Oknum Dosen Fakultas Teknik UNM Dinilai Tak Beradab Diminta Dievaluasi

Selasa, 20 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kampus Fakultas Teknik UNM

Kampus Fakultas Teknik UNM

Zonafaktualnews.com – Oknum Dosen Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM) dinilai tidak beradab terhadap mahasiswa.

Selaku Pejabat Tinggi di Fakultas tersebut sejumlah mahasiswa sangat menyayangkan atas perilaku yang dinilainya tidak menyenangkan itu

Perbuatan tak menyenangkan tersebut seperti pelemparan pembungkus rokok terhadap mahasiswa yang akan melakukan ujian seminar hasil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa yang kurang mengenakkan ini di alami oleh mahasiswa berinisial RD yang terjadi pada Kamis (15/6/2023) lalu sekira pukul 10.00 Wita di ruang Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT-UNM.

RD mengatakan bahwa dirinya dianggap tidak sopan dalam melakukan komunikasi langsung dengan pembimbingnya.

Sehingga hal itu kata dia memicu reaksi kejadian pelemparan pembungkus rokok tersebut dan mengenai kepala RD.

Dalam ruangan itu turut hadir petinggi jurusan dan beberapa mahasiswa lainnya yang menjadi peserta dalam ujian seminar tersebut.

BACA JUGA :  Toko Kelontong di Makassar Dirampok, Uang dan Rokok Raib

“Iya saya di lempar pembungkus rokok oleh dosen di PTM FT-UNM, saya tidak tau apa yang menjadi alasannya karena saya sedang berdiskusi dengan pembimbing saya.” kata RD dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Selasa (20/6/2023)

“Spontan dengan tegas saya mempertanyakan tapi langsung di lerai oleh petinggi jurusan. Kejadian ini sangat saya sayangkan bagi diri saya karena berdampak pada ujian seminar hasil saya harus ditunda.” sambungnya.

Menurut RD, kejadian ini membuatnya malu dan dia menilai oknum dosen tersebut telah melanggar kode etik dosen dalam lingkungan UNM.

Pada BAB III bagian ke satu sikap dasar point 3, yakni “Memiliki Moralitas yang tinggi”

“Tindakan yang di lakukan oleh dosen ini menuai banyak kritikan dari mahasiswa, Pengurus Lembaga Kemahasiswaan HMMFT-UNM dan beberapa alumni” ungkapnya

BACA JUGA :  Jokowi Sebut Harga Cabai di Sulsel Lebih Murah Dibanding Jawa

Pengurus HMM FT–UNM membenarkan kejadian tersebut terjadi dalam ruang Akademis FT-UNM. Hal ini sangat di sayangkan oleh mereka.

Dia juga menyampaikan bahwa oknum dosen tersebut sudah beberapa kali memberikan contoh yang tidak baik terhadap mahasiswa khususnya di Pendidikan Teknik Mesin.

Adapun contoh yang dinilai tidak memiliki moralitas tinggi di antaranya ; menendang galon hingga pecah di hadapan Mahasiswa yang sedang berkumpul.

Selanjutnya, mengamankan motor mahasiswa ke dalam kelas yang sementara terjadi proses perkuliahan di karenakan motor tersebut di anggap bising.

Kemudian menarik kera baju mahasiswa, lalu mengamankan pakaian dinas harian pengurus Lembaga yang sedang melaksanakan tugas kelembagaan

Parahnya lagi, melontarkan perkataan yang tidak sepantasnya di sampaikan kepada fungsionaris lembaga kemahasiswaan

BACA JUGA :  Terendus Kasus Suap, Bupati dan Istri Dibekuk KPK

Dan terakhir, mewajibkan semua mahasiswa yang ikut dalam mata kuliahnya untuk memiliki laptop.

“Hal ini membuat banyak mahasiswa mendapatkan nilai E dikarenakan belum memiliki laptop dikarenakan keterbatasan biaya.” bebernya

Dari kejadian itu, sejumlah mahasiswa berharap Dekan FT-UNM hingga Rektor UNM melakukan evaluasi kepada oknum dosen tersebut agar tidak mencederai iklim akademik, kebebasan berekspresi mahasiswa dan menciptakan keharmonisan dalam lingkup FakultasTeknik.

“Dekan FT-UNM harus mengevaluasi oknum dosen sekaligus pejabat tersebut agar tidak terulang kembali, karena bekerja sesuai dengan tupoksi lebih baik dari pada bekerja dengan arogansi Jabatan” ungkap Pengurus HMM FT-UNM.

Terpisah, oknum Dosen Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik UNM yang dikonfirmasi media ini di luar jangkauan hingga berita ini selesai ditulis dan dipublikasikan.

 

 

Editor : Isal

Berita Terkait

Ratusan Juta Sudah Habis, Dampak Program Kemiskinan Gowa Belum Tampak
Lima Tahun Mengendap, Dua Laporan di Polres Sidrap Diduga ‘Di-86-kan’
Pengawasan Bobrok, Napi “Spanyol” Bebas Pakai HP, Pimpinan Lapas Bollangi Lalai
Aspal Baru Retak, Proyek APBN Rp7,6 M Jalan Pekkae–Soppeng Diduga Dikorupsi
Oknum LSM-Wartawan ‘Lindungi’ SPBU Panaikang di Takalar, Jerigen Solar Menumpuk
Proyek Rehabilitasi RTLH di Takalar Diduga Dikorupsi, Kayu Berkualitas Rendah Digunakan
Owner Mafia Skincare Masih Jual Produk SW Glow’s Hijau Meski Sudah Di-warning BPOM
PT GOGO OIL, Ronal Jaya dan Bintang Terang 89 Diduga Selundupkan Solar Subsidi

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 23:02 WITA

Ratusan Juta Sudah Habis, Dampak Program Kemiskinan Gowa Belum Tampak

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:03 WITA

Lima Tahun Mengendap, Dua Laporan di Polres Sidrap Diduga ‘Di-86-kan’

Minggu, 11 Januari 2026 - 02:12 WITA

Pengawasan Bobrok, Napi “Spanyol” Bebas Pakai HP, Pimpinan Lapas Bollangi Lalai

Rabu, 7 Januari 2026 - 02:06 WITA

Aspal Baru Retak, Proyek APBN Rp7,6 M Jalan Pekkae–Soppeng Diduga Dikorupsi

Selasa, 6 Januari 2026 - 01:38 WITA

Oknum LSM-Wartawan ‘Lindungi’ SPBU Panaikang di Takalar, Jerigen Solar Menumpuk

Berita Terbaru