Bangunan Alfamidi di Kima ‘Ilegal’, Pemkot Lakukan Pembiaran?

Rabu, 8 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangunan Alfamidi ilegal tanpa PBG

Bangunan Alfamidi ilegal tanpa PBG

Zonafaktualnews.com – Marak pembangunan gerai usaha retail ilegal di Kota Makassar

Seperti bangunan gedung Alfamidi yang berada di Jalan Kawasan Industri Makassar (Kima) Kecamatan Biringkanaya

Bangunan retail yang berdiri kokoh tersebut diduga Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terkesan melakukan pembiaraan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal sudah jelas, undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja, setiap bangunan yang didirikan wajib mengantongi izin PBG, jika tidak bangunan tersebut illegal.

Sesuai aturan itu maka setiap bangunan yang berdiri wajib mengantongi izin PBG, baik yang sudah selesai dibangun maupun yang masih dalam tahap pengerjaan

Perhimpunan Mahasiswa Independen Indonesia (PMII) meminta Pemerintah Kota Makassar dalam hal ini Distaru, PTSP dan Satpol PP untuk segera melakukan sidak

“Kalau perlu penutupan kantor sampai izin operasional terbit karena ini sangat merugikan Pemda” ujar Faiz yang tergabung dalam PMII

BACA JUGA :  Begini Kronologi Kecelakaan Beruntun di Perbatasan Gowa-Makassar

PMII menduga pelaku usaha tidak patuh terhadap aturan-aturan yang berlaku dalam membuka usahanya di Kota Makassar

“Kami harapkan dalam minggu ini Pemkot Makassar melakukan langkah-langkah kongkrit dan kalau perlu penutupan Kantor Cabang Alfamidi yang tidak mempunyai izin operasional dalam hal ini PBG.” kata Faiz

Tak hanya PMII saja, Ketua Umum Lembaga Poros Rakyat Indonesia (LPRI), Jafar Siddiq Daeng Ngemba juga meminta pelaku usaha yang tidak memiliki PBG, maka pemerintah diminta segera mengambil tindakan tegas

“Ini jelas merugikan negara karena melanggar UU Permendag No.18 Tahun 2022 tentang perubahan atas Permenteri Menteri Perdagangan Nomor 23 tahun 2021 tentang Pedoman Pengembangan, Penataan, dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan.” kata Dg Emba, Rabu (8/3/2023)

BACA JUGA :  AMPR Sulsel Geruduk Kantor Danny Pomanto Desak Alfamidi Ditutup

Menyikap hal tersebut, Kepala Dinas Penanamam Modal Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda  yang dikonfirmasi mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan

“Nanti kami sampaikan kepada SKPD Tata Ruang untuk melakukan pengawasan” kata Andi Zulkifli, Rabu (8/3/2023)

Ditanya soal langkah dan penindakan Alfamidi Kima kata Zulkifli, sidaknya, hubungi tata ruang terkait teknis pengawasan

“Sidaknya, kita hubungi tata ruang terkait teknis pengawasan” singkatnya

Terpisah, pihak manajemen dan pengelola Alfamidi di Jalan Kima yang dihubungi berada di luar jangkauan hingga berita ini selesai ditulis dan dipublikasikan

Sekedar diketahui, Ketua KPK, Firli Bahuri, menyebut Wali Kota, Richard Louhenapessy, menerima suap untuk pembangunan 20 cabang Alfamidi di Kota Ambon, Maluku.

Firli mengatakan, karyawan Alfamidi bernama Amri yang berpangkat Kepala Perwakilan Regional ini aktif berkomunikasi, hingga bertemu dengan Richard agar proses perizinan Alfamidi bisa segera disetujui dan diterbitkan.

BACA JUGA :  Bikin Heboh, Buaya Terekam Muncul di Permukiman Warga Manggala Makassar

Atas permintaan itu, Richard memerintahkan Kepala Dinas PUPR Pemkot Ambon memproses dan menerbitkan berbagai permohonan izin, di antaranya surat izin tempat usaha (SITU), dan surat izin usaha perdagangan (SIUP)

“Untuk setiap dokumen izin yang disetujui dan diterbitkan dimaksud Richard meminta agar penyerahan uang dengan minimal nominal Rp 25 juta menggunakan rekening bank milik AEH (Andrew Erin Hehasnussa) yang adalah orang kepercayaan RL,” ujar Firli Bahuri dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, belum lama ini

Kendati demikian, Pemkot Makassar diminta segera turun tangan dan menindak tegas bangunan gerai usaha retail ilegal di Kota Makassar

 

Tim/Editor : Isal

Berita Terkait

Ratusan Juta Sudah Habis, Dampak Program Kemiskinan Gowa Belum Tampak
Lima Tahun Mengendap, Dua Laporan di Polres Sidrap Diduga ‘Di-86-kan’
Pengawasan Bobrok, Napi “Spanyol” Bebas Pakai HP, Pimpinan Lapas Bollangi Lalai
Aspal Baru Retak, Proyek APBN Rp7,6 M Jalan Pekkae–Soppeng Diduga Dikorupsi
Oknum LSM-Wartawan ‘Lindungi’ SPBU Panaikang di Takalar, Jerigen Solar Menumpuk
Proyek Rehabilitasi RTLH di Takalar Diduga Dikorupsi, Kayu Berkualitas Rendah Digunakan
Owner Mafia Skincare Masih Jual Produk SW Glow’s Hijau Meski Sudah Di-warning BPOM
PT GOGO OIL, Ronal Jaya dan Bintang Terang 89 Diduga Selundupkan Solar Subsidi

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 23:02 WITA

Ratusan Juta Sudah Habis, Dampak Program Kemiskinan Gowa Belum Tampak

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:03 WITA

Lima Tahun Mengendap, Dua Laporan di Polres Sidrap Diduga ‘Di-86-kan’

Minggu, 11 Januari 2026 - 02:12 WITA

Pengawasan Bobrok, Napi “Spanyol” Bebas Pakai HP, Pimpinan Lapas Bollangi Lalai

Rabu, 7 Januari 2026 - 02:06 WITA

Aspal Baru Retak, Proyek APBN Rp7,6 M Jalan Pekkae–Soppeng Diduga Dikorupsi

Selasa, 6 Januari 2026 - 01:38 WITA

Oknum LSM-Wartawan ‘Lindungi’ SPBU Panaikang di Takalar, Jerigen Solar Menumpuk

Berita Terbaru