Kepala Ganjar Pranowo Terbentur Lonceng Besi

Minggu, 13 Agustus 2023 - 11:10 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Kepala Ganjar Pranowo Terbentur Lonceng Besi

Kepala Ganjar terbentur Lonceng Besi

Zonafaktualnews.com – Capres dari PDIP Ganjar Pranowo terbentur lonceng besi.

Kejadian  itu terjadi di Panti Pelayanan Sosial Wanita Wanodyatama Surakarta, pada Selasa lalu.

Dalam video yang beredar, Ganjar terlihat sedang berbincang dengan pengelola panti sambil berjalan.

Ganjar menuju ke sebuah ruangan yang melewati lonceng.

Lantaran keasyikan mengobrol, gubernur Jawa Tengah itu tidak menyadari bahaya di depannya.

Staf juga tidak memperkirakan kecelakaan itu akan terjadi.

Pengelola panti yang seorang wanita juga keasyikan menjawab pertanyaan Ganjar.

Mereka mengobrol dengan saling menatap sehingga hanya sesekali melihat ke depan.

Tiba-tiba, “Tiingngng…” Kepala Ganjar terbentur lonceng besi berukuran besar sampai berbunyi.

Melihat kejadian itu, pengelola panti langsung panik.

Ganjar yang kesakitan terlihat memegangi kepalanya dan sempat menoleh melihat benda yang membentur kepalanya.

BACA JUGA :  Ganjar Pranowo Sindir Soal Praktik KKN, Kubu Prabowo Terusik

Setelahnya Ganjar melanjutkan peninjauan ke beberapa ruangan panti.

Panti Pelayanan Sosial Wanita Wanodyatama Surakarta adalah panti sosial yang dihuni orang dari beragam latar belakang sosial seperti penyandang disabilitas, mantan pekerja seks komersial (PSK), dan lain-lain.

Dalam kunjungan itu, Ganjar mendapatkan cerita dari beberapa penghuni termasuk mantan PSK yang ingin kehidupannya berubah lebih baik di masa depan.

“Jadi saya mendapatkan informasi ada banyak yang harus dilayani. Tadi ada yang, mohon maaf, ditemukannya di jalan, terus tadi saya tanya ada yang kerja di belakang terminal. Kerjanya apa, kupu-kupu malam bahasanya mereka,” kata Ganjar.

BACA JUGA :  Terindikasi Korupsi, Ganjar Pranowo Dilaporkan ke KPK

Penghuni panti pertama yang ditemui Ganjar bercerita, sebelum dibawa ke panti ia bekerja sebagai PSK sejak usia 13 atau 14 tahun.

Selama menjalani pekerjaan haram tersebut, dia sempat hamil dan terpaksa dijodohkan dengan seseorang yang bukan pilihannya.

Penghuni lainnya bercerita, pernah bekerja di daerah Kalibanteng, Kota Semarang. Kemudian dia dibawa oleh dinas sosial (Dinsos) ke panti tersebut, untuk diberikan penanganan dan pelatihan.

“Setelah diasesmen oleh kawan-kawan Dinsos, ternyata mereka itu punya beban keluarga yang berat. Ini perempuan semuanya. Perempuan menjadi korban, suaminya pergi, mohon maaf. Ia punya anak, anaknya nggak ada yang memelihara.”

“Ternyata setegar-tegar ia ketika bekerja yang disebut sebagai kupu-kupu malam, ketika ditanya punya anak tidak, pasti tersentuh dan menangis,” ujar Ganjar.

BACA JUGA :  Nasdem Sindir PDIP Sebut Partai Kacang Lupa Kulit

Selama tinggal di panti sosial, para penghuni diberi rehabilitasi dan pelatihan.

Ganjar berharap, dengan rehabilitasi dan pelatihan yang diberikan, para penghuni akan memiliki masa depan lebih baik.

Artinya, mereka tidak lagi kembali ke dunianya yang dulu. Maka dari itu, pendampingan terhadap mereka menjadi sangat penting.

“Ketika mereka kita rehab di sini, kita ajari, dengan suatu harapan mereka nanti akan kembali (hidup normal) dan kita bantu.

 Kita dampingi agar mereka punya usaha sendiri, agar tidak kembali pada pekerjaan semula,” katanya. (*)

Berita Terkait

Merinding, Langit Palangka Raya Berubah Oranye Pekat Bak Film Kiamat
Ngeri! Rongga Bara Karhutla Kalteng Menganga, Muncul Lubang Api Bawah Tanah
Viral Video AI Prof Djokosoetono di Medsos, dr Mintarsih Buka Borok Blue Bird
Berawal dari Senggol Nama Ortu, 2 Pengantre BBM di Bone Saling Sabet Badik
Heboh, Kepsek dan Guru SD Pekalongan Terciduk “Adu Kelamin” di Ruang Kelas
Hercules Balas Tantangan Habib Bahar: Jangan Diadu Domba, Kita Ini Saudara
Gubernur Sulsel Dikuliti Netizen, Anggaran Sewa Bunga Rp1 Miliar Disoal
Heboh Link Video Kasir Indomaret 7 Menit di Medsos, Awas Jebakan Phishing