Brain Cipher Beri Kunci PDN, Kemenkominfo Berhasil Buka

Kamis, 4 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Data Kunci PDN Dibuka

Ilustrasi Data Kunci PDN Dibuka

Zonafaktualnews.com – Pusat Data Nasional (PDN) Indonesia yang diserang ransomware dan mengunci data jutaan penduduk akhirnya menemukan titik terang. Kelompok peretas Brain Cipher telah memberikan kunci untuk membuka kunci PDN kepada pemerintah.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (4/7/2024), Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Semuel Abrijani Pangerapan, mengonfirmasi bahwa kunci tersebut berhasil membuka data yang terkunci.

“Kami sudah mencoba membuka kunci yang diberikan dan berhasil di spesimen kami. Namun, masih banyak yang harus dikerjakan oleh tim teknis,” ujar Semuel di sela konferensi pers terkait pengunduran dirinya sebagai Dirjen Aptika di Kantor Kemenkominfo.

Serangan ransomware terhadap PDN menyoroti kelemahan dalam sistem keamanan data nasional. Server PDN disusupi dan dikunci oleh peretas, membuat data jutaan penduduk Indonesia tidak dapat diakses.

Brain Cipher, melalui situsnya di darknet, mengklaim telah memberikan kunci PDN secara cuma-cuma kepada pemerintah, menepati janji mereka untuk membantu menyelesaikan masalah ini.

BACA JUGA :  Airlangga Hartarto Tepis Rumor Pengunduran Diri Sri Mulyani

Meski kunci telah terbukti berfungsi pada spesimen yang diuji, Semuel tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai data yang berhasil dibuka atau status pemulihan keseluruhan sistem dari ransomware.

“Informasi lebih lanjut akan disampaikan oleh tim teknis di kemudian hari,” tambahnya.

Semuel juga tidak dapat menjelaskan spesimen apa yang digunakan Kemenkominfo untuk mencoba kunci yang diberikan oleh Brain Cipher atau apakah data yang berhasil dibuka sudah benar-benar bersih dari ransomware.

Pengunduran diri Semuel sebagai Dirjen Aptika terjadi di tengah krisis keamanan data ini, menambah tantangan bagi Kemenkominfo dalam memastikan perlindungan data penduduk serta memulihkan kepercayaan publik.

BACA JUGA :  Viral di Media Sosial, Gibran Memutuskan Mundur

Serangan ransomware terhadap PDN dan keberhasilan awal dalam membuka kunci ini menunjukkan betapa mendesaknya perlunya memperkuat sistem keamanan data nasional.

Keamanan data di Indonesia harus menjadi prioritas utama untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai
Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”
Komisi III DPR RI Desak Kejaksaan Bongkar Aktor di Balik Kerusakan Banjir Aceh
Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Dicap Pecundang Usai Diam-diam Temui Jokowi
Eks Menag Yaqut Ditetapkan Tersangka Skandal Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun
Saling Serang Berakhir Pidana, Richard Lee dan Doktif Sama-sama Jadi Tersangka
Banjir Sumut dan Dugaan Jejak Kekuasaan, Aparat Didesak Periksa Luhut
KUHP Pidana Perzinahan Sah, Pelakor, Pebinor, dan Pasangan Kumpul Kebo Bisa Dipenjara

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:40 WITA

Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai

Jumat, 23 Januari 2026 - 02:45 WITA

Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”

Sabtu, 10 Januari 2026 - 14:50 WITA

Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Dicap Pecundang Usai Diam-diam Temui Jokowi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 01:40 WITA

Eks Menag Yaqut Ditetapkan Tersangka Skandal Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun

Selasa, 6 Januari 2026 - 17:57 WITA

Saling Serang Berakhir Pidana, Richard Lee dan Doktif Sama-sama Jadi Tersangka

Berita Terbaru