Mogan Pasaribu-Bung Octa Geber Horja Bius di Australia, Ritus Batak Guncang Melbourne

Jumat, 27 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Moctavianus Masheka Siregar atau biasa dipanggil Bung Octa adalah seorang penyair dan sastrawan yang juga dikenal sebagai  Ketua Taman Inspirasi Sastra Indonesia  (TISI). (Foto: Ist/Kir/Lasman)

Moctavianus Masheka Siregar atau biasa dipanggil Bung Octa adalah seorang penyair dan sastrawan yang juga dikenal sebagai Ketua Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI). (Foto: Ist/Kir/Lasman)

Zonafaktualnews.com – Horja Bius bersama Mogan Pasaribu dan Moctavianus Masheka Siregar akan tampil road show  pada acara di  Melbourne, Australia berturut-turut mulai Jumat (1/8/2025) di Beast, Sabtu (2/8/2025) malam bonapasogit kerjasama KJRI dan Komunitas Tapanuli, Minggu (3/8/2025) di Section 8, dan pada Kamis (7/8/2025) di acara KJRI dan Perkumpulan Mahasiswa Melbourne.

“Sebelumnya pada Jumat 25 Juli 2025 masih bersama Horja Bius yang dipimpin oleh Mogan Pasaribu, kami juga akan mengikuti Festival Lontar di Singaraja, Bali,” ujar Moctavianus Masheka Siregar, Penyair dan Sastrawan Nasional yang juga dikenal sebagai Ketua Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI) kepada wartawan di Jakarta, Jumat  (27/6/2025).

“Di Melbourne Australia saya akan membacakan 3 Tonggo-Tonggo (Mantra-Mantra Batak-red ) tentu saja juga dalam bahasa Batak,” kata Bung Octa-panggilan akrabnya-yang ternyata adalah penyair berdarah batak asli bermarga ‘Siregar’ ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di bawah ini akan saya bawakan 3 Tonggo- Tonggo (Mantra-Mantra Batak).Jadi ada musik, tari, dan sastra Batak,” ucapnya.

Tonggo Ompung Mulajadi Nabolon

Ho do na ma jadi hon langit

Na ma jadi hon tano

Na ma jadi hon saluhut

Na sa na adong

Ho do na ma jadi hon jolma

Humbaen na adong

Na ma jadi hon harajaon asa adong

margonggom di topi ni langitmu

diatas ni tano on

Di jadi hokko no toddim jadi anakmu

Ima raja na siakbagi

Margonggom hami dirumah hamalimon mi

Parajar si oloan jala marmeme

siboduton

Ajar na i do na u olo i hami

Mamena i do na hupparngolohon hami

Humbaen rohami saluhut

Ginonggom ni tondi na

Sian holak kolang ni dosa

Nau a nuhon

Marluhut sipangatarani

Bale parpitaan

Dohot bale partonggoan

Marsobba mardaulat tu ho

Marhite lappir ni tanga nami marsomba

tipul ni daupa dohot pangurason…..

indahan na las, dekke di lean

pira ni ambalungan

manuk lahi bini

hambing putih si topion

Tonggo Siboru Deak Parujar

Baen ma gondang ni Ompunta… Tuan Humara-Hiri, Si Humara Naboru… par-aji tamba-tua, par-aji pulung-pulungan… sinonduk ni Ompunta Sibaso Nabolon…

na marsigantung ditali siubar, na meat di mombang boru…

Sian tano hondur, tano malambut, tano hulambu jati… sian tano padang bakkil bandailing, tano siogung-ogung… parsirangan ni tano, pardomuan ni aek… Sian i ma dalan laho tu ginjang, partiatan ni Ompunta… Debata Natolu Suhu, Naopat Harajaon tu banua tonga on…

Disi ma parangin-anginan ni Ompunta… ‘Siboru Deakparujar’… sideak uti-utian, sigodang ujar-ujaran…

Tonggo-Tonggo Siboru Deakparujar

Palulah gendang dari Empu kita, Tuan Kumarakumari, Si Kumara perempuan, per-aji tambah tua, per-aji ramu-aramuan; suami dari Empu Kita Sibaso Nabolon, yang bergantung pada tali siubar, yang hinggap di mombang boru.

Dari tanah lembah, tanah kelabu sejati, dari tanah bakil Mandailing, tanah yang termasyhur, bagaikan suara yang merdu, perpisahan daripada tanah, pertemuan daripada air: ‘Dari situlah tangga jalan ke atas, perturunan daripada Empu Kita: Debata Nan Tiga, Nan Tiga Segi, Nan Empat Kerajaan, ke benua tengah ini’.

“Di situlah bertamasya Empu kita Siboru Deakparujar, yang banyak cerdik, yang banyak akal,” pungkasnya.

Mitologi dan Ritus Batak

Horja Bius yang dipimpin oleh Mogan Pasaribu (Pendiri sekaligus Owner group musik Horja Bius-red) adalah merupakan group.world music yang konsisten mengangkat mitologi dan ritus masyarakat batak.

Group musik Horja Bius yang mempergunakan alat.musik seperti Taganing (Kendang), Hasapi (Kecapi), Sulim (Suling), dan Sarunai Garantung (Kulintang) selalu mengangkat lagu-lagu Folktor dan Mantra-Mantra Batak.

Horja Bius sebelumnya pernah tampil di Rotterdam, Denhaag, dan Amsterdam di Belanda.

Khusus untuk tampil di Section 8, Melbourne Australia karena dikenal suasana komunitasnya yang kuat dan sering menjadi tempat berbagai kegiatan seni dan musik.

Kontributor : Lasman Simanjuntak
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang
Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara
Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang
Kurniawan Nahkodai HMI KOMDAK Gowa, Tekankan Soliditas dan Amanah
Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
7 Penumpang Tewas, Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Diduga Berawal dari Taksi
Harga Minyakita Dibayangi Sinyal Kenaikan, Zulhas Jadi Bulan-bulanan Warganet
Narkoba Bukan Sekadar Kejahatan, tapi Neo-Kolonialisme Hancurkan Generasi

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 09:20 WITA

Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang

Rabu, 29 April 2026 - 08:23 WITA

Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara

Selasa, 28 April 2026 - 21:15 WITA

Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang

Selasa, 28 April 2026 - 20:33 WITA

Kurniawan Nahkodai HMI KOMDAK Gowa, Tekankan Soliditas dan Amanah

Selasa, 28 April 2026 - 09:52 WITA

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Berita Terbaru