Filipina Geram, China Bangun Pulau Baru di LCS

Selasa, 14 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

China Bangun Pulau Baru di LCS (Foto : AP/Aaron Favila)

China Bangun Pulau Baru di LCS (Foto : AP/Aaron Favila)

Zonafaktualnews.com – Filipina geram dengan ulah China yang membangun pulau sengketa di kawasan Laut China Selatan (LCS).

Tindakan China tersebut membuat Filipina mengerahkan Pasukan Penjaga Pantai Filipina (PCG) ke Laut China Selatan (LCS).

Juru bicara PCG Jay Tarriela mengatakan pihaknya mengerahkan sebuah kapal ke Sabina Shoal, Kepulauan Spratly, guna hentikan Beijing mereklamasi pulau skala kecil di wilayah laut itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengerahan kapal itu pun sukses menghentikan tindakan China.

Melangsir dari Reuters, Tarriela menyebut PCG berkomitmen untuk mempertahankan kehadiran mereka di lokasi yang berjarak lebih dari 120 mil laut dari Provinsi Palawan itu.

BACA JUGA :  BMKG Ungkap "Pulau Baru" di Tanimbar hanya Fenomena Alam Biasa

Dewan Keamanan Nasional (NSC), Jonathan Malaya, sementara itu mengatakan pihaknya telah memerintahkan penjagaan yang lebih ketat di lokasi-lokasi zona ekonomi eksklusif (ZEE) Manila.

Perintah itu dikeluarkan seiring dengan temuan sebuah tumpukan karang mati di atas gundukan pasir yang menyerupai pulau.

“Tidak ada yang akan menjaga (lokasi-lokasi ini) selain kami. Ini adalah tanggung jawab kami di bawah hukum internasional untuk menjaga kawasan dan memastikan bahwa lingkungan di sana tidak akan rusak dan bahwa tidak akan ada kegiatan reklamasi,” ujar Malaya, seperti dikutip Reuters, Senin (13/5/2024).

BACA JUGA :  Satelit China Meneropong Kehancuran Gaza Lampaui Nagasaki

Merespon hal ini, Kementerian Luar Negeri China pada Senin membantah bahwa pihaknya sedang membangun sebuah pulau seperti yang dituduhkan Filipina.

Kemlu China menyebut tudingan Manila merupakan “rumor tak berdasar”.

“Baru-baru ini, Filipina berulang kali menyebarkan rumor, yang dengan sengaja mencoreng China dan berusaha untuk menyesatkan komunitas internasional, yang mana itu sia-sia,” kata juru bicara Kemlu Beijing, Wang Wenbin.

Wenbin lantas mendesak Manila “kembali ke jalan yang benar” dalam menyelesaikan sengketa maritim lewat negosiasi dan konsultasi.

Laut China Selatan selama ini kerap dipersengketakan karena klaim yang saling tumpang tindih antara China dengan sejumlah negara seperti Filipina, Brunei, Malaysia, Taiwan, dan Vietnam.

BACA JUGA :  Luhut Akui Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sudah “Busuk” Sejak Awal

China mengklaim nyaris seluruh wilayah Laut China Selatan sebagai miliknya, sesuai dengan sejarah.

Beijing pun berusaha menegaskan klaim tersebut dengan beraktivitas intens seperti mengerahkan kapal-kapal patroli maupun membangun pulau buatan.

Salah satu wilayah LCS yang kerap menjadi sengketa adalah Kepulauan Spratly. China dan Filipina saling mengklaim satu sama lain atas wilayah ini.

Pengadilan Arbitrase Permanen sendiri pada 2016 telah memutuskan bahwa klaim China di LCS tak memiliki dasar hukum. Kendati begitu, China menolak mentah-mentah putusan tersebut. (*)

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Menyeramkan! Langit di Australia Barat Tiba-tiba Memerah Seperti Darah
Donald Trump Murka, Sebut NATO “Macan Kertas” di Tengah Perang Iran
Iran Hantam Fasilitas Nuklir Israel dengan Rudal, Timur Tengah Memanas
Netanyahu Dikabarkan Telah Tewas, Yariv Levin Ambil Alih Kursi PM Israel
Rumor Netanyahu Tewas Dirudal Iran Ramai Beredar, Keberadaannya Dipertanyakan
Tawaran Dialog Trump Ditolak, Iran : “Kami Tak Bicara dengan Setan di Ramadan”
Rudal Hantam Bunker Petinggi Israel, Tel Aviv Gelap dan Kilang Minyak Ikut Terbakar
Iran Tiru Taktik Rusia, Lukisan 3D Helikopter Berhasil “Prank” Rudal Israel

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:14 WITA

Menyeramkan! Langit di Australia Barat Tiba-tiba Memerah Seperti Darah

Senin, 30 Maret 2026 - 08:12 WITA

Donald Trump Murka, Sebut NATO “Macan Kertas” di Tengah Perang Iran

Senin, 23 Maret 2026 - 01:56 WITA

Iran Hantam Fasilitas Nuklir Israel dengan Rudal, Timur Tengah Memanas

Sabtu, 21 Maret 2026 - 01:18 WITA

Netanyahu Dikabarkan Telah Tewas, Yariv Levin Ambil Alih Kursi PM Israel

Kamis, 12 Maret 2026 - 02:47 WITA

Rumor Netanyahu Tewas Dirudal Iran Ramai Beredar, Keberadaannya Dipertanyakan

Berita Terbaru