Ngeri! Rongga Bara Karhutla Kalteng Menganga, Muncul Lubang Api Bawah Tanah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:40 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Ngeri! Rongga Bara Karhutla Kalteng Menganga, Muncul Lubang Api Bawah Tanah

Tangkapan layar video lubang api di bawah tanah di wilayah Kalimantan Tengah. (Foto kolase)

Zonafaktualnews.com – Fenomena kemunculan rongga bara menganga di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Palangkaraya, Kalimantan Tengah, memicu keprihatinan publik.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa pendaran api di bawah permukaan tanah tersebut merupakan karakter khas karhutla di lahan gambut.

Video singkat yang merekam pijar api merah dari dalam tanah itu mendadak viral di media sosial.

Di lokasi kejadian, petugas satgas darat terus berjibaku menyiramkan air untuk memadamkan bara tersembunyi yang terus menjalar.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, menjelaskan bahwa fenomena tersebut dikenal sebagai ground fire atau api bawah permukaan.

BACA JUGA :  Merinding, Langit Palangka Raya Berubah Oranye Pekat Bak Film Kiamat

“Fenomena lubang api bawah tanah pada kebakaran lahan gambut di Kalimantan merupakan bentuk ground fire atau api bawah permukaan,” ujar Berton kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).

Berton membeberkan, karakteristik lahan gambut yang terbentuk dari material organik tebal dan kaya gas metana menjadi pemicu utama.

Kondisi ini membuat area permukaan tampak sudah padam, padahal bara api di lapisan bawah masih aktif menyala.

“Saat lapisan organik di dalam tanah habis terbakar, struktur tanah di atasnya melesak dan membentuk rongga atau lubang yang mengeluarkan asap serta pijar api,” jelasnya.

Ancaman ground fire ini kian kompleks karena pergerakannya yang tak kasat mata di bawah permukaan.

BACA JUGA :  Wah Ngeri, BNPB Umumkan 303 Warga Meninggal Akibat Banjir Bandang Sumatra

Sensor satelit pemantau hotspot konvensional kerap kesulitan mendeteksi titik api model ini secara presisi.

“Sifatnya yang tersembunyi dan minim radiasi panas tinggi di permukaan membuat api bawah tanah ini sulit terdeteksi oleh citra satelit pemantau hotspot biasa,” tambah Berton.

Guna menaklukkan api tersembunyi tersebut, penanganan ekstra dilakukan melalui metode pembasahan total (ground soaking).

Petugas mengandalkan teknik penyuntikan air (water injection) menggunakan pipa bertekanan tinggi langsung menembus kedalaman tanah gambut.

Penanganan darat ini turut diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang mengandalkan kolaborasi BNPB bersama BMKG dan TNI untuk memicu hujan buatan di wilayah terisolasi.

BACA JUGA :  Petaka Tanah Longsor di Tana Toraja Renggut 20 Korban Jiwa

Langkah teknis lain seperti pembuatan sumur bor serta penutupan sekat kanal juga terus dikebut. Upaya ini difokuskan menjaga tinggi muka air tanah agar lahan gambut tetap dalam kondisi lembap.

Di sisi lain, BNPB mengimbau warga untuk tidak mendekati area bekas kebakaran karena potensi bahaya fisik yang mengintai.

“Membatasi akses masyarakat ke lokasi terdampak jadi penting karena struktur tanah yang tersisa sangat rapuh dan rawan ambles, sehingga berisiko membuat warga terperosok ke dalam rongga bara panas,” pungkas Berton.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Istana Presiden Yaman Diberondong Rudal Houthi, 5 Tewas dan 16 Luka-luka
Merinding, Langit Palangka Raya Berubah Oranye Pekat Bak Film Kiamat
Perang Kelompok Rajawali vs Kokolojia di Makassar Pecah, 1 Pemuda Tewas
Perang Kelompok di Ablam Makassar Telan Korban, Pria Cari Cucu Malah Tewas
Sengkarut Tim Pemenangan DPR RI Berujung Sidang, Istri Eks Ketua Tim Didakwa
Indonesia Terancam Digugat Malaysia, Imbas Kabut Asap Karhutla Makin Parah
Pengamat Peringatkan Risiko “People Power Di-Nepal-kan” Jika Gibran Tak Mundur
Husniah Talenrang Lengser, Darmawangsyah Muin Pegang Kemudi Plt Bupati Gowa

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:17 WITA

Istana Presiden Yaman Diberondong Rudal Houthi, 5 Tewas dan 16 Luka-luka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:43 WITA

Merinding, Langit Palangka Raya Berubah Oranye Pekat Bak Film Kiamat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WITA

Perang Kelompok Rajawali vs Kokolojia di Makassar Pecah, 1 Pemuda Tewas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:47 WITA

Perang Kelompok di Ablam Makassar Telan Korban, Pria Cari Cucu Malah Tewas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:11 WITA

Sengkarut Tim Pemenangan DPR RI Berujung Sidang, Istri Eks Ketua Tim Didakwa

Berita Terbaru