Geng Mulyono Diuntungkan dari Kekacauan Demo, Prabowo Diminta Ganti Kapolri

Jumat, 29 Agustus 2025 - 10:30 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Geng Mulyono Diuntungkan dari Kekacauan Demo, Prabowo Diminta Ganti Kapolri

Foto ilustrasi – Driver Ojol Dilindas mobil Barracuda hingga meninggal dunia

Zonafaktualnews.com – Geng Mulyono disebut-sebut menjadi pihak yang paling diuntungkan dari kekacauan dalam aksi demonstrasi.

Ketua DPP Advokat Persaudaraan Islam (API) FPI, Aziz Yanuar, menilai kerusuhan ini sengaja dimanfaatkan untuk memprovokasi rakyat dan menciptakan ketidakstabilan politik yang menguntungkan kelompok tertentu.

“Prabowo harus segera mengganti Kapolri dan mereformasi Polri agar berhenti memainkan situasi politik dalam negeri. Patut diduga, polisi Brimob secara sengaja melindas pengemudi ojol untuk makin memprovokasi kemarahan rakyat,” kata Aziz, mengutip RMOL, Kamis (28/8/2025).

Menurut Aziz, dengan provokasi tersebut, rakyat akan menjadikan Presiden Prabowo Subianto sebagai sasaran kemarahan yang akan berujung pada kejatuhan.

BACA JUGA :  Emak-emak Rusuh Lempar Sandal dan Siram Air Mineral ke Jokowi

“Kita semua mafhum bahwa selama rezim Jokowi sebelumnya, polisi memang jadi alat utama dari Jokowi dalam membuat berbagai rekayasa situasi politik dan cipta kondisi,” ujar Aziz.

Aziz menyebut bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sangat terlihat jelas masih sangat loyal ke Jokowi.

“Yang akan paling menikmati keuntungan politik bila situasi ini makin memburuk adalah Jokowi and the gank. Cara mainnya pinjam tangan rakyat dan polisi,” tegas Aziz.

Geng Mulyono Diuntungkan dari Kekacauan Demo, Prabowo Diminta Ganti Kapolri
Aksi demosntrasi di depan DPR RI

Aziz melihat, Presiden Prabowo disabotase, dibusukkan hingga dijerumuskan dari dalam untuk menanggung situasi yang sudah dikondisikan Jokowi selama 10 tahun dengan berbagai kebijakan yang ugal-ugalan.

BACA JUGA :  Ganjar Sindir Pesan Jokowi : Jangan Pilih Pemimpin Pelanggar HAM

“Lucunya, dalam peristiwa KM 50 polisi mentah-mentah menolak mengakui membunuh. Tapi dalam peristiwa pelindasan ojol, Kapolri langsung mengakui, diduga untuk sengaja memprovokasi rakyat bahwa mereka seolah olah memang tidak benar,” kata Aziz.

Selain itu, terkait aksi yang berujung kericuhan beberapa hari ini, Aziz berharap aparat penegak hukum menindak tegas seluruh aktor intelektual.

BACA JUGA :  Ucapan Netralitas Jokowi Tak Bisa Dipercaya, Netizen : Pendusta

“Kami sangat yakin aksi-aksi itu ada yang mendalangi. Ini wajib segera ditindak dan masyarakat yang waras pasti mendukung karena ini selain meresahkan juga dikhawatirkan mengganggu stabilitas roda pemerintahan Presiden Prabowo. Diduga kuat ‘Mulyono’ dan gengnya ada di balik aksi meresahkan ini,” pungkas Aziz.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Bisnis Tambang Ilegal di Bontonompo Gowa Berjalan Mulus, Siapa yang Beri Restu?
Kejati Sulsel Diduga Kangkangi SE JamPIDUM, Suradi Siapkan Aduan ke Jamwas
Tak Jelas Usut Dugaan Korupsi KONI Rp15 M, Kejari Makassar Diseret ke Jamwas
Spill Tipis-tipis Isu Selingkuh Bupati-Ketua DPRD, Admin Lambe Turah Dipolisikan
KPK Siap Terbitkan Surat Jemput Paksa Nusron Wahid yang Masih Ngumpet
GRH Sulsel Minta Polri Jangan Cuma Tangkap Kurir, Sikat dan Miskinkan Bandar Sabu
KPK Tolak “Bisikan” Luhut ke Prabowo Soal Penghapusan Kerugian Negara
AHY Berpeluang Besar Menggantikan Wapres Gibran Bila Tergeser dari Istana