Rusia dan Korut Siap Lepas 60 Nuklir, Peringatkan AS Tak Asapi Konflik Timur Tengah

Sabtu, 21 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Trump terpojok

Ilustrasi Trump terpojok

Zonafaktualnews.com – Ketegangan geopolitik global makin memanas usai pernyataan muncul dari Rusia dan Korea Utara (Korut).

Dalam sebuah peringatan terbuka yang dilansir dari kanal informasi geopolitik, disebutkan bahwa sebanyak 60 senjata nuklir milik Rusia dan Korut siap diluncurkan jika Amerika Serikat (AS) terus memprovokasi dan memperkeruh konflik di kawasan Timur Tengah.

Ancaman ini diyakini sebagai respons atas meningkatnya kehadiran militer AS di wilayah konflik seperti Gaza, Suriah, dan Iran, serta langkah Washington yang dianggap terlalu mendikte arah konflik dengan pendekatan sepihak.

Dalam video berdurasi lebih dari 10 menit, narator menyebutkan bahwa aliansi strategis Rusia dan Korut kini tak hanya simbolik, tetapi telah memasuki fase kesiapan militer nyata, dengan fokus khusus pada senjata pemusnah massal.

Moskow dan Pyongyang disebut telah melakukan simulasi peluncuran rudal jarak jauh, sebagian besar bertipe nuklir, sebagai bagian dari skenario “respons cepat” jika situasi global memanas secara drastis.

“Bila AS tak hentikan intervensi brutal di Timur Tengah, 60 rudal nuklir bisa jadi jawaban dalam 24 jam,” ujar narator, mengutip sumber yang diklaim dekat dengan Kementerian Pertahanan Rusia. Sabtu (21/6/2025).

BACA JUGA :  SBY Prihatin Kondisi Dunia: Geopolitik Memanas, Perang dan Krisis Iklim Mengancam

Sementara itu, Korea Utara dikabarkan telah meningkatkan aktivitas militernya di wilayah pesisir timur, termasuk pengangkutan hulu ledak nuklir ke lokasi-lokasi strategis.

Pemimpin Korut, Kim Jong-un, menurut laporan tersebut, juga telah memberikan otorisasi “operasi khusus” jika diperlukan dalam koordinasi langsung dengan Kremlin.

Pernyataan keras ini datang di tengah peringatan sejumlah negara bahwa Timur Tengah kini menjadi titik nyala baru yang bisa memicu perang dunia ketiga, apalagi dengan keterlibatan negara-negara besar seperti Iran, Israel, AS, dan Rusia dalam posisi saling bersilang.

BACA JUGA :  Rudal Balistik Iran Robek Langit Israel, RS Soroka Hancur, Netanyahu Murka

Para analis menilai, meski pernyataan ini terkesan retoris dan bernada ancaman, namun tidak bisa dipandang sebelah mata mengingat arsenal nuklir gabungan Rusia-Korut adalah salah satu yang paling mematikan di dunia.

Washington sendiri belum memberikan tanggapan resmi atas ancaman tersebut, namun sejumlah pejabat intelijen AS menyatakan tengah memantau dengan serius perkembangan aliansi militer Rusia-Korut, yang dinilai “berbahaya dan tidak dapat diprediksi”.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Sungguh Bodoh Eks Kapolres Bima Kota, Jabatan Mentereng Hancur karena Narkoba
Visum dan Foto Privat Diduga Bocor, Selebgram Nira Tuding Kelalaian RS Bhayangkara
Bau Busuk 16 Siswa Titipan Terkuak di SMPN 4 Makassar, Siapa Aktor yang Bermain?
Kasus Oknum Bank Mandiri Berlarut di Polda Sulsel, Kepastian Hukum Menggantung
Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi Dilaporkan atas Dugaan Pengaduan Palsu
Mangkir Sidang Gugatan Rp 500 Miliar, Bank Mandiri Makassar Cacat Transparansi
PERMAHI Tegaskan MKMK Tak Punya Wewenang Batalkan Keppres Hakim MK
Diduga Backing Gembong Narkoba, Kasat Ditangkap, Kapolres Bima Kota Dicopot

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 13:49 WITA

Sungguh Bodoh Eks Kapolres Bima Kota, Jabatan Mentereng Hancur karena Narkoba

Minggu, 15 Februari 2026 - 09:25 WITA

Visum dan Foto Privat Diduga Bocor, Selebgram Nira Tuding Kelalaian RS Bhayangkara

Minggu, 15 Februari 2026 - 07:49 WITA

Bau Busuk 16 Siswa Titipan Terkuak di SMPN 4 Makassar, Siapa Aktor yang Bermain?

Sabtu, 14 Februari 2026 - 04:06 WITA

Kasus Oknum Bank Mandiri Berlarut di Polda Sulsel, Kepastian Hukum Menggantung

Sabtu, 14 Februari 2026 - 03:11 WITA

Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi Dilaporkan atas Dugaan Pengaduan Palsu

Berita Terbaru