Kasus JKN RSUD Syekh Yusuf Mangkrak 2 Tahun, Kejagung Diminta Turun Tangan

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 11:51 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Kasus JKN RSUD Syekh Yusuf Mangkrak 2 Tahun, Kejagung Diminta Turun Tangan

RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Ist)

Zonafaktualnews.com – Kasus dugaan korupsi pencairan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di RSUD Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kembali disorot.

Lembaga Antikorupsi Sulsel (Laksus) mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengambil alih penanganan perkara ini dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungguminasa.

Direktur Laksus, Muhammad Ansar, menilai kinerja Kejari Gowa tidak menunjukkan progres berarti. Padahal, penggeledahan dan penyitaan dokumen terkait kasus tersebut sudah dilakukan sejak 2023.

“Sama sekali tak ada progres dalam 2 tahun. Kasus ini mangkrak,” tegas Ansar, Sabtu (23/8/2025).

Menurutnya, dengan bukti-bukti yang telah diamankan, seharusnya penyidik sudah dapat menetapkan tersangka.

“Tahun 2023 sudah dilakukan penggeledahan di RSUD Syekh Yusuf. Saya kira dokumen dan fakta-fakta penyimpangan sudah dikantongi penyidik. Nah, pertanyaannya mengapa belum dilakukan penetapan tersangka,” ujarnya.

BACA JUGA :  LAKSUS Turunkan Tim Pantau Anggaran RT/RW, Jangan Ada Mark-up dan Fiktif

Ansar menambahkan, konstruksi perkara ini relatif sederhana karena alur pencairan dana JKN jelas tergambar dalam dokumen yang telah disita.

“Penyidik bisa dengan mudah meneliti siapa pihak-pihak yang bertanggung jawab dan di mana potensi perbuatan melawan hukumnya. Tapi kok tidak ada kemajuan sampai sekarang,” paparnya.

Lebih jauh, ia mempertanyakan komitmen Kejari Gowa dalam mengusut kasus besar ini.

“Saya malah ragu dengan komitmen Kejari Gowa. Dia tidak menunjukkan political will yang serius. Masa dua tahun cuma didiamkan saja,” ucapnya.

BACA JUGA :  Pengawal Airlangga Hartarto Ancam Tembak Wartawan

Bahkan, Laksus menduga ada potensi konflik kepentingan yang membuat proses hukum tersendat.

“Dari hitung-hitungan yang ada, nilai pencairan JKN itu mencapai Rp3 miliar per bulan. Ini berlangsung sejak 2018 hingga 2023. Artinya kalau Rp3 miliar kali 5 tahun itu estimasinya mencapai Rp200 miliar. Jadi ini bukan skandal kecil,” jelasnya.

Ansar menilai, besarnya potensi kerugian negara membuka kemungkinan keterlibatan lintas instansi.

“Harusnya kemungkinan ini diselidiki oleh Kejari. Kemungkinan adanya persekongkolan. Bukan hanya di internal RSUD Syekh Yusuf. Tapi pengambil kebijakan di Pemkab Gowa,” tandasnya.

Oleh karena itu, Ansar menegaskan perlunya supervisi maupun pengambilalihan perkara oleh Kejagung.

BACA JUGA :  8 Tersangka Kredit Sritex Ditahan, Dirut Bank Daerah Hanya Tahanan Kota

“Minimal ada supervisi Kejagung. Kalau tidak, saya khawatir kasus JKN tidak tuntas,” ketusnya.

Sekedar diketahui, Tim Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gowa melakukan penggeledahan di RSUD Syekh Yusuf pada September 2023.

Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita dokumen penggunaan dana JKN periode 2018–2023, dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) 2018–2023, serta barang bukti berupa dua unit CPU komputer, satu laptop, enam buku rekening, dan empat buku catatan.

(RL/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Bongkar Dugaan Korupsi Rp2,3 Miliar, Ketua GRH Laporkan Dispora Makassar
Jaringan BSS VinFast di Gowa-Maros Hanya Omon-omon, Konsumen Kecewa
2 Pelangsir Disikat, Operator-SPBU ‘Dilindungi’, Polres Parepare Tebang Pilih?
Diduga Rugikan Negara, Dana Hibah KORMI Makassar 1,5 M Dilapor ke Kejati
Praktisi Hukum Desak Evaluasi Total K3 Usai Lima Jurnalis Gugur di Krakatau
Kayu Ilegal di Luwu Utara Digagalkan, Sopir dan Truk Diamankan Petugas
Jalan Beton Parepare Diduga Ubah Ready Mix, Mutu K250 Diminta Diuji Core Drill
Kejari Kantongi LHP BPK, Kasus Korupsi Jalan Beton Parepare Segera Diekspose

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 01:47 WITA

Bongkar Dugaan Korupsi Rp2,3 Miliar, Ketua GRH Laporkan Dispora Makassar

Sabtu, 19 September 2026 - 01:02 WITA

Jaringan BSS VinFast di Gowa-Maros Hanya Omon-omon, Konsumen Kecewa

Jumat, 18 September 2026 - 18:08 WITA

2 Pelangsir Disikat, Operator-SPBU ‘Dilindungi’, Polres Parepare Tebang Pilih?

Jumat, 18 September 2026 - 17:07 WITA

Diduga Rugikan Negara, Dana Hibah KORMI Makassar 1,5 M Dilapor ke Kejati

Jumat, 18 September 2026 - 08:49 WITA

Praktisi Hukum Desak Evaluasi Total K3 Usai Lima Jurnalis Gugur di Krakatau

Berita Terbaru