Zonafaktualnews.com – PDIP tidak bereaksi keras atas langkah Gibran Rakabuming Raka yang kini menjadi Cawapres Prabowo.
Perlakuan PDIP ini pun seolah pilih kasih terhadap mantan kader PDIP Budiman Sudjatmiko yang dipecat karena dukung Prabowo.
Gibran yang sudah bersama Prabowo mendaftar sebagai peserta Pilpres 2024 di KPU, masih berstatus sebagai kader PDIP.
Gibran bahkan bisa dibilang sedang “digantung” sama PDIP saat ini. Dipecat tidak, mundur pun juga tidak.
Sementara Budiman Sudjatmiko yang kala itu masih menjadi kader PDIP menemui Prabowo malah mendapat sorotan.
Budiman akhirnya menyatakan dukungan ke Prabowo hingga ke sampai pada deklarasi relawan Prabowo Budiman Bersatu atau Prabu, membuuat PDIP bersikap.
Sejak itu kedekatan mereka semakin lekat. Tentu beda dengan tensi di PDIP yang mengusung Ganjar Prabowo sebagai capres.
Elite banteng menggelar rapat, Budiman akhirnya dipecat pada 24 Agustus 2023.
“Memberikan sanksi organisasi berupa pemecatan kepada Saudara Budiman Sudjatmiko, M.A. M.Phil dari keanggotaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan,” demikian putusan PDIP yang beredar.
Disisi lain, Kabar Gibran jadi cawapres Prabowo santer terdengar sejak Mei 2023. Tapi, PDIP tidak pernah bereaksi keras.
Tensi meningkat ketika memasuki Oktober, mendekati pendaftaran peserta pilpres. Gibran terbang dari Solo lewat Semarang ke Jakarta pada Jumat, 20 Oktober.
Setiba di Jakarta, Gibran informasinya bertemu dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani.
Belakangan terungkap, dalam pertemuan itu, Gibran pamit ke Puan, tapi tak diungkap juga pamit untuk mundur dari PDIP atau hanya pamit untuk menjadi cawapres Prabowo.
Gibran lalu sowan ke pada ketua umum Koalisi Indonesia Maju (KIM) satu per satu.
Sampai akhirnya waktu pendaftaran tiba, 25 Oktober. Gibran datang ke rumah Prabowo di Jalan Kertanegara.
Prabowo-Gibran tampak kompak mengenakan kemeja biru muda, warna yang tak mewakili partai mana pun.
Perjalanan dilanjutkan ke Indonesia Arena, GBK, Jakarta. Di sana, untuk pertama kalinya Gibran bicara sebagai cawapres di hadapan para relawan, pendukung, dan simpatisan.
Acara lanjut ke KPU untuk mendaftarkan secara resmi ikut Pilpres 2024 sebagai cawapres Prabowo.
Ini jelas dan terang benderang Gibran menyeberang ke kubu Prabowo walau status masih kader PDIP. Gibran menjadi rival paslon PDIP, Ganjar-Mahfud.
Namun, Puan adem ayem saja menanggapi keputusan anak sulung Presiden Jokowi itu. Soal status Gibran juga lagi-lagi tak diungkap.
“Benar sudah ketemu ngobrol-ngobrol banyak hal yang kita bicarakan dan ya udah enggak masalah. Mas Gibran pamit dan ingin menjadi cawapres dari Mas Prabowo,” tutur Puan usai rapat TPN Ganjar di Gedung High End, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2023).
“Enggak ada (mundur), enggak mengembalikan KTA enggak ada. Hanya pamit untuk menjadi cawapres Pak Prabowo,” ujarnya.
Hingga berita ini ditayangkan belum ada pihak PDIP yang bisa dikonfirmasi tentang pilih kasih terhadap Budiman Sudjatmiko dan Gibran ini.
Editor : Id Amor





















