Oknum Polisi yang Bentak Guru SDN Borong Makassar Akui Salah dan Minta Maaf

Minggu, 3 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto momen permintaan maaf oknum polisi Briptu Afrizal (kiri) kepada guru SDN Borong Makassar, Evawaty Bahtiar (tengah), yang didampingi suaminya (kanan), di Mapolrestabes Makassar.

Foto momen permintaan maaf oknum polisi Briptu Afrizal (kiri) kepada guru SDN Borong Makassar, Evawaty Bahtiar (tengah), yang didampingi suaminya (kanan), di Mapolrestabes Makassar.

Viral, Guru di SDN Borong Dibentak Oknum Polsek Manggala: ‘Siapako? Tidak Penting Dilayani’
Oknum polisi Polsek Manggala yang diduga membentak seorang guru SDN Borong Makassar saat mengurus surat keterangan hilang (Foto dokumentasi EB)

Diberitakan sebelumnya, seorang guru di SD Negeri Borong Makassar berinisial EB mengaku diperlakukan kasar oleh oknum polisi di Polsek Manggala.

Kejadian itu terjadi pada Sabtu (2/8/2025), sehari setelah EB dan suaminya mengurus surat keterangan hilang di Polsek Manggala.

EB sebelumnya menjadi korban pencurian yang terjadi pada Jumat (1/8/2025) di SD Negeri Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam rekaman CCTV sekolah, terlihat seorang pria masuk ke ruang guru dan mengambil tas berisi barang berharga milik EB.

Pelaku terlihat mengenakan jaket hitam, celana panjang, masker, dan membawa ransel.

Rekaman lain memperlihatkan pelaku kabur menggunakan sepeda motor matic putih.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.00–12.00 Wita, bertepatan menjelang salat Jumat.

Plat nomor kendaraan tampak buram sehingga menyulitkan identifikasi.

Untuk menyamarkan identitas, pelaku juga memakai helm full face berwarna gelap.

BACA JUGA :  Turki Klaim Bunuh Pemimpin ISIS di Suriah

Akibat pencurian itu, EB kehilangan satu laptop, satu ponsel, dompet, KTP, STNK, dan ATM.

“Pada pelaporan di hari pertama, pelayanan di Polsek Manggala sangat bagus. Tapi kata mereka, saya diminta bawa dos HP dan dos laptop ke kantor polisi,” ujar EB.

EB mengatakan dos laptop sudah tidak ada, namun ia masih memiliki kwitansi pembelian.

“Intinya saya mau urus KTP, jadi saya harus ambil surat keterangan hilang dulu. Mau dia proses atau tidak, itu soal belakangan,” tambahnya.

Pada hari kedua saat ia kembali ke Polsek Manggala, EB mengaku mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan.

“Awalnya saya beri salam, terus dia jawab ‘apa’. Baru saya bilang mau buat surat kehilangan. Terus polisi itu tanya lagi, ‘apa-apa yang hilang?’ Lalu saya sebut semua: KTP, kartu ATM, STNK, dan laptop,” kata EB.

BACA JUGA :  Habib Bahar Ditembak Pakai Senjata Peredam Saat Cek Mesin Mobil

Menurut EB, oknum polisi itu kemudian membentaknya.

“Baru polisi itu bilang, ‘apakah mau diurus?’ sambil membentak. Baru bilang ‘tidak begitu caranya melayani pak’. Disituma jengkel baru keluar kah, baru keluarki juga itu polisi. Baru dia bilang, ‘Siapako? Tidak penting dilayani, tidak pentingjako’,” tutur EB.

EB juga mengaku ditunjuk-tunjuk oleh oknum tersebut.

“Sambil na tunjuk-tunjuki kah. Bilangji saya yang bikin surat keterangan hilang, bilang begitu tadi di ruangannya,” ujarnya.

EB menegaskan kekecewaannya atas perilaku tersebut.

“Saya kecewa, dengan cara dia bertanya itu kurang simpatik. Tidak mencerminkan seorang pelayan masyarakat. Sedangkan dia kan tugasnya melayani mengayomi masyarakat,” ungkapnya.

“Saya ini seorang pendidik, kurasa malu-malu dengar begitu modelnya itu polisi dalam keadaan marah-marah,” sambung EB.

EB mengaku kecewa dan berencana melapor ke Polrestabes Makassar.

“Ada banyak kabar saya dengar, dan saya juga mengalami dengan teman saya, bahwa kasus pencurian yang dilaporkan tak pernah diproses oleh mereka, jadi percumajie. Jadi saya melapor ke Polrestabes Makassar saja,” katanya.

BACA JUGA :  Kemnaker Terima 2.283 Aduan THR yang Tak Dibayarkan Perusahaan

Sementara itu, Kapolsek Manggala Kompol Semuel To’Longan yang dikonfirmasi by phone Sabtu (2/8/2025) mengatakan, EB justru marah-marah saat ditanya apa yang hilang.

“Jadi kata anggota saya, ketika EB ditanya ‘apa-apa yang hilang’, dia malah marah-marah. Padahal anggota saya bertanya seperti itu supaya bisa diketik laporannya. Dia marah akhirnya pergi keluar,” jelas Semuel.

Kompol Semuel juga mempersilakan EB datang langsung ke Polsek.

“Arahkan saja dia ke sini. Tapi saya minta jangan sampai ketika dia datang dan saya tanya-tanya, lalu dia marah-marah. Jadi saya tunggu, kalau dia mau datang nanti saya yang layani,” tegas Semuel.

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Sungguh Bodoh Eks Kapolres Bima Kota, Jabatan Mentereng Hancur karena Narkoba
Visum dan Foto Privat Diduga Bocor, Selebgram Nira Tuding Kelalaian RS Bhayangkara
Bau Busuk 16 Siswa Titipan Terkuak di SMPN 4 Makassar, Siapa Aktor yang Bermain?
Kasus Oknum Bank Mandiri Berlarut di Polda Sulsel, Kepastian Hukum Menggantung
Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi Dilaporkan atas Dugaan Pengaduan Palsu
Mangkir Sidang Gugatan Rp 500 Miliar, Bank Mandiri Makassar Cacat Transparansi
PERMAHI Tegaskan MKMK Tak Punya Wewenang Batalkan Keppres Hakim MK
Diduga Backing Gembong Narkoba, Kasat Ditangkap, Kapolres Bima Kota Dicopot

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 13:49 WITA

Sungguh Bodoh Eks Kapolres Bima Kota, Jabatan Mentereng Hancur karena Narkoba

Minggu, 15 Februari 2026 - 09:25 WITA

Visum dan Foto Privat Diduga Bocor, Selebgram Nira Tuding Kelalaian RS Bhayangkara

Minggu, 15 Februari 2026 - 07:49 WITA

Bau Busuk 16 Siswa Titipan Terkuak di SMPN 4 Makassar, Siapa Aktor yang Bermain?

Sabtu, 14 Februari 2026 - 04:06 WITA

Kasus Oknum Bank Mandiri Berlarut di Polda Sulsel, Kepastian Hukum Menggantung

Sabtu, 14 Februari 2026 - 03:11 WITA

Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi Dilaporkan atas Dugaan Pengaduan Palsu

Berita Terbaru