Terungkap Modus Lobi-lobi Oknum BNNP Sulsel

Jumat, 2 Februari 2024 - 03:00 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Terungkap Modus Lobi-lobi Oknum BNNP Sulsel

Tempat ngopi bareng oknum BNNP Sulsel dengan KJ di Kafe Anomali Makassar

Zonafaktualnews.com – Modus lobi-lobi oknum BNNP Sulsel terungkap sebelum mengamankan bandar sabu KJ.

Dari informasi yang dihimpun, KJ sebelum diamankan sempat diajak ngopi bareng oleh oknum BNNP Sulsel.

KJ dan oknum BNNP Sulsel ngopi bareng di salah satu kafe di Makassar pada saat itu.

Oknum BNNP Sulsel disebut-sebut melobi permintaan ‘jatah’ hingga hal tersebut tersebar luas di publik.

Penasehat Hukum KJ alias Lewa, Sya’ban Satono menyampaikan kronologi kejadian tersebut hingga mengungkap fakta.

Sya’ban mengatakan pihak BNNP Sulsel sebelumnya melakukan penangkapan terhadap KJ.

Berselang penangkapan itu, pihak BNNP Sulsel melakukan penggerebekan dan penggeledahan Ruko milik KJ di Bone.

“Tim BNNP Sulsel lebih dulu sudah melakukan penangkapan dan telah mengamankan seorang pelaku bandar narkoba berinisial Un, pada September 2023 lalu, di Makassar” ujarnya. Kamis (1/2/2024)

Dari hasil penangkapan 4 bulan lalu inilah, Tim BNNP Sulsel melakukan pengembangan kasus hingga tercatut juga nama KJ didalamnya.

BACA JUGA :  Kubah Masjid di Barukang Ambruk, Sejumlah Jamaah Luka-luka

Diungkapkan oleh Sya’ban, sebelum terjadinya penangkapan, menurut KJ, dirinya sempat ngopi bareng oknum BNNP Sulsel di kafe Anomali, Jalan Ratulangi, Kota Makassar, Senin (15/1/2024).

“Ada apa, KJ yang ditarget DPO, sempat ngopi bareng dengan salah seorang oknum BNNP Sulsel di tempat yang sama, saat itu pula terjadinya penangkapan terhadap klien saya, di Cafe Anomali, Hari Senin 15 Januari 2024,” ungkap Sya’ban.

Lanjut, saat melakukan penggerebekan, penggeledahan, dan penangkapan, pihak BNNP Sulsel tidak disertai atau tidak memperlihatkan surat izin permohonan dari pengadilan beserta surat perintah penangkapan dan penahanan.

“Pada waktu penggerebekan, penggeledahan dan penangkapan, menurut KJ, pihak BNNP Sulsel tidak disertai atau tidak memperlihatkan surat izin dari pengadilan, beserta surat penangkapan dan penahanan terhadap klien saya,” beber Sya’ban.

Sementara itu, Kasi Intel BNNP Syahril Said yang dikonfirmasi melalui WhatsApp tidak memberikan tanggapan.

BACA JUGA :  Geger, Cucu Bunuh Nenek di Toddopuli 18 Makassar

Diberitakan sebelumnya, manager kafe bernama Inkas di Makassar mengaku tidak tahu soal penangkapan KJ Bandar Narkoba.

Kepada tim investigasi media ini, Inkas mengaku tidak tahu menahu soal adanya penangkapan seorang bandar narkoba asal Bone.

Dikroscek lebih jauh, Inkas tertatih-tatih dengan gerak mikro ekpresi di wajahnya yang diduga menyembunyikan sesuatu.

Meski ‘mengelak’, Inkas mengakui bahwa ada kejadian di Kafe yang dia tempati bekerja itu.

“Iya benar, ada kejadian saya dengar,” kata Inkas kepada media ini, pada Kamis (18/1/2024).

Sayangnya Inkas tak memberikan gambaran secara detail kejadian itu. Dia hanya menyebut kejadiannya di luar kafe bukan di dalam.

“Setahu saya di luar pak bukan di dalam kafe,” kata dia.

Di sisi lain, Inkas ‘kecolongan’ menyebut ada pihak BNNP datang mengambil hardisk CCTV di kafe yang dia tempati bekerja itu.

BACA JUGA :  Praktik Prostitusi Online di Makassar Dibongkar Polisi, 10 Orang Ditangkap

“Iya ada kejadian saya dengar, tapi depan bukan di dalam, karena pada saat itu saya tidak ada dan ada orang dari BNNP datang ambil hardisk CCTV,” jelasnya.

Hardisk CCTV ini menjadi tanda tanya besar, namun Inkas menegaskan kembali mengaku tidak tahu menahu.

Ditanya soal apakah sekuriti mengetahui terkait kejadian penangkapan itu, Inkas mengaku sudah kordinasi dan kejadiannya di luar bukan di dalam kafe.

Sementara itu, salah satu sekuriti Kafe tersebut mengatakan bahwa kejadian penangkapan itu terjadi di lantai 2 kafe bukan di luar.

“Iya benar ada kejadian di lantai dua” singkatnya

Dipertegas kembali soal kejadian tersebut apakah di luar atau di dalam, sekuriti kafe itu mengatakan lantai 2 kafe.

“Lantai 2 kafe pak,” jelasnya.

 

(Oda)

Berita Terkait

Dua Kali Gagal P-21, H. Suradi Desak Kejati Sulsel Sikat Mafia Rincik Siluman
Tawuran Pecah di Kandea III Makassar, Rafli Tewas Diduga Kena Tembakan
Wawan Nur Rewa Ungkap Modus “Pakappala’ Tallang” Bos Kosmetik AHA
BGN Bekukan SPPG Watubangga Kendari Pasca 57 Pelajar Keracunan MBG
Tak Terima Diserang Hoaks di Medsos, Istri Aiptu Darius Bakal Polisikan Mantan
Pendekar Hukum Indonesia Desak Wali Kota Makassar Evaluasi Total Kadisdik
Tepis Fitnah Keji, Eks Paur Propam Makassar Sebut Mantan Istri Playing Victim
Laskar Indonesia Kuliti Borok Revitalisasi Sekolah di Parepare, Diduga Digarap Kontraktor

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:53 WITA

Dua Kali Gagal P-21, H. Suradi Desak Kejati Sulsel Sikat Mafia Rincik Siluman

Senin, 28 September 2026 - 02:24 WITA

Tawuran Pecah di Kandea III Makassar, Rafli Tewas Diduga Kena Tembakan

Sabtu, 26 September 2026 - 18:32 WITA

Wawan Nur Rewa Ungkap Modus “Pakappala’ Tallang” Bos Kosmetik AHA

Rabu, 23 September 2026 - 14:28 WITA

BGN Bekukan SPPG Watubangga Kendari Pasca 57 Pelajar Keracunan MBG

Minggu, 20 September 2026 - 20:21 WITA

Tak Terima Diserang Hoaks di Medsos, Istri Aiptu Darius Bakal Polisikan Mantan

Berita Terbaru