Pelajar SMK Negeri 2 Gowa Unjuk Gigi Mainkan Kesok-kesok di Workshop Sinrilik

Kamis, 7 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajar SMK Negeri 2 Gowa memainkan kesok-kesok di Workhsop Sinrilik

Pelajar SMK Negeri 2 Gowa memainkan kesok-kesok di Workhsop Sinrilik

Zonafaktualnews.com – Meski awalnya terlihat canggung, Malik, siswa kelas 7 SMK Negeri 2 Gowa, mampu tampil memukau dengan kesok-kesok dan syair yang berisi petuah tentang pentingnya mengejar cita-cita.

Malik merupakan peserta Workshop Sinrilik di sekolahnya Jalan Masjid Raya, Sungguminasa, Gowa.

Workshop ini diadakan oleh maestro pasinrik, A Haeruddin, selama 2 hari, Rabu-Kamis, 6-7 Agustus 2025. Workshop diikuti oleh 35 siswa-siswi, dari kelas 10 hingga kelas 12, jurusan karawitan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Haeruddin merupakan penerima bantuan perseorangan dari program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan 2025, oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX.

“Di hari pertama, ada peserta yang tidak bisa berbahasa Makassar, tetapi kemudian diganti untuk tetap memenuhi kuota,” terang Haeruddin.

Pada hari pertama, diadakan pertunjukan dan dialog budaya bertajuk “Sinrilik Kappalak Tallumbatua” dengan narasumber Jufri Daeng Nai dan Tasmin Andika Kalimuddin, S.Pd., M.Pd. Dialog dipandu oleh Dg. Romo sebagai moderator.

Pada hari kedua, peserta dibagi atas 4 kelompok, masing-masing kelompok berlatih kesok-kesok untuk dimainkan dengan naskahnya. Damar I Manakku, sebagai pemandunya.

Saat dikelompok itu, tiap peserta mencoba menggesek kesok-kesok. Ada 10 kesok-kesok yang disediakan. Haeruddin juga memandu jari-jemari peserta agar lebih lentur saat menggesek kesok-kesoknya.

Setelah itu, beberapa anak tampil dengan kesok-kesok. Ada yang tampil sendiri, ada pula yang tampil berdua. Bahkan tampil pula dua siswi (perempuan).

“Setelah penampilan ini, saya berharap adik-adik terus belajar. Bisa juga langsung ke Daeng Nassa. Karena workshop selama 2 hari ini tidak cukup. Adik-adik butuh terus berproses,” kata Damar usai penampilan peserta workshop.

Penyair dan pegiat literasi itu, berharap dari kegiatan ini akan memberi inspirasi dan motivasi bagi anak-anak sehingga bakal lahir Daeng Nassa-Daeng Nassa baru dari SMK Negeri 2 Gowa.

Rata-rata peserta memberi kesan posutif atas penyelenggaraan workshop sinrilik ini. Rahmat Hidayat, misalnya, mengaku senang bisa belajar kesok-kesok dan mendapat pemahaman baru.

Begitupun dengan Novi, yang mengucapkan terima kasih kepada Haeruddin Daeng Nassa karena sudah mengajarkan mereka tentang sinrilik.

Ilo bahkan menyampaikan tekadnya mau belajar terus dan mau berguru kepada Daeng Nassa.

Sementara bagi Alif, pertunjukan dan dialog budaya ini akan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa tradisi sinrilik berasal dari Kabupaten Gowa.

“Bagi saya, workshop ini sangat istimewa karena kami bisa belajar langsung dari maestronya,” ujar Andika Yusuf, peserta lainnya.

Hadir dalam kegiatan workshop sinrilik di SMK Negeri 2 Gowa ini antara lain, Iskandar Kosasi dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX, seniman Gowa R Daeng Tika, dan Rusdin Tompo, pegiat literasi dan Koordinator SATUPENA Sulawesi Selatan.

“Melalui sinrilik, kita bukan hanya mendengar kisah masa lalu, tetapi juga menemukan jati diri kita sebagai orang Sulawesi Selatan. Ini tentang warisan, tentang siapa kita,” imbuh Haeruddin.

(RT/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang
Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara
Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang
Kurniawan Nahkodai HMI KOMDAK Gowa, Tekankan Soliditas dan Amanah
Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
7 Penumpang Tewas, Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Diduga Berawal dari Taksi
Harga Minyakita Dibayangi Sinyal Kenaikan, Zulhas Jadi Bulan-bulanan Warganet
Narkoba Bukan Sekadar Kejahatan, tapi Neo-Kolonialisme Hancurkan Generasi

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 09:20 WITA

Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang

Rabu, 29 April 2026 - 08:23 WITA

Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara

Selasa, 28 April 2026 - 21:15 WITA

Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang

Selasa, 28 April 2026 - 20:33 WITA

Kurniawan Nahkodai HMI KOMDAK Gowa, Tekankan Soliditas dan Amanah

Selasa, 28 April 2026 - 09:52 WITA

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Berita Terbaru