Dana Sertifikasi Guru Diduga Dipotong, Kepsek SDI Bertingkat Bara-Baraya II Makassar Bantah

Senin, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi dana sertifikasi guru disunat

Foto ilustrasi dana sertifikasi guru disunat

Zonafaktualnews.com – Kepala Sekolah (Kepsek) UPT SPF SD Inpres Bertingkat Bara – Baraya II, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Suardi Salpin, diduga melakukan pemotongan dana sertifikasi guru.

Informasi yang diterima redaksi menyebutkan, praktik tersebut telah berlangsung cukup lama dengan nominal bervariasi setiap pencairan dana sertifikasi.

Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah guru penerima dana sertifikasi tercatat sebanyak 16 orang pada tahun 2022, 16 orang pada 2023, 23 orang pada 2024, dan meningkat menjadi 38 orang pada 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setiap guru disebut dikenakan “setoran” berbeda, satu guru kelas dan olahraga sebesar Rp500.000 per orang, dua guru PPPK sebesar Rp400.000 per orang, dan tiga guru agama Rp300.000 per orang.

BACA JUGA :  Kadisdik Dampingi Bunda PAUD Kota Makassar Buka Kegiatan Family Fun Culture

Salah satu guru yang mengaku menjadi korban, meminta identitasnya dirahasiakan, menyatakan siap menjadi saksi jika aparat penegak hukum menindaklanjuti kasus tersebut.

“Kami para guru siap diperiksa dan menjadi saksi korban. Kami ingin keadilan ditegakkan karena praktik ini sudah lama terjadi,” ujarnya, Senin (10/11/2025).

Guru tersebut menegaskan, jika kasus ini kembali dibiarkan, maka akan menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan di Kota Makassar.

“Kami berharap Kepala Sekolah SD Inpres Bara-Baraya II diberikan sanksi hukum yang tegas, karena perbuatannya sangat meresahkan dan mencoreng nama baik pendidikan,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Sekolah, Suardi Salpin yang dikonfirmasi by phone zonafaktualnews.com, Senin (10/11/2025) malam, tidak menampik adanya pemberian sejumlah uang dari para guru. Namun, ia membantah keras jika hal tersebut disebut pungutan liar.

BACA JUGA :  Kadisdik Makassar Sambangi Langsung Lokasi Kebakaran di SMP Negeri 8

“Saya akui itu ada, tapi bukan pemotongan atau pungli. Itu sukarela dan keikhlasan dari guru, bukan paksaan,” ujarnya.

“Saya juga sudah dipanggil oleh Kadisdik Makassar pada 3 November 2025 dan sudah menjelaskan semuanya secara detail. Jadi isu yang beredar tidak benar,”tambahnya.

Suardi menegaskan, seluruh proses administrasi dan penilaian kinerja guru di sekolahnya berjalan sesuai aturan, tanpa hambatan atau pungutan tersembunyi.

“Siapa pun guru yang memenuhi syarat administrasi pasti dibantu untuk naik pangkat. Tidak pernah ada pungutan apa pun,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kadisdik Kota Makassar Pastikan Pemerataan Kuota PPDB

Suardi juga menyayangkan adanya pihak yang menyebarkan informasi tanpa konfirmasi langsung kepadanya.

“Seharusnya mereka bertanya dulu kepada saya, bukan menyebarkan isu sepihak,” katanya.

Lebih lanjut, Suardi menjelaskan bahwa seluruh proses sertifikasi dan tunjangan profesi guru dilakukan secara resmi melalui sistem Dapodik dan verifikasi Dinas Pendidikan Kota Makassar.

“Kami justru membantu agar pencairan sertifikasi lancar, bukan mempersulit,” tegasnya.

Menurut Suardi, sejak ia menjabat, tidak pernah ada kebijakan yang membebani guru.

“Kami fokus membangun kualitas pendidikan, bukan mempermainkan hak guru,” pungkasnya.

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Iran Gempur Gudang Amunisi dan Menara Pengawas Armada Kelima AS
Korban Pengeroyokan Jadi Tersangka, Polsek Tallo Diduga Kriminalisasi Warga
Tak Terima Dituding Aniaya Staf, Ketua DPRD Bone Bakal Lapor Balik
Aksi Jilid III Meledak di DPRD, KONAMI Sulsel Tuntut Verifikasi Gelar Akademik Dewan
Laksus Minta Polda Sulsel Periksa Eks Dekan FIKK UNM Terkait Bukti Pungli CPNS
Ngaku Ditipu Bos Kosmetik di Makassar, Owner RA Skincare Rugi Rp400 Juta
Bermula dari Tagihan, Nasabah Kredivo Berakhir Jadi Korban Pelecehan Oknum DC
Ketua DPRD Bone Diduga Lempari Kue hingga Botol Sambal ke Wajah Staf

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:56 WITA

Iran Gempur Gudang Amunisi dan Menara Pengawas Armada Kelima AS

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:45 WITA

Korban Pengeroyokan Jadi Tersangka, Polsek Tallo Diduga Kriminalisasi Warga

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:49 WITA

Tak Terima Dituding Aniaya Staf, Ketua DPRD Bone Bakal Lapor Balik

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:40 WITA

Aksi Jilid III Meledak di DPRD, KONAMI Sulsel Tuntut Verifikasi Gelar Akademik Dewan

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:36 WITA

Laksus Minta Polda Sulsel Periksa Eks Dekan FIKK UNM Terkait Bukti Pungli CPNS

Berita Terbaru