Fakta-fakta Kematian Putri Pj Gubernur Papua Pegunungan

Selasa, 23 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Kolase : Tersangka dan korban

Foto Kolase : Tersangka dan korban

Zonafaktualnews.com – Polisi menetapkan mahasiwa asal Semarang Ahmad Nashir (22), sebagai tersangka atas kasus tewasnya putri Pj Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo ABK (16)

Korban awalnya tewas dengan mengalami kejang-kejang di rumah kos di Jalan Pawiyatan Luhur Bendan Ngisor, Semarang, Kamis (18/5/2023) malam.

Polisi sempat mengungkap ada dugaan kekerasan seksual di balik kematian korban sebelum menangkap tersangka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut fakta-fakta kematian putri Pj Gubernur Papua Pegunungan di kos:

1) ABK dan Ahmad Nashir Kenalan di Medsos

Berawal dari perkenalan korban dan pelaku di media sosial. Keduanya tepatnya berkenalan pada Rabu (3/5/2023).

“Status baru berteman, pertama kenal melalui Instagram tanggal 3 Mei. Kemudian tanggal 18 Mei pertemuan pertamanya,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar di kantornya, Senin (22/5/2023).

Keduanya kemudian bertemu perdana pada Kamis (18/5/2023) malam.

Saat itu tersangka Ahmad Nashir sendiri yang menjemput korban di rumahnya.

“Setelah dijemput yang bersangkutan, kemudian dibawa ke kos-kosan,” katanya.

2) Korban Disetubuhi

Pelaku dan korban disebut berbincang satu sama lain saat tiba di kos tersebut. Keduanya lalu mengkonsumsi miras hingga berhubungan badan.

BACA JUGA :  Diserang Netizen, Pemilik Brand ByCyttaLoves Beauty Buktikan Produk Makassar Aman dari “Hama”

Hingga akhirnya korban merasa mual. Korban akhirnya tidak sadarkan diri.

“Pelaku dan korban ngobrol, minum, terjadi hubungan laki-laki dan perempuan. Kemudian korban mengalami mual,” terang Irwan

Menurut pengakuan pelaku, dia tidak memaksa korban berhubungan badan.
Di satu sisi, polisi mengungkap ada luka pada alat vital korban.

“Pelaku mengakui menyetubuhi korban setelah minum miras. Keterangan dari tersangka, tidak memaksa (hubungan seksual) tapi fakta dari pemeriksaan forensik ada luka,” jelas Irwan.

3) Pelaku Berikan Pertolongan ke Korban.

Menurut Kombes Anwar, pelaku sempat membantu saat korban merasa mual.
Saat itu korban diberikan susu kemasan kaleng.

“Kemudian yang bersangkutan mencoba membantu membelikan susu bear brand,” katanya.

Tak sampai di situ, pelaku juga memberikan air kelapa kepada korban. Pelaku membelinya tak jauh dari kos-kosan tersebut.

“Dilanjutkan membantu dengan air kelapa yang dibeli tidak jauh dari kos-kosan. Nah tidak lama kemudian, korban kejang,” sambungnya

BACA JUGA :  Memanas, Mahfud MD Sebut DPR Makelar Kasus

4) Pelaku Bawa Korban ke Rumah Sakit.

Pelaku juga sempat membawa korban ke RS Elisabeth Semarang. Sayangnya nyawa korban tak terselamatkan.

Saat korban berada di rumah sakit, pelaku juga sempat mengabarkan keluarga korban.

Pelaku lalu kembali ke kosnya dan tak lama kemudian dia diamankan polisi.

“Setelah membawa korban ke RS, yang bersangkutan menghubungi pihak keluarga. Bahwa korban saat ini ada di RS. Lepas kembali dari RS, kembali ke kos, dari kosnya kita mengamankan yang bersangkutan,” jelas Kombes Irwan.

5) TKP Kematian Korban Baru Disewa Pelaku.

Polisi menemukan fakta kamar kos TKP kematian korban itu baru disewa oleh korban selama 14 hari.

Padahal, pelaku tinggal di Semarang dan rumah kos itu tak sejalan dengan kampusnya.

“Ini juga jadi tanda tanya bagi penyidik dan masih pendalaman apakah memang kos ini sengaja disiapkan untuk korban,” jelas Irwan.

Namun pelaku disebut tidak mengetahui bahwa korban merupakan putri seorang pejabat.

“Pelaku tidak tahu kalau korban anak pejabat,” tutup Irwan.

BACA JUGA :  Sial...Curi Kambing, Motor Mogok, 2 Pemuda Lebaran di Sel

6) Pelaku Hapus History Chat dengan Korban.

Polisi juga mengungkap pelaku telah menghapus riwayat percakapan di aplikasi pesan di ponselnya.

Pihak kepolisian kemudian berencana untuk menerjunkan tim IT untuk mencari fakta baru kasus tersebut.

“Histori yang ada di HP-nya tersangka sudah dihapus semua, nanti butuh proses pemeriksaan perangkat IT,” jelas Irwan.

Sementara itu, ponsel korban masih dalam keadaan terkunci dan belum berhasil terbuka.

Irwan mengatakan pihaknya akan menggali percakapan keduanya dari perkenalan hingga tewasnya ABK.

7) Pelaku Minta Maaf.

Pelaku turut dihadirkan saat polisi melakukan konferensi pers kasus tersebut.

Di hadapan awak media, pelaku meminta maaf kepada keluarga korban.

“Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada keluarga besar korban,” kata Nashir saat jumpa pers di Mapolrestabes Semarang.

Mahasiswa asal Penggaron, Kota Semarang, ini diketahui mengenal korban sekitar 2 minggu.

Keduanya berkenalan via Instagram dan memutuskan untuk bertemu pada hari kejadian atau 18 Mei 2023.

“Saya siap bertanggung jawab atas apa yang saya perbuat,” kata Ahmad Nashir.

Editor : Isal

Berita Terkait

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”
PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah
Diduga Cabuli 16 Siswa, Oknum Guru SDN 01 Rawa Buntu Tangsel Dibekuk Polisi
Anak Jahanam di Bulukumba Aniaya dan Banting Ibu Kandung hingga Nyaris Tewas
Satu Korban Kasus Jastiper Bertambah, Polres Sidrap Diminta Buktikan Bukan Omon-omon
Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Polman Parangi Istri dan Anak Kandung Usia 8 Tahun
Diduga Serang Nama Baik Putri Dakka, dr Resti Ditetapkan Tersangka Polda Sulsel
DJP Serahkan Tersangka Sindikat Faktur Fiktif, Negara Dirugikan Rp170 Miliar

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 01:30 WITA

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”

Jumat, 23 Januari 2026 - 01:33 WITA

PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:34 WITA

Diduga Cabuli 16 Siswa, Oknum Guru SDN 01 Rawa Buntu Tangsel Dibekuk Polisi

Selasa, 20 Januari 2026 - 19:17 WITA

Anak Jahanam di Bulukumba Aniaya dan Banting Ibu Kandung hingga Nyaris Tewas

Selasa, 20 Januari 2026 - 02:11 WITA

Satu Korban Kasus Jastiper Bertambah, Polres Sidrap Diminta Buktikan Bukan Omon-omon

Berita Terbaru