekerja, itu sama saja dengan menyerang kepemimpinan Mualem sendiri. Jika benar demikian, maka secara etika politik, posisi Ketua DPRA juga layak dievaluasi,” tegasnya.

BACA JUGA :  Permahi Aceh Nilai Kakanwil Ditjenpas Gagal, Warga Binaan Diperlakukan Tak Manusiawi

Sebagai langkah objektif, PERMAHI Aceh mendesak Pemerintah Aceh, khususnya pihak eksekutif dan Sekda Aceh, untuk mempublikasikan secara terbuka struktur APBA 2026, termasuk pos-pos anggaran yang tidak dapat dipenuhi beserta alasan teknis dan fiskalnya.

“Dengan transparansi anggaran, publik dapat menilai secara jernih apakah benar Sekda lalai, atau justru Ketua DPRA yang gagal memahami keterbatasan fiskal Aceh. Jangan sampai konflik elite ini justru mengorbankan kepentingan rakyat,” tutup Rifqi.

 

(RL/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Warga Makassar Siap-siap “Puasa” Air! Bili-Bili Direhab 3 Hari, Cepat Isi Tandon
Bongkar Modus Mobil Tangki, Polres Toraja Utara Sikat Mafia BBM Subsidi
Tower 2 RS HAH Dibangun Rp6 Miliar, Benarkah Masih Pakai AMDAL Lama?
Pria Lansia Tewas di Kanal Batua Raya, Eceng Gondok Jadi Biang Kerok Pencarian
Kasus Pengancaman Dosen UIN Alauddin Makassar, LKBHMI Ambil Sikap Tegas
Owner Arashi Cosmetindo Bagi-bagi Coffee Gratis di Antrean BBM Makassar
Aturan Pemprov Sulsel-Pertamina Diinjak-injak, Sopir Truk Tetap Isi BBM Siang
Rumor Aksi September Hitam Diprediksi Akan Ricuh Tanggal 24 Mendatang

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:21 WITA

Warga Makassar Siap-siap “Puasa” Air! Bili-Bili Direhab 3 Hari, Cepat Isi Tandon

Selasa, 15 September 2026 - 16:09 WITA

Bongkar Modus Mobil Tangki, Polres Toraja Utara Sikat Mafia BBM Subsidi

Selasa, 15 September 2026 - 01:28 WITA

Tower 2 RS HAH Dibangun Rp6 Miliar, Benarkah Masih Pakai AMDAL Lama?

Selasa, 15 September 2026 - 01:06 WITA

Pria Lansia Tewas di Kanal Batua Raya, Eceng Gondok Jadi Biang Kerok Pencarian

Selasa, 15 September 2026 - 00:12 WITA

Kasus Pengancaman Dosen UIN Alauddin Makassar, LKBHMI Ambil Sikap Tegas

Berita Terbaru