Zonafaktualnews.com – Sekitar 15 orang canvasser yang mengaku merasa dizalimi mendatangi Kantor Wali Kota Makassar pada Senin, 8 Desember 2025, sekitar pukul 11.30 WITA.
Massa yang datang berasal dari beberapa wilayah, termasuk Pulau Kodingareng, untuk menyuarakan tuntutan terkait janji politik pasangan MuLIA saat masa kampanye.
Kehadiran para canvasser ini bertujuan meminta keadilan dan penjelasan atas proses pemilihan RT/RW yang mereka nilai penuh kejanggalan.
Tim pemenangan MuLIA ini berharap Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi, dapat memberikan ruang dialog dan mendengar keluhan mereka secara langsung.
Sayangnya, situasi di luar dugaan terjadi. Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Appi menyampaikan bahwa seluruh proses pemilihan RT/RW telah berjalan sesuai dengan juknis dan aturan yang berlaku.
Appi juga menegaskan bahwa mekanisme sanggahan sudah disediakan apabila masyarakat memiliki keberatan.
Pernyataan tersebut membuat para canvasser kecewa. Salah satu perwakilan dari Pulau Kodingareng mengaku sudah mengemukakan berbagai keluhan, mulai dari dugaan kecurangan, praktik politik uang, hingga data pemilih yang dianggap bermasalah. Namun, menurut mereka, seluruh keluhan itu justru dimentahkan.
Lebih lanjut, Wali Kota Appi disebut menyampaikan bahwa apabila seorang canvasser tidak terpilih sebagai RT/RW, maka hal itu menandakan bahwa yang bersangkutan kurang dikenal di wilayahnya.
“Harus legowo menerima siapa pun yang menjadi pemenang,” ujarnya.
Kekecewaan para canvasser semakin memuncak ketika Appi diduga melontarkan pernyataan yang dianggap menyinggung mereka.
“Jangan-jangan kalian yang datang ini canvasser siluman atau hanya mengaku-ngaku,” demikian salah satu pernyataan yang dikutip para peserta aksi.
Para canvasser mengaku tidak menyangka pernyataan tersebut keluar dari sosok yang saat masa kampanye sebelumnya meminta dukungan masyarakat dan menjanjikan peluang bagi para canvasser untuk menjadi bagian dalam struktur RT/RW.
Hingga berita ini diterbitkan, para peserta aksi masih mempertimbangkan langkah selanjutnya untuk menindaklanjuti kekecewaan mereka terhadap proses pemilihan RT/RW maupun sikap Pemerintah Kota Makassar.
(RL/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok




















