Ajudan Kapolri Ngeplak Kepala Wartawan dan Ancam Tempeleng Satu-satu

Senin, 7 April 2025 - 14:12 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Ajudan Kapolri Ngeplak Kepala Wartawan dan Ancam Tempeleng Satu-satu

Foto Ilustrasi – Ngeplak kepala wartawan

Zonafaktualnews.com – Seorang ajudan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diduga melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan foto LKBN Antara berinisial MZ saat meliput arus balik mudik di Stasiun Tawang, Kota Semarang, pada Sabtu, 5 April 2025.

Peristiwa itu terjadi saat Kapolri tengah menyapa para pemudik difabel dan lansia di peron stasiun.

Setelah sesi itu, ajudan Kapolri meminta jalan dibuka untuk inspeksi ke dalam gerbong kereta. Namun, suasana mulai memanas ketika ajudan tersebut terlibat cekcok dengan anggota Humas Polri.

MZ, yang awalnya menjaga jarak dari keributan, mengaku mendengar ucapan bernada ancaman dari ajudan tersebut.

BACA JUGA :  Anak Buah Berulah, Nasabah Jadi Sasaran Emosi: Bos Mega Finance Daya Minta Maaf

“Waktu saya mau pindah posisi, ajudannya ngomel-ngomel. Katanya, ‘Kalau dari pers, tak tempeleng satu-satu’,” ujar MZ kepada wartawan, Minggu (6/4/2025).

Tak berselang lama, saat MZ mencoba kembali ke posisinya semula, ajudan itu diduga langsung menampar bagian belakang kepala MZ.

“Dia ngeplak bagian belakang kepala saya. Saya kaget dan sempat bilang, ‘Wah, kenapa mas?’ Tapi dia diam dan lanjut marah-marah,” tutur MZ.

Menanggapi insiden ini, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan menyeluruh.

“Jika terbukti terjadi pelanggaran, akan ada sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku,” kata Trunoyudo kepada Antara.

BACA JUGA :  Kapolri Tegaskan Lebih Baik Dicopot daripada Polri di Bawah Kemendagri

Polri juga menyatakan penyesalan atas kejadian tersebut dan menegaskan kembali pentingnya menjaga kemitraan dengan insan pers.

“Kami berharap insiden ini tidak terulang. Pers adalah mitra strategis dalam menyampaikan informasi ke publik,” ujarnya.

Ajudan Kapolri Minta Maaf

Pada Minggu malam, 6 April 2025, ajudan Kapolri yang diketahui bernama Ipda E akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada MZ. Pertemuan itu berlangsung di kantor Perum LKBN ANTARA Biro Jawa Tengah di Semarang.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto, Direktur Pemberitaan ANTARA Irfan Junaidi, serta Ipda E dan MZ, permintaan maaf disampaikan secara terbuka.

BACA JUGA :  Kapolri Tegaskan Preman Berkedok Ormas Akan Dibasmi

“Saya menyesal dan menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan media atas kejadian di Stasiun Tawang. Saya berkomitmen untuk lebih humanis, profesional, dan dewasa dalam bertugas,” kata Ipda E dikutip dari Antara.

MZ menerima permintaan maaf tersebut, namun ia berharap institusi Polri tetap memberikan tindak lanjut resmi sebagai bentuk komitmen dalam melindungi kerja-kerja jurnalistik.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

2 Kali Ngumpet dari Panggilan KPK, Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa
Gudang Sabu Berkedok Salon di Makassar Digerebek Polisi, 4 Orang Diciduk
Istana Presiden Yaman Diberondong Rudal Houthi, 5 Tewas dan 16 Luka-luka
Merinding, Langit Palangka Raya Berubah Oranye Pekat Bak Film Kiamat
Perang Kelompok Rajawali vs Kokolojia di Makassar Pecah, 1 Pemuda Tewas
Perang Kelompok di Ablam Makassar Telan Korban, Pria Cari Cucu Malah Tewas
Sengkarut Tim Pemenangan DPR RI Berujung Sidang, Istri Eks Ketua Tim Didakwa
Indonesia Terancam Digugat Malaysia, Imbas Kabut Asap Karhutla Makin Parah

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:13 WITA

2 Kali Ngumpet dari Panggilan KPK, Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:58 WITA

Gudang Sabu Berkedok Salon di Makassar Digerebek Polisi, 4 Orang Diciduk

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:17 WITA

Istana Presiden Yaman Diberondong Rudal Houthi, 5 Tewas dan 16 Luka-luka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:43 WITA

Merinding, Langit Palangka Raya Berubah Oranye Pekat Bak Film Kiamat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:46 WITA

Perang Kelompok Rajawali vs Kokolojia di Makassar Pecah, 1 Pemuda Tewas

Berita Terbaru