Dinilai Tak Beradab, Dahnil Anzar Didesak Dicopot dari Jabatan Wamenhaj

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak (Ist)

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak (Ist)

Zonafaktualnews.com – Aktivis Muhammadiyah Jakarta mendesak Presiden Prabowo Subianto mencopot Dahnil Anzar Simanjuntak dari jabatannya sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah.

Desakan itu muncul setelah Dahnil dinilai melontarkan ucapan tidak beradab yang menyindir sesepuh Muhammadiyah, Anwar Abbas, dalam menanggapi kritik terkait layanan katering haji.

Sikap tersebut menuai kecaman setelah beredar potongan video dan kutipan pernyataan Dahnil yang menggunakan diksi “cangkem” saat merespons masukan Anwar Abbas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aktivis Muhammadiyah Jakarta, Farid Idris, menilai pilihan kata itu tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat negara, terlebih ditujukan kepada tokoh senior Muhammadiyah.

Farid menegaskan, kritik yang disampaikan Anwar Abbas sejatinya merupakan bentuk kepedulian moral terhadap perbaikan penyelenggaraan ibadah haji.

Ia menyebut Anwar mendorong pemerintah agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan katering haji demi menjamin transparansi, profesionalitas, dan mutu pelayanan bagi jemaah.

BACA JUGA :  Perjanjian Prabowo–Trump Sah, Pemerintah Izinkan Data Pribadi WNI Dikirim ke AS

Meski demikian, respons yang diberikan Dahnil justru dinilai keluar dari koridor etika komunikasi pejabat publik. Alih-alih menyampaikan bantahan berbasis data dan argumen, Dahnil disebut melontarkan sindiran yang bernada merendahkan.

“Pemerintah harus bersikap tegas. Pejabat publik tidak semestinya menggunakan bahasa pasar, apalagi bahasa kasar, dalam merespons kritik. Ucapan Dahnil telah mencederai marwah Muhammadiyah sekaligus mencoreng citra pemerintah. Presiden Prabowo perlu mempertimbangkan pencopotan Dahnil dari jabatan Wakil Menteri Haji dan Umrah,” ujar Farid, Sabtu (29/11/2025).

Farid juga menyinggung sensitivitas warga dan kader Muhammadiyah terhadap penggunaan jabatan publik untuk kepentingan pribadi maupun manuver politik.

Menurutnya, pernyataan Dahnil mencerminkan sikap arogan serta ketidakmatangan dalam mengelola emosi sebagai pejabat negara.

Ketegangan antara Dahnil dan sejumlah tokoh Muhammadiyah disebut bukan kali pertama terjadi. Sejak tidak lagi berada dalam struktur resmi persyarikatan, Dahnil beberapa kali dinilai masih membawa-bawa nama Muhammadiyah dalam langkah-langkah politiknya.

BACA JUGA :  GAN Sambut Baik Langkah Prabowo Gulirkan Stimulus Ekonomi Rp24,44 T

Sejumlah kader menilai kedekatan tersebut kerap dijadikan legitimasi di ruang publik, meski para tokoh senior berulang kali menegaskan bahwa Muhammadiyah bukan organisasi politik.

Ucapan Dahnil yang menyasar Anwar Abbas kembali memicu keprihatinan atas sikap dan peran yang bersangkutan, baik sebagai pejabat negara maupun sebagai figur yang pernah dekat dengan Muhammadiyah.

Farid menekankan, desakan pencopotan tersebut tidak dimaksudkan untuk memperkeruh suasana, melainkan sebagai upaya menjaga wibawa institusi negara dan etika pejabat publik.

“Bangsa ini berdiri di atas adab. Jika seorang Wakil Menteri tidak mampu menjaga lisannya, bagaimana publik bisa berharap pelayanan haji dikelola secara profesional? Presiden Prabowo harus memandang persoalan ini sebagai peringatan serius,” tegasnya.

BACA JUGA :  Putra Sulung Jokowi Gibran Resmi Jadi Cawapres Prabowo

Ia menambahkan, permintaan pencopotan merupakan langkah pemulihan moral di tengah upaya pembenahan tata kelola haji nasional, bukan reaksi emosional semata.

Sementara itu, perbincangan di kalangan aktivis Muhammadiyah dan masyarakat luas terus menghangat.

Banyak pihak menilai kritik Anwar Abbas merupakan bagian dari tradisi intelektual Muhammadiyah, sehingga tidak semestinya dibalas dengan bahasa kasar oleh seorang pejabat negara.

Polemik ini diperkirakan masih akan berlanjut, mengingat isu tata kelola haji menyangkut kepentingan jutaan jemaah Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, Dahnil Anzar Simanjuntak belum memberikan klarifikasi resmi terkait desakan pencopotan tersebut.

Pemerintah juga belum menyampaikan sikap atas polemik yang berkembang.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Ada Pembalikan Proses Hukum, Pengacara dr Tifa Sebut Jokowi Pantas Jadi Terdakwa
Menumpas Jin Penunggu Celana Dalam Janda
Polda Sulsel Pastikan Belum Ada Penahanan Basri Kajang Soal Korupsi Seragam
Suami di Sinjai Pergoki Istri Selingkuh, Drama Ranjang Berakhir Saling Lapor
KONAMI Sulsel Desak DPRD Makassar Usut Dugaan Gelar Akademik Legislator
Menikmati Desahan Istri Tetangga
Arena Judi Sabung Ayam di Maros Disikat Polisi, Oknum Satpol PP Ikut Diangkut
Balas Gempuran AS, Iran Serang Markas Jet Tempur F-18 di Pangkalan Yordania

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 01:30 WITA

Ada Pembalikan Proses Hukum, Pengacara dr Tifa Sebut Jokowi Pantas Jadi Terdakwa

Jumat, 17 Juli 2026 - 00:25 WITA

Menumpas Jin Penunggu Celana Dalam Janda

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:09 WITA

Polda Sulsel Pastikan Belum Ada Penahanan Basri Kajang Soal Korupsi Seragam

Kamis, 16 Juli 2026 - 02:25 WITA

Suami di Sinjai Pergoki Istri Selingkuh, Drama Ranjang Berakhir Saling Lapor

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:28 WITA

KONAMI Sulsel Desak DPRD Makassar Usut Dugaan Gelar Akademik Legislator

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Menumpas Jin Penunggu Celana Dalam Janda

Jumat, 17 Jul 2026 - 00:25 WITA