Heboh, ‘Dewan Perampok Rakyat, Puan Maharani Tikus’

Jumat, 24 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Unggahan BEM UI soal Puan Maharani berbadan tikus (Tiktok)

Unggahan BEM UI soal Puan Maharani berbadan tikus (Tiktok)

Zonafaktualnews.com – BEM UI mengkritik keras DPR RI, videonya viral di media sosial

Ketua DPR RI, Puan Maharani berbadan tikus berjudulkan : “kami tidak butuh dewan perampok rakyat”

Tak ayal lagi, kritik keras yang disampaikan Ketua BEM UI Melki Sedek Huang masih menjadi perbincangan hangat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam video Tiktok dengan pemilik akun tiktok @lambe berdurasi 22 detik memperlihatkan gedung DPR yang terbelah, kemudian memperlihatkan kemunculan foto 3 ekor tikus.

Dari ketiga ekor tikus tersebut, salahsatu tikus secara tiba-tiba, memiliki kepala menggunakan kepala Ketua DPR RI Puan Maharani.

Tak hanya itu saja, dalam unggahan tersebut, BEM UI jua menuliskan kritik keras yang mengatakan bahwa masyarakat membutuhkan sosok wakil rakyat atau DPR yang memang benar-benar menjadi perwakilan rakyat, bukan sebagai perampok rakyatnya sendiri.

BACA JUGA :  AMPR Sulsel Geruduk Kantor Danny Pomanto Desak Alfamidi Ditutup

“Bagaikan tikus dengan watak licik yang selalu menggerogoti masyarakat sipil, semakin terlihat bahwa DPR benar-benar tidak memihak rakyat.

Sudah tidak ada alasan lagi untuk kami percaya kepada wakil kami. Saatnya untuk melawan!,” tulisnya, Jumat (24/3/2023)

Sementara itu, di akun tik tok @new,  Ketua BEM UI, Melki Sedek Huang menyebut meme itu bukan sebuah umpatan, melainkan kritik yang tepat.

“Bagi saya itu bukan sebuah umpatan, tapi itu adalah kritik yang tepat,” tegas Melki.

Melki kembali menegaskjan, meme Puan berbadan tikus adalah ekspresi puncak kemarahan mahasiswa UI terkait disahkannya Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu) Cipta Kerja, yang dinilai sama saja substansinya dengan UU Cipta Kerja

BACA JUGA :  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Diperiksa KPK

“Jadi visualisasi dan berbagai hal yang kami publikasikan itu menggambarkan seluruh kemarahan kita,” tuturnya.

Melki lalu berbicara soal demokrasi terkait dengan meme Puan berbadan tikus. Dia berpendapat, semestinya seluruh partai politik paham.

Menanggapi hal itu, PDIP menyesalkan kritik pedas dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), yang menggambarkan Ketua DPR RI Puan Maharani berbadan tikus.

Hal itu disampaikan langsung oleh anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno.

Menurut politisi senior PDIP itu, cara BEM UI melontarkan kritik terhadap institusi negara itu dengan menggambarkan wajah Ketua DPR RI berbadan tikus kurang etis.

“Rasanya kurang patut apabila mahasiswa menyampaikan umpatan-umpatan yang kurang terdidik, asal bunyi, merendahkan akal budi,” kata Hendrawan

BACA JUGA :  Nikita Mirzani Serang Balik Mira Hayati Sebut “Ikan Buntal dan Muka Silver”

Dia berpendapat, apabila mahasiswa ingin menyampaikan aspirasi seharusnya tetap dalam jalur akademik dan beretika baik.

“Ajak wakil-wakil rakyat berdiskusi, berdebat, secara terbuka dan mendasar. Kami selalu berharap kampus memberi masukan secara lengkap dan mendalam,” ujarnya.

Dia mengklaim, selama ini kritik dan masukan dari kampus sangat diperhatikan. Dia berharap mahasiswa kembali bergerak dalam koridor dan etika akademik.

“Kunker-kunker Alat Kelengkapan Dewan (AKD), termasuk Badan Legislasi, sering ke kampus-kampus,” tuturnya,

“Itulah esensi peran dan kontribusi insan kampus dalam membangun peradaban bangsa. Bukan melakukan umpatan-umpatan yang dangkal dan spekulatif,” imbuhnya.

Selain itu, dia pun mengibaratkan kritik BEM UI dengan  istilah Jawa “waton suloyo”.

“Asal-asalan, yang penting beda dan menarik perhatian,” pungkasnya.

 

Editor: Isal

Berita Terkait

Kasus Ijazah Palsu Gugur, Status Tersangka Eggi-Damai di-SP3 Kilat Usai Bertemu Jokowi
Damai Hari Lubis Tepis Isu Permohonan Maaf Datangi Jokowi Bersama Eggi Sudjana
Gerah Diseret Isu Ijazah Palsu Jokowi, SBY–Megawati Pertimbangkan Langkah Hukum
Proses Pemilihan RT di Rappokalling Diduga Penuh Settingan, Warga Geruduk Lurah
Suara Seri, RW 006 Karampuang Tentukan Ketua Usai “Digoccang”, Husain Terpilih
Pemilihan RT/RW Sarat Masalah, Canvasser MuLIA Tagih Janji, Jawaban Appi Bikin Kecewa
Banjir Berulang di Tripa, Ketua Fraksi NasDem Dorong Pemindahan Alur Sungai Lamie
Denny Indrayana Buka-bukaan Alasan Bela Roy Suryo: “Hukum Sedang Diperalat”

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 18:41 WITA

Kasus Ijazah Palsu Gugur, Status Tersangka Eggi-Damai di-SP3 Kilat Usai Bertemu Jokowi

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:40 WITA

Damai Hari Lubis Tepis Isu Permohonan Maaf Datangi Jokowi Bersama Eggi Sudjana

Kamis, 1 Januari 2026 - 20:21 WITA

Gerah Diseret Isu Ijazah Palsu Jokowi, SBY–Megawati Pertimbangkan Langkah Hukum

Selasa, 16 Desember 2025 - 19:03 WITA

Proses Pemilihan RT di Rappokalling Diduga Penuh Settingan, Warga Geruduk Lurah

Selasa, 9 Desember 2025 - 21:58 WITA

Suara Seri, RW 006 Karampuang Tentukan Ketua Usai “Digoccang”, Husain Terpilih

Berita Terbaru