Pasien Cuci Darah Disuntik ‘Obat Kedaluwarsa’, Apotek Mattoangin di Makassar Disomasi

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Ali, advokat sekaligus korban, saat menjalani perawatan usai cuci darah, diduga menerima suntikan obat kedaluwarsa di Makassar.

Muhammad Ali, advokat sekaligus korban, saat menjalani perawatan usai cuci darah, diduga menerima suntikan obat kedaluwarsa di Makassar.

Zonafaktualnews.com – Seorang pasien cuci darah di Makassar diduga menerima suntikan obat yang telah melewati masa kedaluwarsa.

Kasus ini berujung pada somasi yang dilayangkan Kantor Hukum Muhammad Ali & Rekan kepada pihak Apotek Mattoangin.

Apotek yang dimaksud diketahui beralamat di Jalan Cenderawasih, tepatnya Apotek Mattoangin, Jl. Opu Daeng Risadju No.223, Jl. Cenderawasih No.223, Sate Cenderawasih, Makassar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Somasi tersebut ditujukan kepada pimpinan serta Apoteker Pengelola Apotek (APA) sebagai teguran hukum pertama dan terakhir, terkait dugaan penggunaan obat injeksi jenis Mecobalamin yang tidak lagi layak digunakan.

Peristiwa ini bermula pada 17 Maret 2026, saat istri Muhammad Ali, membeli tiga ampul obat injeksi di apotek tersebut.

BACA JUGA :  Tutupi Jejak Pencurian, ART Makassar Buat Laporan Palsu Diperkosa dan Dirampok

Keesokan harinya, Rabu, 18 Maret 2026, satu ampul digunakan untuk pasien setelah menjalani prosedur cuci darah. Setelah penyuntikan, diketahui obat tersebut telah melewati tanggal kedaluwarsa.

Muhammad Ali, yang juga merupakan advokat sekaligus pihak yang dirugikan, menilai kejadian ini bukan sekadar kesalahan biasa, melainkan bentuk kelalaian yang berisiko terhadap keselamatan pasien.

“Ini adalah bentuk kelalaian berat. Kami menduga ada pelanggaran nyata terhadap Pasal 8 ayat (1) huruf g UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ancaman pidananya jelas, yakni 5 tahun penjara atau denda hingga Rp2 Miliar,” tegas Muhammad Ali dalam keterangannya di Makassar, Kamis (19/3/2025).

Ali juga mengungkapkan kondisi kesehatannya setelah menerima suntikan tersebut.

“Sekarang saya dalam kondisi mual, muntah, sakit kepala dan pakai oksigen, tidak ke RS karena besok lebaran,” ujar Ali saat dihubungi zonafaktualnews.com.

BACA JUGA :  Perang Petasan Pecah di 2 Wilayah Makassar, Maccini Heboh Busur Vs Petasan

Selain Undang-Undang Perlindungan Konsumen, pihak kuasa hukum juga menyinggung potensi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, khususnya terkait standar pengamanan sediaan farmasi.

Pasal 360 KUHP juga dinilai bisa diterapkan dalam kasus ini karena adanya dugaan kelalaian yang dapat membahayakan kesehatan atau nyawa orang lain.

Dalam somasi tersebut, Kantor Hukum Muhammad Ali & Rekan meminta penjelasan tertulis dari pihak apotek terkait bagaimana obat kedaluwarsa bisa terjual, serta menuntut tanggung jawab atas dampak yang mungkin dialami pasien.

Selain itu, pihak apotek diminta untuk memenuhi panggilan dalam waktu 2 x 24 jam guna membahas penyelesaian, termasuk kemungkinan ganti rugi. Jika tidak ada respons, langkah hukum lanjutan akan ditempuh.

BACA JUGA :  Swiss-Belinn Panakkukang Makassar Hadirkan Nobar Seru untuk Pecinta Sepak Bola

“Kami tidak akan ragu untuk melaporkan temuan ini secara pidana ke Polrestabes Makassar, melaporkan pelanggaran izin edar ke BBPOM Makassar, hingga mengajukan gugatan perdata ganti rugi,” pungkasnya.

Pihak Kantor Hukum juga menyatakan telah mengantongi bukti berupa sampel obat serta dokumentasi yang menunjukkan tanggal kedaluwarsa produk tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Apotek Mattoangin belum memberikan keterangan resmi terkait somasi yang dilayangkan, dan redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi.

 

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Heboh, Guru SD di Jeneponto Dijambak dan Dikeroyok Tiga Orang Tua Murid
269 Siswa di Karo Keracunan Massal Usai Santap MBG dari Dapur SPPG Kodim
Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10
Kejari Ekspose Kasus Korupsi Jalan Beton PUPR Parepare 2025
Anak Jahanam di Kuningan Bunuh Ibu Kandung hanya karena Dibangunkan Salat
Rugikan Negara Rp223,6 Miliar, KPK Jebloskan 4 Tersangka Iklan Bank BJB
Asyik Berdua Saat Suami Kerja, Istri di Bone dan Selingkuhan Digerebek Warga
Sultan Brunei Lucuti Gelar Kebangsawanan Istri Pangeran Abdul Malik

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:14 WITA

Heboh, Guru SD di Jeneponto Dijambak dan Dikeroyok Tiga Orang Tua Murid

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:32 WITA

269 Siswa di Karo Keracunan Massal Usai Santap MBG dari Dapur SPPG Kodim

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:12 WITA

Kejari Ekspose Kasus Korupsi Jalan Beton PUPR Parepare 2025

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:41 WITA

Anak Jahanam di Kuningan Bunuh Ibu Kandung hanya karena Dibangunkan Salat

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10

Kamis, 13 Agu 2026 - 12:31 WITA