Aktivis-Wartawan Ditangkap di Morowali Bak Teroris: “Jangan Dikasih Begitu Kakakku, Telaso”

Senin, 5 Januari 2026 - 16:10 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Detik-detik penangkapan wartawan advokasi Royman M. Hamid oleh aparat Polres Morowali di Desa Torete, Kecamatan Bungku Pesisir. (Foto kolase)

Detik-detik penangkapan wartawan advokasi Royman M. Hamid oleh aparat Polres Morowali di Desa Torete, Kecamatan Bungku Pesisir. (Foto kolase)

Zonafaktualnews.com – Penangkapan aktivis lingkungan, Arlan Dahrin dan seorang Wartawan, Royman M Hamid viral di media sosial.

Keduanya diamankan aparat kepolisian pasca peristiwa terbakarnya Kantor Perusahaan PT Raihan Catur Putra (RCP).

Royman M Hamid yang dikenal sebagai wartawan advokasi yang aktif mengawal konflik agraria itu ditangkap pada Minggu (4/1/2026) di Desa Torete, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali.

Sementara itu, Arlan Dahrin, aktivis yang konsisten menyuarakan aspirasi masyarakat terkait konflik agraria dan lingkungan lebih dulu diamankan oleh pihak kepolisian.

Dalam video yang beredar luas pada Senin (5/1/2026), terlihat Kasatreskrim Polres Morowali AKP Erick Wijaya Siagian memimpin langsung proses penangkapan Royman.

Sejumlah personel polisi tampak mengenakan seragam lengkap dan membawa senjata api, sementara lainnya berpakaian sipil.

BACA JUGA :  Liput Aksi Protes Proyek Geotermal, Pemred Floresa Dipukul dan Ditangkap Aparat

Dalam rekaman tersebut, AKP Erick menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah membawa dokumen administrasi penangkapan.

Saat Royman meminta agar dokumen tersebut didokumentasikan sebagai bagian dari haknya untuk mengetahui alasan penangkapan, permintaan itu tidak direspons.

Situasi di lokasi kemudian memanas. Royman disebut ditangkap secara paksa. Ia dipiting di bagian leher, kedua tangannya dijepit, lalu digiring masuk ke dalam mobil polisi di hadapan warga sekitar.

Cara penangkapan tersebut memicu emosi keluarga. Adik Royman yang berada di lokasi meluapkan kemarahannya karena menilai tindakan aparat kepolisian berlebihan dan memperlakukan Royman serta Arlan seolah-olah pelaku terorisme.

“Wee, telaso kenapa kau bawa kakakku. Jangan dikasih begitu kakakku!” teriak sang adik Royman sambil merekam kejadian tersebut.

BACA JUGA :  Tuntut Balas! Warga Moncongloe Gugat ATR/BPN dan Polres Maros

Sejumlah warga juga menyayangkan cara penangkapan terhadap Royman M. Hamid dan Arlan Dahrin yang dinilai berlebihan. Padahal, keduanya dikenal luas sebagai sosok yang kerap mengawal dan menyuarakan aspirasi masyarakat setempat.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Morowali AKP Erick Wijaya Siagian memberikan penjelasan terkait penangkapan tersebut.

Erick menyebut tindakan kepolisian dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi.

“Penangkapan ini dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan penyelidikan. Dari hasil tersebut, beberapa orang diduga terlibat dalam peristiwa pembakaran Kantor PT Raihan Catur Putra (RCP),” ujar AKP Erick kepada wartawan.

Erick juga menjelaskan bahwa dalam proses penangkapan, aparat menghadapi perlawanan dari salah satu terduga pelaku.

“Saat dilakukan penangkapan, terduga pelaku tidak bersikap kooperatif. Salah satu pelaku bahkan melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam jenis parang,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Tuntut Balas! Warga Moncongloe Gugat ATR/BPN dan Polres Maros

Akibat perlawanan tersebut, seorang anggota kepolisian mengalami luka pada bagian tangan. Meski demikian, terduga pelaku berhasil diamankan oleh petugas.

AKP Erick menambahkan, setelah itu aparat kembali melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku lainnya.

“Pada awalnya yang bersangkutan bersikap kooperatif, namun kemudian menolak untuk dibawa ke Polres Morowali. Petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur sebelum akhirnya membawa ketiga terduga pelaku ke Polres Morowali untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” jelasnya.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Polisi Bongkar Modus Operator SPBU Parepare “Kuras” BBM, Izin Terancam Dicabut
Warga Makassar Siap-siap “Puasa” Air! Bili-Bili Direhab 3 Hari, Cepat Isi Tandon
Bongkar Modus Mobil Tangki, Polres Toraja Utara Sikat Mafia BBM Subsidi
Tower 2 RS HAH Dibangun Rp6 Miliar, Benarkah Masih Pakai AMDAL Lama?
Pria Lansia Tewas di Kanal Batua Raya, Eceng Gondok Jadi Biang Kerok Pencarian
Kasus Pengancaman Dosen UIN Alauddin Makassar, LKBHMI Ambil Sikap Tegas
Owner Arashi Cosmetindo Bagi-bagi Coffee Gratis di Antrean BBM Makassar
Aturan Pemprov Sulsel-Pertamina Diinjak-injak, Sopir Truk Tetap Isi BBM Siang

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 02:03 WITA

Polisi Bongkar Modus Operator SPBU Parepare “Kuras” BBM, Izin Terancam Dicabut

Selasa, 15 September 2026 - 17:21 WITA

Warga Makassar Siap-siap “Puasa” Air! Bili-Bili Direhab 3 Hari, Cepat Isi Tandon

Selasa, 15 September 2026 - 16:09 WITA

Bongkar Modus Mobil Tangki, Polres Toraja Utara Sikat Mafia BBM Subsidi

Selasa, 15 September 2026 - 01:28 WITA

Tower 2 RS HAH Dibangun Rp6 Miliar, Benarkah Masih Pakai AMDAL Lama?

Selasa, 15 September 2026 - 01:06 WITA

Pria Lansia Tewas di Kanal Batua Raya, Eceng Gondok Jadi Biang Kerok Pencarian

Berita Terbaru