Tangan Terborgol, 2 Sultan Skincare Ilegal dan Ratu Emas Diseret ke Rutan Makassar

Senin, 3 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Kolase : Tiga Owner Skincare Ilegal Diseret ke Rutan Makassar

Foto Kolase : Tiga Owner Skincare Ilegal Diseret ke Rutan Makassar

Zonafaktualnews.com – Tiga pelaku utama dalam kasus peredaran skincare ilegal, Agus Salim, Mira Hayati, dan Mustadir Dg Sila, resmi mendekam di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Makassar.

Penahanan dilakukan setelah penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel melimpahkan berkas perkara beserta barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), menandai proses tahap II.

Usai menjalani pemeriksaan kesehatan, ketiganya digiring menuju mobil tahanan milik Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan rompi merah bertuliskan “Tahanan Kejari Makassar” dan borgol besi di tangan, mereka tampak pasrah menghadapi proses hukum yang menanti.

“Ketiga tersangka akan ditahan selama 20 hari di Rutan Makassar, terhitung sejak 3 Februari hingga 22 Februari 2025,” ujar Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sulsel, Soetarmi.

Penyerahan Tersangka Dikawal Ketat Puluhan Polisi

Penyerahan ketiga tersangka berlangsung di Kantor Kejari Makassar, Jalan Amanagappa, Kecamatan Ujung Pandang.

Proses ini dikawal ketat oleh puluhan aparat kepolisian berseragam hitam-putih, menunjukkan tingginya perhatian terhadap kasus ini.

BACA JUGA :  Owner KFSS Glow Bebas Jual Kosmetik Ilegal, Polda Sulsel Diminta Bertindak

Agus Salim, salah satu tersangka, tampak menjalani sesi konsultasi hukum di sebuah ruangan tertutup.

Ia mengenakan kemeja putih dan kopiah cokelat, duduk tenang di tengah tumpukan barang bukti berupa produk skincare ilegal yang masih diperiksa oleh tim jaksa.

“Pada Senin, 3 Februari 2025, Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Sulsel resmi menyerahkan tersangka dan barang bukti tahap II ke Kejari Makassar. Situasi berjalan aman dan terkendali,” tegas AKBP Yerlin Tanding Kate, Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sulsel.

JPU Pastikan Kasus Segera Disidangkan

Kasi Penkum Kejati Sulsel, Soetarmi, mengonfirmasi bahwa berkas perkara telah lengkap dan siap untuk disidangkan.

“Sidang dijadwalkan minggu depan, namun kami masih menunggu konfirmasi tanggal pastinya dari tim JPU,” jelasnya.

Proses hukum ini menjadi perhatian publik, mengingat dampak luas dari peredaran produk skincare ilegal terhadap kesehatan masyarakat.

Kejati Sulsel menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini secara transparan dan adil.

2 Tersangka Skincare Merkuri di Makassar Ditahan, “Ratu Emas” Masih “Cuti” di RS
Foto Kolase : Tiga Tersangka Skincare Merkuri, Agus Salim, Mustadir Dg Sila, dan Mira Hayati

Seperti diketahui, dua dari tiga tersangka kasus peredaran skincare ilegal di Makassar sebelumnya sudah ditahan, sementara satu tersangka lainnya masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

BACA JUGA :  Polda Sulsel Bongkar Kasus Korupsi Kredit Bank BUMN, Tiga Terlapor Diperiksa

Mustadir Dg Sila (MS), suami dari Fenny Frans, menjadi tersangka pertama yang lebih dulu mendekam di Rutan Mapolda Sulsel.

Kemudian, Agus Salim (AS), yang sebelumnya menjalani perawatan medis, telah dinyatakan cukup sehat dan dipindahkan ke rutan.

Berbeda dengan keduanya, Mira Hayati (MH), yang dikenal dengan julukan “Ratu Emas,” hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kondisi kesehatannya yang belum stabil, seperti tekanan darah tinggi dan keluhan lain, membuat proses penahanannya harus ditunda.

Agus Salim yang kini dalam kondisi membaik, kembali ditahan di Rutan Polda Sulsel pada Rabu (22/1/2025) malam setelah keluar dari RS Ibnu Sina.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Didik Supranoto, menjelaskan bahwa tim dokter yang menangani Agus telah menyatakan kondisi kesehatannya memungkinkan untuk melanjutkan proses hukum.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, kondisi AS telah membaik dan memungkinkan untuk dipulangkan. Ia kini resmi kembali ditahan di Rutan Polda Sulsel,” ungkap Kombes Didik pada Kamis (23/1/2025).

BACA JUGA :  Polda Sulsel Bekuk 10 Pelaku Perusakan dan Pembakaran Gedung DPRD Makassar

Humas RS Ibnu Sina Makassar, Nurhidayat, menambahkan bahwa Agus sebelumnya dirawat oleh dokter spesialis penyakit dalam dan jantung.

Setelah menjalani serangkaian pengobatan, ia dinyatakan cukup sehat untuk keluar dari rumah sakit dan dapat melanjutkan perawatan sebagai pasien rawat jalan.

“Agus Salim dinyatakan dapat melanjutkan perawatan sebagai rawat jalan setelah serangkaian pemeriksaan medis. Ia tetap mendapatkan obat-obatan untuk menjaga kesehatannya,” jelas Nurhidayat.

Sementara itu, kondisi Mira Hayati masih belum memungkinkan untuk dilakukan penahanan.

Kombes Didik menyebutkan bahwa tekanan darahnya masih tinggi, ditambah keluhan lain seperti sakit kepala dan mual, sehingga proses hukum harus ditunda sampai kondisinya stabil.

“Penanganan medis terhadap MH masih terus dilakukan untuk menstabilkan kesehatannya,” terang Kombes Didik.

 

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”
Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai
Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi
Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”
PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah
Komisi III DPR RI Desak Kejaksaan Bongkar Aktor di Balik Kerusakan Banjir Aceh
Cuaca Ekstrem Mengintai Sulsel, BMKG Ingatkan Banjir dan Gelombang Tinggi
Heboh, Bumi Akan Kehilangan Gravitasi 7 Detik pada 2026, Ini Fakta Sebenarnya

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 01:30 WITA

Oknum Pembiayaan Moladin di Sulsel Diduga Tipu Nasabah Lewat Skema “Dana Sinta”

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:40 WITA

Banjir Kepung Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter di Jatibening Permai

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:40 WITA

Program Kemiskinan Tak Transparan, LACAK Gowa Diminta Tunjukkan Data Bukan Asumsi

Jumat, 23 Januari 2026 - 02:45 WITA

Psikiater UI Mintarsih Tanggapi Sorotan Menkeu Purbaya Soal “Penggorengan Saham”

Jumat, 23 Januari 2026 - 01:33 WITA

PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah

Berita Terbaru