JK Ngamuk! Lahan 16,4 Hektare Miliknya di Makassar Dirampok Mafia Tanah

Kamis, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jusuf Kalla (JK) saat meninjau langsung lahan miliknya seluas 16,4 hektare di Jalan Metro Tanjung, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Jusuf Kalla (JK) saat meninjau langsung lahan miliknya seluas 16,4 hektare di Jalan Metro Tanjung, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Zonafaktualnews.com – Amarah mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), tak terbendung saat meninjau langsung lahan miliknya seluas 16,4 hektare di Jalan Metro Tanjung, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan.

Lahan yang telah ia miliki selama lebih dari tiga dekade itu kini menjadi objek sengketa dan diduga telah dicaplok oleh jaringan mafia tanah.

Di hadapan wartawan, JK dengan nada tinggi menegaskan bahwa dirinya memiliki dasar hukum yang sah atas tanah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

JK mengaku membelinya langsung dari ahli waris Raja Gowa sekitar 35 tahun lalu, lengkap dengan sertifikat resmi.

BACA JUGA :  Kisruh Sengketa Lahan Memanas, Kuasa Hukum Diserang, AAS Dituding Panik

“Saya mau lihat, saya punya tanah. Itu kesimpulannya,” ujar JK di lokasi, Rabu (5/11/2025).

“Sudah sertifikat ada, jual belinya 35 tahun lalu, saya sendiri yang beli,” tambahnya.

JK juga menepis tudingan bahwa dirinya terlibat dalam hubungan hukum dengan pihak PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) yang kini ikut terseret dalam sengketa.

Ia justru mempertanyakan pihak yang digugat dalam kasus tersebut dan menyebutnya tak masuk akal.

“Karena yang dituntut itu siapa namanya? Majo ‘Balang? Itu penjual ikan kan. Masa penjual ikan punya tanah seluas ini? Jadi itu kebohongan, rekayasa, macam-macam,” kata JK dengan nada kesal.

BACA JUGA :  JK "Murka" Minta Lahan PT Vale Harus Segera Diambil Alih

Tak berhenti di situ, JK secara terbuka menuding adanya permainan mafia tanah di balik klaim sepihak terhadap asetnya.

“Iya, itu (yang dibeli GMTD) memang dulu dari Haji Najmiah. Haji Najmiah ‘kan mafia tanah di sini dulu,” ungkapnya.

JK menilai tindakan pengambilalihan lahan tersebut bukan sekadar sengketa, tetapi bentuk nyata perampasan hak.

“Karena kita punya, ada suratnya, ada sertifikatnya. Tiba-tiba dia mengaku. Itu perampokan namanya, ‘kan,” tegasnya.

Ia juga mengkritik keras proses eksekusi pengadilan yang menurutnya dilakukan tanpa prosedur yang benar, terutama soal pencocokan dan pengukuran di lapangan (constatering).

BACA JUGA :  Sengketa Lahan Gedung Hamrawati di Makassar Memanas, Warga Blokir Jalan

“Itu eksekusi harus didahului dengan namanya constatering. Pengukuran. Mana pengukurannya? Mana orang BPN-nya? Mana orang Camat-nya? Mana orang Lurah? Tidak ada semua,” ujarnya lantang.

JK menduga eksekusi dilakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuan pihak terkait. Ia menegaskan akan melakukan perlawanan hukum hingga tuntas demi membela haknya.

“Mau sampai ke mana pun, kita siap untuk melawan. (Melawan) ketidakadilan, ketidakbenaran,” pungkasnya.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Wali Kota Palopo “Janjimu Tale’e”, Jembatan Pajalesang Belum Juga Diperbaiki
Heboh, Objek Misterius Mirip UFO Mendarat di Madura, Netizen: “Wah, Ini Bezita”
Narasi ‘Demo Anarkis’ Diduga Pengalihan Isu, Alibi Lapas Bollangi Tutupi Kasus Narkoba?
Urat Nadi Energi Dunia Kembali Berdenyut, AS-Iran Sepakat Buka Selat Hormuz
Nilai Tukar Rupiah Jeblok ke Rp17.730, Menkeu Purbaya Pasang Badan Kejar Target
Demo Narkoba di Lapas Bollangi Chaos, Mahasiswa Dipukuli dan Diseret Bak Binatang
LBH MRI Tuntut Hukuman Berat Pelaku atas Kematian Wanita Ahli Bela Diri di Makassar
Pertamina Pastikan Narasi Larangan Pertalite Merek Mobil Tertentu Hoaks

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:45 WITA

Wali Kota Palopo “Janjimu Tale’e”, Jembatan Pajalesang Belum Juga Diperbaiki

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:15 WITA

Heboh, Objek Misterius Mirip UFO Mendarat di Madura, Netizen: “Wah, Ini Bezita”

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:21 WITA

Narasi ‘Demo Anarkis’ Diduga Pengalihan Isu, Alibi Lapas Bollangi Tutupi Kasus Narkoba?

Selasa, 26 Mei 2026 - 02:32 WITA

Urat Nadi Energi Dunia Kembali Berdenyut, AS-Iran Sepakat Buka Selat Hormuz

Selasa, 26 Mei 2026 - 01:52 WITA

Nilai Tukar Rupiah Jeblok ke Rp17.730, Menkeu Purbaya Pasang Badan Kejar Target

Berita Terbaru