Pertemanan Itu Seperti Arus Sungai, Mengalir Tanpa Harus Digenggam

Sabtu, 22 Maret 2025 - 21:05 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Pertemanan Itu Seperti Arus Sungai, Mengalir Tanpa Harus Digenggam

Foto ilustrasi : simbolis tentang pertemanan yang datang dan pergi

Di kehidupan ini, pertemanan itu seperti arus sungai—ada yang mengalir deras mendekat, ada pula yang perlahan menjauh.

Datang dan pergi, masing-masing membawa pesan, entah itu tentang kebaikan, kepentingan, atau bahkan sekadar numpang lewat.

Jangan terlalu berharap seseorang akan selalu tinggal. Sebab, sejatinya, dalam setiap pertemanan ada garis yang tak kasat mata: kepentingan.

Entah kepentingan kerja, bisnis, kesenangan, atau sekadar mengisi waktu. Dan ketika kepentingan itu selesai, mereka pun melangkah pergi, seolah tak pernah ada cerita yang dibagi.

BACA JUGA :  Tantangan Berat Lindswell Kwok Usai Jadi Mualaf, Sembunyi-sembunyi Salat hingga Dihujat

Lalu, apakah itu salah? Tidak. Itu hukum alam.

Seorang teman bisa sangat akrab hari ini, namun esok berbalik arah, menjauh tanpa pamit. Tak perlu kecewa, apalagi merasa dikhianati.

Toh, pertemanan bukan keluarga yang terikat darah. Kita hanya berpapasan di persimpangan hidup, saling berbagi momen, lalu melanjutkan perjalanan masing-masing.

Jangankan pertemanan, pasangan hidup pun demikian. Istri yang dulu bersumpah setia, suami yang dulu berjanji tak akan pergi, semua bisa berubah seiring waktu. Hari ini kau adalah dunianya, esok mungkin hanya nama yang tertinggal di ingatan.

BACA JUGA :  Tantangan Berat Lindswell Kwok Usai Jadi Mualaf, Sembunyi-sembunyi Salat hingga Dihujat

Maka, jangan terlalu menggenggam, jangan pula berlebihan dalam percaya. Semakin erat kau menggenggam, semakin mudah kehilangan.

Jalani pertemanan dengan sewajarnya. Jika masih sejalan, bersyukurlah. Jika harus berpisah, lepaskan dengan ikhlas.

Karena pada akhirnya, yang benar-benar bertahan bukan sekadar teman atau pasangan, melainkan mereka yang memang ditakdirkan ada—bukan karena kepentingan, tetapi karena keikhlasan.

BACA JUGA :  Tantangan Berat Lindswell Kwok Usai Jadi Mualaf, Sembunyi-sembunyi Salat hingga Dihujat

Sebagaimana pepatah lama berkata:

“Jangan terlalu berharap pada manusia, karena mereka datang dengan alasan dan pergi dengan alasan yang sama. Seperti bayangan di senja, semakin kau kejar, semakin menjauh.”

Penulis : Ibhe Ananda
Ketua Umum Serikat Wartawan Media Online Republik Indonesia.
Pakar Hypnotherapy dan Coach Master
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Kebijakan Tidak Jalan! Gerindra Sebut Tiga Menteri Layak Diberi “Rapor Merah”
Digeruduk Loyalis Usai Fitnah Anggota DPR RI, Kadispar Sultra Minta Maaf
Tawuran Pecah di Makassar, Konvoi Motor Diserang Pakai Busur dan Batu
Makam Tebing Toraja Utara Dilahap Karhutla, 270 Jenazah Berakhir Jadi Abu
Houthi Gempur Habis-habisan Arab Saudi, Kilang Minyak Ras Tanura Terbakar
Diduga Istimewakan Penipu, Polresta Gowa Diminta Cabut Penangguhan AHA
Tiga Pemalsu STNK di Kendari Diringkus, Duit Haram Dipakai Beli Sabu dan Judol
Ekspor Gas Dibatasi, Politikus Singapura Ancam Potong Kabel Internet Indonesia