Tragis, Bocah SD di Subang Tewas Korban Bullying Kakak Kelas

Selasa, 26 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilusrasi Bocah SD Subang Meninggal Dunia Usai Menjadi Korban Bullying Kakak Kelas

Foto Ilusrasi Bocah SD Subang Meninggal Dunia Usai Menjadi Korban Bullying Kakak Kelas

Zonafaktualnews.com – Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Subang berinisial ARO (9) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban bullying oleh tiga kakak kelasnya.

Bocah malang tersebut mengembuskan napas terakhir di ruang ICU anak RSUD Subang, Jawa Barat, pada Senin (25/11/2024) sekitar pukul 16.10 WIB, setelah menjalani perawatan intensif selama tiga hari.

Pj Bupati Subang, Imran, hadir di ruang jenazah RSUD Subang untuk memberikan perhatian langsung terhadap kasus ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jenazah korban rencananya akan dibawa ke RS Bhayangkara Polri Losarang, Indramayu, untuk proses autopsi guna memastikan penyebab kematian.

Kasatreskrim Polres Subang, AKP Gilang Indra Friyana Rahmat, membenarkan kematian siswa kelas 3 SDN Jayamukti tersebut.

“Korban meninggal dunia sekitar pukul 16.10 WIB. Saat ini jenazah berada di kamar jenazah RSUD Subang dan akan dibawa ke RS Bhayangkara Indramayu untuk autopsi,” ungkapnya, Senin (25/11/2024) malam.

Menurut AKP Gilang, proses penyelidikan terus berlangsung. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk keluarga, teman sekolah korban, dan pihak sekolah.

“Kami menunggu hasil autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban,” ujarnya.

Cerita Sebelum Kematian

Sebelum koma dan tak sadarkan diri, ARO sempat mengeluhkan sakit kepala berat dan muntah-muntah.

Berdasarkan pengakuan keluarga, korban mengungkapkan dirinya kerap dipukuli oleh kakak kelasnya di sekolah maupun di tempat pengajian.

Pihak keluarga melaporkan kasus ini ke polisi setelah mendengar cerita dari korban. Hingga meninggalnya ARO, penyelidikan atas dugaan perundungan ini masih terus dilakukan oleh Polres Subang.

Kondisi Korban Saat di RSUD

Wakil Direktur RSUD Subang, dr. Syamsul Riza, menjelaskan bahwa korban masuk rumah sakit dalam kondisi tak sadarkan diri.

“Sejak masuk tiga hari lalu, korban langsung dirawat di ICU. Kami belum bisa memeriksa lebih lanjut karena kondisinya sangat tidak stabil,” jelasnya.

Kasus ini telah mengguncang masyarakat Subang, terutama keluarga besar SDN Jayamukti. Publik menantikan hasil autopsi dan penyelidikan agar keadilan dapat ditegakkan bagi ARO, bocah kecil yang diduga menjadi korban kekerasan di lingkungan pendidikan.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Kejati Sulsel Obok-obok Kantor Disdik Sulsel, Penyidik Buru Bukti Kasus Rp13 Miliar
PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul
Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor
2 Lurah di Kendari Terciduk Pesta Miras dan Open BO, Kantor Dijadikan Lokalisasi
SPMB “Beleng-beleng”, Data Luar Negeri dan Gunung Es Masuk Zonasi SMAN 1 Parepare
Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Akui Celah Aplikasi, Disdik-Sekolah Saling Lempar Bola
SPMB SMAN 1 Parepare Kacau, Jalur Domisili Diukur Skor, Bukan Jarak Rumah
Sidang 387 di Makassar ‘Pincang,’ Penerima Paket Diadili, Pengendali Melenggang

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:27 WITA

Kejati Sulsel Obok-obok Kantor Disdik Sulsel, Penyidik Buru Bukti Kasus Rp13 Miliar

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:29 WITA

PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul

Senin, 15 Juni 2026 - 16:38 WITA

Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor

Senin, 15 Juni 2026 - 01:39 WITA

2 Lurah di Kendari Terciduk Pesta Miras dan Open BO, Kantor Dijadikan Lokalisasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:09 WITA

SPMB “Beleng-beleng”, Data Luar Negeri dan Gunung Es Masuk Zonasi SMAN 1 Parepare

Berita Terbaru