Muhsin Hendricks, Imam Pembela LGBTQ+ Tewas Ditembak

Minggu, 16 Februari 2025 - 18:52 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Muhsin Hendricks, Imam Pembela LGBTQ+ Tewas Ditembak

Foto Kolase : Muhsin Hendricks Detik-detik Tewas Ditembak

Zonafaktualnews.com – Muhsin Hendricks, seorang imam yang dikenal sebagai pemimpin masjid pertama di dunia yang terbuka sebagai gay, tewas dalam insiden penembakan di Bethelsdorp, dekat Gqeberha, Afrika Selatan, pada Sabtu (15/2/2025).

Peristiwa ini mengguncang komunitas Muslim dan LGBTQ+, mengingat peran Hendricks sebagai sosok yang gigih memperjuangkan inklusivitas dan hak-hak kelompok marginal.

Menurut laporan polisi, Hendricks sedang berada di dalam mobil bersama seorang rekan ketika kendaraan mereka dihadang oleh sekelompok orang tak dikenal.

“Dua pria bertopeng keluar dari mobil dan melepaskan beberapa tembakan ke arah kendaraan Hendricks,” ungkap pernyataan resmi kepolisian Eastern Cape, seperti dilaporkan The Guardian.

Hendricks, yang saat itu duduk di kursi belakang, tewas seketika. Video yang merekam momen tragis tersebut telah beredar luas di media sosial dan telah dikonfirmasi keasliannya oleh pihak berwajib.

BACA JUGA :  Politik Berdarah, Gubernur Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata

Polisi kini meminta bantuan masyarakat untuk melaporkan informasi yang mungkin membantu penyelidikan.

Figur Imam yang Menantang Stigma

Hendricks bukanlah sosok biasa. Ia memulai perjalanannya sebagai advokat LGBTQ+ pada 1996, ketika ia memutuskan untuk terbuka tentang orientasi seksualnya.

Dua tahun kemudian, ia mulai mengadakan pertemuan rutin di Cape Town untuk mereka yang merasa terpinggirkan, baik karena identitas seksual maupun gender.

“Saya membuka garasi, meletakkan karpet, dan mengundang orang-orang untuk minum teh serta berbincang,” kenangnya dalam sebuah wawancara dengan The Guardian pada 2022.

Pada 2011, Hendricks mendirikan Masjid Al-Ghurbaah di Wynberg, Cape Town, sebagai ruang ibadah inklusif bagi Muslim queer dan perempuan yang sering mengalami diskriminasi di tempat ibadah konvensional.

BACA JUGA :  Hubungan Pria Sesama Jenis di Kalteng Diperas Usai VCS

Masjid ini menjadi simbol perlawanan terhadap stigma dan ketidakadilan yang dihadapi oleh komunitas LGBTQ+ dalam lingkungan religius.

Hidup Penuh Tantangan dan Keberanian

Hendricks menyadari risiko yang ia hadapi. Sebagai figur publik yang vokal, ia kerap menerima ancaman pembunuhan. Meski sempat disarankan untuk menyewa pengawal, ia menolak.

“Kebutuhan untuk menjadi otentik lebih besar daripada rasa takut mati,” ujarnya dengan tegas.

Hidup Hendricks penuh dengan transisi dan perjuangan. Dibesarkan dalam keluarga Muslim konservatif, ia sempat menikah, memiliki anak, dan bercerai sebelum akhirnya mengungkapkan orientasi seksualnya kepada keluarganya di usia 29 tahun.

Keputusannya untuk hidup jujur pada diri sendiri menjadikannya inspirasi bagi banyak orang, meski harus membayarnya dengan harga yang mahal.

Afrika Selatan: Negara dengan Tingkat Kekerasan yang Mencemaskan

BACA JUGA :  6 Bulan Menikah Tapi Masih Perawan, Nessa Salsa Ungkap Suami Ternyata Gay

Tragedi ini terjadi di tengah tingginya angka pembunuhan di Afrika Selatan. Menurut data resmi, lebih dari 28 ribu kasus pembunuhan tercatat antara 2023 hingga Februari 2024.

Asosiasi Lesbian, Gay, Biseksual, Trans, dan Interseks Internasional (ILGA) mengecam keras pembunuhan Hendricks dan mendesak penyelidikan menyeluruh.

“Kami khawatir ini adalah kejahatan kebencian,” tegas Julia Ehrt, Direktur Eksekutif ILGA.

Hingga saat ini, polisi masih mengumpulkan bukti dan belum menangkap tersangka.

Kematian Hendricks meninggalkan duka mendalam bagi komunitas yang ia perjuangkan, sekaligus mengingatkan dunia akan pentingnya toleransi dan perlindungan terhadap kelompok minoritas.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Pembalut Wanita “Dipalak” PPN 11 Persen, Pemerintah Diminta Kaji Ulang
Binance Kena Hack Rp114 Triliun, Laptop Karyawan Jadi Celah Masuk Hacker
Kebijakan Tidak Jalan! Gerindra Sebut Tiga Menteri Layak Diberi “Rapor Merah”
Digeruduk Loyalis Usai Fitnah Anggota DPR RI, Kadispar Sultra Minta Maaf
Tawuran Pecah di Makassar, Konvoi Motor Diserang Pakai Busur dan Batu
Makam Tebing Toraja Utara Dilahap Karhutla, 270 Jenazah Berakhir Jadi Abu
Houthi Gempur Habis-habisan Arab Saudi, Kilang Minyak Ras Tanura Terbakar
Diduga Istimewakan Penipu, Polresta Gowa Diminta Cabut Penangguhan AHA