Kodim 1424 Sinjai Akan Tindak Tegas Passobis yang Mengaku Anggota TNI

Selasa, 19 Agustus 2025 - 12:43 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Kodim 1424 Sinjai Akan Tindak Tegas Passobis yang Mengaku Anggota TNI

Tampang passobis bernama Prasetyo Prastama Putra yang mengaku anggota Kodim 1424 Sinjai dan sempat mengancam warga Maros.

Zonafaktualnews.com – Pasi Intel Kodim 1424/Sinjai, Lettu Inf Alimuddin, menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas seorang passobis yang mengaku sebagai anggota TNI di wilayah Kabupaten Sinjai.

“Nanti kami akan menindaklanjuti dengan tegas. Yang jelas tak ada nama Prasetyo Prastama Putra, apalagi dia sebagai anggota aktif. Penipu semacam ini pasti kami tindaki,” ujar Lettu Inf Alimuddin saat dikonfirmasi, Selasa (19/8/2025).

Pernyataan ini disampaikan menyusul laporan masyarakat terkait aksi penipuan yang mengatasnamakan Kodim 1424 Sinjai, di mana pelaku meminta data pribadi dan uang dengan dalih balik nama BPKB dan STNK motor.

Kodim 1424 Sinjai menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap oknum yang mengaku TNI dan selalu melakukan pengecekan ke pihak resmi sebelum melakukan transaksi atau memberikan data pribadi.

BACA JUGA :  Ngaku Anggota Kodim 1424 Sinjai, Ternyata Passobis! Pria Ini Ancam Warga Maros

Sebelumnya, seorang warga Kabupaten Maros bernama Hendra nyaris menjadi korban penipuan seorang pria yang mengaku sebagai anggota Kodim 1424 Sinjai.

Pria tersebut diketahui bernama Prasetyo Prastama Putra, warga Biringere, Kecamatan Sinjai Utara.

Kasus ini bermula dari unggahan iklan motor Honda Revo di media sosial Facebook dengan harga Rp5 juta.

Tertarik dengan penawaran tersebut, Hendra kemudian menghubungi nomor WhatsApp penjual pada Senin (18/8/2025).

Prasetyo, yang mengaku sebagai anggota TNI, meminta Hendra mengirimkan foto KTP dan alamat rumah sebagai syarat pengiriman motor. Tanpa curiga, Hendra pun memenuhi permintaan itu.

Tak lama kemudian, Prasetyo melakukan panggilan video call dengan dalih proses balik nama BPKB dan STNK.

“Saya minta izin kirim verifikasi ini ke Samsat untuk pembalikan nama,” ujarnya. Ia kemudian meminta Hendra mentransfer uang sebesar Rp1,8 juta sebagai biaya administrasi.

BACA JUGA :  Polda Sulsel Kejar Akun Eks Passobis yang Ngaku Setor Upeti ke Oknum Polisi

Ketika kembali diminta melakukan transfer Rp1,8 juta, Hendra mulai curiga. Ia menolak permintaan itu dan menyatakan hanya bersedia membayar langsung di tempat.

Prasetyo terus memaksa hingga akhirnya Hendra memutuskan untuk memblokir nomor WhatsApp-nya.

Tak berhenti di situ, Prasetyo kembali menghubungi Hendra menggunakan nomor lain dan mengirim sebuah video berisi adegan seorang pria dicambuk oleh TNI, sembari mengancam.

“Ini pak salah satu contoh konsumen yang sudah mempermainkan pihak TNI. Saya bersumpah sampai ke ujung dunia pun saya akan segera menjemput paksa anda,” tulisnya.

Prasetyo juga menegaskan seolah-olah dirinya benar anggota TNI.

“Tindakan anda sudah langsung blokir WhatsApp saya, itu sudah membuktikan anda mempermainkan kesepakatan tadi. Saya bersumpah, siap lepas jabatan saya sebagai anggota TNI ini jika masalah ini tidak saya bawa ke jalur hukum. Identitas KTP anda serta nomor telepon sudah saya simpan di GPS,” ancamnya.

BACA JUGA :  Cekcok Berujung Penganiayaan, TNI Gadungan di Kendari Ditangkap

Hasil penelusuran dan konfirmasi dari berbagai pihak memastikan bahwa Prasetyo bukanlah anggota Kodim 1424 Sinjai.

Hal ini ditegaskan Serka Harianto, anggota Denintel Kodam XIV/Hasanuddin.

“Bukan anggota Sinjai, Bang. Itu penipu alias passobis,” ujarnya kepada zonafaktualnews.com, Senin (18/8/2025).

Pernyataan serupa juga disampaikan Hakim, anggota Intel Kodim Sinjai:

“Bukan anggota Kodim Sinjai, Pak,” tegasnya.

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Kecam Pungutan Listrik SDN Mangkura 1, GMMPH Desak Kepsek Dicopot
GRH Sulsel Tantang Prabowo-Gibran Bertanggung Jawab atas 21 Inpres Perampasan DPR
Pria Beristri Berebut Cinta Janda di Kendal, Duel Berdarah Berakhir Pindah Alam
Karhutla Tak Ditetapkan Bencana Nasional, Menko Polkam Sebut RI Masih Sanggup
Gunung Latimojong Enrekang Mencekam, Api Karhutla 7 Hari Belum Padam
2 Kali Ngumpet dari Panggilan KPK, Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa
Gudang Sabu Berkedok Salon di Makassar Digerebek Polisi, 4 Orang Diciduk
Istana Presiden Yaman Diberondong Rudal Houthi, 5 Tewas dan 16 Luka-luka